Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Mengenal Pasar Karbon Indonesia: Pengertian, Cara Kerja, dan Perkembangannya

16
×

Mengenal Pasar Karbon Indonesia: Pengertian, Cara Kerja, dan Perkembangannya

Share this article
mengenal-pasar-karbon-indonesia:-pengertian,-cara-kerja,-dan-perkembangannya
Mengenal Pasar Karbon Indonesia: Pengertian, Cara Kerja, dan Perkembangannya

LindungiHutan Insight

  • Perdagangan karbon sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan peluang untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan.
  • Memulai kontribusi pada pasar karbon Indonesia harus diawali dengan memahami konsep dan sistem pasar karbon.
  • Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) menjadi upaya nyata pemerintah Indonesia untuk menguatkan sistem pasar karbon Indonesia.

Pasar karbon Indonesia menjadi wujud komitmen pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emissions dan tuntutan global terhadap perusahaan dalam implementasi ESG menjadikan pasar karbon sebagai sebuah potensi besar.

Mekanisme perdagangan karbon bukan hanya sekadar upaya mitigasi perubahan iklim tetapi juga peluang ekonomi dan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk mematuhi regulasi bisnis yang berkomitmen terhadap lingkungan.

Example 300x600

Langkah ini dapat dimulai dengan memahami definisi pasar karbon, mekanisme perdagangannya, hingga perkembangan pasar karbon saat ini agar manfaatnya terhadap iklim serta pembangunan yang dihasilkan dari segi ekonomi dapat dirasakan secara nyata.

Pasar karbon adalah suatu sistem di mana kredit karbon diperjualbelikan. Kredit karbon merepresentasikan hak perusahaan untuk mengeluarkan emisi karbon dan satu unit kredit karbon setara dengan 1 ton karbon dioksida (CO₂).

Tujuan utama pasar karbon Indonesia sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung target net zero emissions.

Tujuan ini selaras dengan Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) yang menjadi acuan kebijakan iklim nasional periode 2031-2035 terutama terkait pengurangan emisi karbon.

Letario Prodeo, M.I.Kom juga menyebutkan bahwa Indonesia diperkirakan mendapatkan keuntungan ekonomi senilai lebih dari USD150 miliar melalui kontribusi kredit karbon global sekitar 75-80%.

Bagaimana Cara Kerja Pasar Karbon?

Alur perdagangan karbon di Indonesia terbagi menjadi empat tahapan, dimulai dari pengukuran sampai ke tahap perdagangan.

alur perdagangan karbon Indonesia

Secara umum, perdagangan karbon terbagi menjadi dua cara yakni pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) dan pasar karbon wajib (mandatory carbon market).

Mengacu pada laman artikel ICDX Group, mekanisme perdagangan karbon dibagi menjadi dua skema yaitu perdagangan emisi dan kredit karbon.

Perdagangan Emisi (Cap and Trade)

Umumnya diterapkan pada pasar karbon wajib yang mana pelaku usaha harus memiliki batas pengeluaran emisi sebagaimana aturan pemerintah.

Pembatasan emisi dialokasikan dalam bentuk kuota (allowance), perusahaan yang melewati batas dapat membeli tambahan allowance dari perusahaan lain yang masih memiliki kuota karena emisi yang dihasilkan lebih rendah.

Dalam skema perdagangan ini mekanisme pasarnya melibatkan organisasi, perusahaan, dan negara.

Perdagangan Kredit Karbon (Carbon Offset)

Komoditi yang diperdagangkan adalah kredit karbon yang dihasilkan oleh sertifikasi penurunan emisi dari proyek lingkungan yang mereduksi emisi karbon seperti pelestarian hutan, rehabilitasi lahan basah, pengelolaan limbah, dan energi terbarukan. Satu unit karbon setara dengan penurunan emisi sebesar 1 ton CO2.

Nilai kredit ini digunakan perusahaan untuk mencapai target carbon neutral atau zero emission.

Baca Juga: Unduh Booklet Serba-serbi Perdagangan Karbon di Indonesia

Perkembangan Terbaru Pasar Karbon Indonesia

Pasar karbon menjadi peluang besar investasi hijau bagi Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan bahwa perdagangan karbon mendukung upaya penurunan emisi GRK dalam rangka target pencapaian NDC.

Peluncuran Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) telah dilakukan sebagai upaya penguatan sistem pasar karbon Indonesia melalui transparansi, peningkatan kredibilitas, dan integritas.

Penguatan operasional Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) juga semakin diperkuat sehingga mendorong peningkatan partisipasi perusahaan dalam perdagangan karbon.

Menteri Kehutanan dalam Siaran Pers Nomor: SP. 239/HKLN/06/2026 juga menyatakan bahwa keberlanjutan pasar karbon tidak hanya bergantung pada jumlah kredit karbon yang diperdagangkan tetapi juga ditentukan oleh tingkat kepercayaan yang dibangun serta manfaat nyata terhadap iklim dan pembangunan.

Sehingga ini menunjukkan pemerintah berkomitmen dalam memperkuat pasar karbon Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional untuk mencapai target Net Zero Emissions dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Manfaat Pasar Karbon bagi Lingkungan dan Ekonomi

Kontribusi pasar karbon Indonesia terhadap lingkungan berhasil mengurangi emisi GRK serta menekan laju deforestasi hutan.

Secara ekonomi, pasar karbon mendorong investasi hijau dan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Lebih dari itu, pemulihan lingkungan juga turut menjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat.

Bagi perusahaan, perdagangan karbon membantu meningkatkan keuntungan finansial. Selain memenuhi regulasi pemerintah, kontribusi ini membantu meningkatkan nilai perusahaan melalui komitmen nyata terhadap aksi lingkungan.

Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi nasional. Sehingga, integrasi ini menjadi penting agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat diraih secara bersamaan.

Pasar karbon tidak lagi menjadi sekadar langkah mitigasi perubahan iklim, melainkan juga potensi peningkatan ekonomi nasional serta peluang strategis bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga: Tren Inovasi Pasar Karbon 2026: Strategi Korporasi dan Investor

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan