Scroll untuk baca artikel
GenZ

Mitos atau Fakta Gravitasi Bumi! 8 Hal yang Masih Sering Disalahpahami

4
×

Mitos atau Fakta Gravitasi Bumi! 8 Hal yang Masih Sering Disalahpahami

Share this article
mitos-atau-fakta-gravitasi-bumi!-8-hal-yang-masih-sering-disalahpahami
Mitos atau Fakta Gravitasi Bumi! 8 Hal yang Masih Sering Disalahpahami

Tidak semua informasi tentang gravitasi bumi yang beredar di internet itu benar. Yuk, cek mana yang mitos dan mana yang didukung fakta ilmiah.

Mitos atau Fakta Gravitasi Bumi! 8 Hal yang Masih Sering Disalahpahami

Example 300x600

Sebelum membahas soal mitos atau fakta gravitasi bumi, masih ingat tidak unggahan salah satu pengguna di platform X dan Threads? Unggahan pada 23 Januari 2026 tersebut mengklaim bahwa bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026 bertepatan dengan momen gerhana bulan.

Faktanya, NASA menegaskan bahwa tidak ada fenomena astronomi yang dapat membuat gravitasi bumi tiba-tiba menghilang selama beberapa detik. Gaya gravitasi berasal dari massa Bumi dan tidak dipengaruhi oleh posisi planet hingga bisa hilang seketika.

Berdasarkan pemeriksaan fakta oleh Snopes, pihak NASA memberikan klarifikasi resmi mengenai mekanisme gravitasi bumi:

“Satu-satunya cara agar bumi kehilangan gravitasi adalah jika sistem bumi yakni gabungan massa inti, mantel, kerak, samudra, air daratan, dan atmosfer mengalami kehilangan massa” jelas NASA.

Dengan kata lain, selama massa fisik Bumi tidak berkurang atau lenyap secara drastis, gravitasi Bumi akan tetap ada dan tidak akan tiba-tiba menghilang.

Mitos dan fakta tentang gravitasi bumi yang perlu kamu tahu

Nah, supaya tidak mudah percaya hoaks atau salah paham, berikut beberapa mitos dan fakta tentang gravitasi bumi yang telah dijelaskan berdasarkan ilmu pengetahuan.

1. Mitos: Gravitasi hanya dimiliki Bumi

Mitos gravitasi bumi (1)

Orbit planet dan pusat tata surya-canva via canva.com

Karena setiap hari kita merasakan tarikan gravitasi saat berpijak di permukaan Bumi, tidak sedikit orang mengira gaya ini hanya dimiliki oleh planet tempat kita tinggal. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat karena gaya gravitasi bukan hanya ada di Bumi.

Fakta: Menurut NASA, semua benda yang memiliki massa memiliki gaya gravitasi, mulai dari planet, bulan, bintang, hingga galaksi. Matahari memiliki gravitasi yang menjaga planet-planet tetap mengorbit, sedangkan Bulan memiliki gravitasi yang menyebabkan pasang surut air laut di Bumi. Jadi, gravitasi bumi hanyalah salah satu contoh gaya gravitasi di alam semesta, dengan kekuatan yang berbeda-beda tergantung massa setiap benda langit.

2. Mitos: Gravitasi bumi sama kuat di semua tempat

Mitos gravitasi bumi (2)

Gravitasi gunung dan laut berbeda-canva via canva.com

Karena hidup di planet yang sama, banyak orang mengira kekuatan gravitasi bumi pasti sama di mana pun berada. Nyatanya, gaya gravitasi bisa sedikit berbeda tergantung lokasi.

Fakta: Besar gravitasi bumi dipengaruhi oleh jarak terhadap pusat Bumi dan distribusi massa planet. Itulah sebabnya gravitasi di puncak gunung sedikit lebih kecil dibandingkan di permukaan laut, meskipun perbedaannya sangat kecil dan hampir tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mitos: Astronot melayang karena tidak ada gravitasi

Mitos gravitasi bumi (3)

Astronot melayang di luar bumi-canva via canva.com

Melihat video astronot yang melayang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), banyak orang mengira mereka berada di tempat yang sama sekali tidak memiliki gravitasi. Padahal, kondisi tersebut bukan berarti gravitasi benar-benar hilang.

Fakta:  Astronot terlihat melayang karena mereka dan stasiun luar angkasa sama-sama berada dalam kondisi jatuh bebas sambil terus mengorbit Bumi . Kondisi inilah yang menciptakan sensasi tanpa bobot atau microgravity, bukan karena tidak ada gravitasi.

4. Mitos: Benda yang lebih berat pasti jatuh lebih cepat

Dalam kehidupan sehari-hari, batu memang terlihat jatuh lebih cepat daripada daun. Karena itulah banyak orang mengira gravitasi bumi menarik benda yang lebih berat dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan benda yang ringan.

Fakta: Dalam kondisi tanpa hambatan udara, semua benda mengalami percepatan gravitasi yang sama. Perbedaan kecepatan jatuh yang kita lihat di Bumi umumnya disebabkan oleh hambatan udara, bukan karena gravitasi bumi bekerja lebih kuat pada benda yang lebih berat. Hal ini dibuktikan dalam misi Apollo 15  ketika astronaut David Scott menjatuhkan palu dan bulu di permukaan Bulan. Karena hampir tidak ada atmosfer, kedua benda tersebut menyentuh permukaan pada waktu yang bersamaan.

5. Mitos: Gravitasi bumi hanya bekerja pada benda yang jatuh

Karena sering dijelaskan sebagai gaya yang membuat benda jatuh ke tanah, banyak orang mengira gravitasi bumi hanya bekerja ketika suatu benda sedang jatuh. Padahal, gravitasi bekerja setiap saat, meskipun kita tidak selalu menyadarinya.

Fakta: Gravitasi bumi menjaga manusia, atmosfer, lautan, hingga satelit tetap berada pada tempatnya. Gaya gravitasi juga berperan dalam mempertahankan orbit Bulan dan berbagai objek yang mengelilingi Bumi. Jadi, gravitasi  tidak hanya bekerja saat benda jatuh, tetapi terus bekerja sepanjang waktu.

6. Mitos: Gravitasi hanya menarik benda ke bawah/dorongan dari atas ke bawah.

Banyak orang mengenal gravitasi sebagai gaya yang membuat benda jatuh ke bawah. Penjelasan ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi belum menggambarkan cara kerja gravitasi secara utuh.

Fakta: Gravitasi merupakan gaya tarik antarbenda yang memiliki massa . Di Bumi, arah tariknya menuju pusat planet sehingga kita menyebutnya “ke bawah”. Prinsip yang sama juga membuat Bulan mengorbit Bumi dan planet-planet mengelilingi Matahari.

7. Mitos: Berat badan selalu sama di mana pun berada

Saat melihat angka timbangan, banyak orang mengira berat badan akan selalu sama, baik di Bumi maupun di planet lain. Padahal, berat dan massa merupakan dua hal yang berbeda.

Fakta: Massa seseorang tidak berubah meskipun berpindah tempat , tetapi beratnya dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Karena gravitasi bumi lebih besar daripada gravitasi Bulan, seseorang akan memiliki berat yang lebih ringan saat berada di Bulan meskipun massanya tetap sama.

8. Mitos: Pesawat terbang berhasil lepas dari gravitasi bumi

Mitos gravitasi bumi (8)

pesawat tebang di angkasa-canva via canva.com

Saat melihat pesawat terbang di langit, sebagian orang mengira pesawat sudah berhasil keluar dari pengaruh gravitasi bumi. Anggapan ini muncul karena pesawat dapat terbang tinggi selama berjam-jam.

Fakta: Pesawat tetap berada dalam pengaruh gravitasi bumi. Menurut NASA , pesawat dapat terbang karena gaya angkat (lift) yang dihasilkan sayap mampu mengimbangi gaya gravitasi. Jika gaya angkat berkurang, gravitasi akan kembali menarik pesawat ke bawah.

Jangan mudah percaya mitos, cek dulu faktanya

Cek dl fakta fenomenangravitasi bumi

Satelit dan fenomena manusia melayang gravitasi 0-canva via canva.com

Banyak mitos tentang gravitasi bumi terdengar masuk akal karena dibungkus dengan istilah ilmiah atau dikaitkan dengan fenomena luar angkasa. Padahal, setelah ditelusuri, sebagian besar klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan bahkan sudah berkali-kali dibantah oleh para ilmuwan.

Memahami cara kerja gravitasi bumi tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu kita lebih kritis saat menerima informasi yang viral di media sosial. Sebelum ikut membagikan sebuah kabar, biasakan memeriksa apakah informasi tersebut berasal dari sumber tepercaya seperti NASA, badan antariksa, atau lembaga ilmiah lainnya. Dengan begitu, kita tidak ikut menyebarkan mitos yang justru membuat orang lain salah paham oke?!

Bagikan artikel ini supaya lebih banyak orang tahu mana yang benar dan mana yang hanya mitos. Siapa tahu, kamu bisa membantu menghentikan penyebaran hoaks tentang gravitasi bumi yang masih sering muncul di media sosial. Baca juga nih artikel tentang foto-foto terbaik bumi yang diambil dari luar angkasa di sini ya!

FAQ

1. Apakah benar gravitasi bumi akan hilang pada 12 Agustus 2026?

Tidak benar. Klaim tersebut merupakan hoaks yang telah dibantah melalui klarifikasi NASA. Gaya gravitasi Bumi berasal dari massanya sehingga tidak mungkin tiba-tiba menghilang hanya karena gerhana atau posisi planet tertentu.

2. Apakah gravitasi bumi bisa berubah?

Bisa, tetapi perubahannya sangat kecil dan tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari. NASA mencatat perubahan medan gravitasi Bumi dapat terjadi akibat pergeseran massa, seperti mencairnya lapisan es atau perubahan cadangan air tanah.

3. Mengapa astronot terlihat melayang jika gravitasi masih ada?

Astronot berada dalam kondisi jatuh bebas saat mengorbit Bumi. Karena mereka dan wahana antariksa bergerak dengan kecepatan yang sama, terciptalah sensasi tanpa bobot (microgravity), meskipun gravitasi Bumi tetap bekerja.

4. Apakah benda yang lebih berat selalu jatuh lebih cepat?

Tidak. Dalam kondisi tanpa hambatan udara, semua benda mengalami percepatan gravitasi yang sama. Perbedaan kecepatan jatuh di Bumi biasanya disebabkan oleh hambatan udara.

5. Mengapa pesawat tidak jatuh jika masih dipengaruhi gravitasi bumi?

Pesawat tetap berada dalam pengaruh gravitasi Bumi. Namun, gaya angkat (lift) yang dihasilkan sayap mampu menyeimbangkan gaya gravitasi sehingga pesawat dapat terbang selama mesin dan sistem penerbangannya bekerja dengan baik

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang vocal coach, content writer, dan author yang menjadikan suara dan tulisan sebagai medium ekspresi, pembelajaran, dan pemulihan. Memiliki ketertarikan besar pada eksplorasi hal-hal baru, proses kreatif, serta kepedulian terhadap kesehatan mental. Percaya bahwa suara, kata, dan empati dapat menciptakan ruang aman untuk bertumbuh, baik secara personal maupun profesional.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.