Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Rayakan Hari Hutan Indonesia 2026 dengan Reforestathon

webmaster
4
×

Rayakan Hari Hutan Indonesia 2026 dengan Reforestathon

Share this article
rayakan-hari-hutan-indonesia-2026-dengan-reforestathon
Rayakan Hari Hutan Indonesia 2026 dengan Reforestathon

LindungiHutan Insight

  • Hari Hutan Indonesia menjadi momentum untuk mengubah kepedulian terhadap hutan menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.
  • Menjaga hutan Indonesia membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi kini dan mendatang.
  • Peran aktif masyarakat, terutama generasi muda, menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia untuk masa depan yang lebih hijau.

Setiap 7 Agustus, Indonesia memperingati Hari Hutan Indonesia yang lahir dari gerakan kolektif untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga hutan.

Sejak 2020, peringatan ini telah menghubungkan lebih dari 500 organisasi kolaborator, 3.000 campaigner, dan 27 anggota konsorsium dalam gerakan bersama. Pada 2024, Hari Hutan Indonesia resmi tercatat dalam kalender peringatan lingkungan nasional.

Example 300x600

Bukan tanpa alasan, tanggal 7 Agustus dipilih dari sebuah petisi dengan 1,4 juta tanda tangan yang menuntut peringatan khusus untuk hutan Indonesia. Tanggal ini juga bertepatan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 tentang moratorium permanen izin baru untuk hutan primer dan lahan gambut.

Sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia menyumbang sekitar 10% tutupan hutan tropis global. Namun seiring berjalannya waktu, denyut kehidupan ini terus melemah. Rata-rata, Indonesia kehilangan 684.000 hektare hutan setiap tahun dalam dua dekade terakhir. 

Berdasarkan data Auriga Nusantara, deforestasi di Indonesia pada 2025 melonjak 66% menjadi 433.751 hektare, hampir dua kali lipat dari tahun 2024 sebesar 261.575.

Berbagai ancaman masih dihadapi hutan Indonesia, mulai dari deforestasi, alih fungsi lahan, hingga degradasi lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. 

Karena itu, Hari Hutan Indonesia menjadi momen kita untuk mengingat bahwa perlu mengambil langkah nyata dalam menjaga dan memulihkan hutan.

Mengapa Kita Masih Perlu Merayakan Hari Hutan Indonesia?

Hutan memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain menjadi habitat berbagai spesies flora dan fauna, hutan juga berfungsi sebagai penyerap karbon, penjaga kualitas air, serta pelindung wilayah pesisir dan daratan dari berbagai risiko bencana ekologis.

Menurut Miftachur ‘Ben’ Robani, CEO LindungiHutan, Hari Hutan Indonesia pada dasarnya adalah momentum pengingat. Meskipun isu hutan sebenarnya selalu hadir dalam keseharian kita, peringatan ini sengaja digaungkan agar masyarakat secara umum kembali mengingat dan membicarakannya. 

Peringatan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, kementerian, atau organisasi lingkungan semata. Diskusi tentang hutan perlu disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya kepada anak muda dan masyarakat urban. 

“Jadi yang ditargetin oleh Hari Hutan Indonesia ini masyarakat luas ya, bukan hanya orang yang spesifik hidup dan bergantung di hutan, tetapi kita ingin membawa itu ke ruang yang lebih luas yaitu masyarakat luas dan masyarakat luas yang akan peduli dengan isu ini rata-rata anak muda. Kenapa anak muda? Karena mereka orang-orang yang secara edukasi maupun literasi lebih bagus dan secara guna bergunanya akan lebih banyak ke generasi yang akan datang (yaitu anak muda ini),” ujar Ben.

Reforestathon: Aksi Nyata di Tahun 2026

Dalam rangka memperkuat gerakan penghijauan, LindungiHutan menghadirkan Reforestathon sebagai program yang menghubungkan berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pemulihan ekosistem hutan dan pesisir.

hari hutan indonesia 2026

Baca juga: Reforestation: Jelajahi Sukses Digelar di Desa Sukawali dan Bedono

Kolaborasi untuk Hutan yang Lebih Lestari

Hari Hutan Indonesia mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan. Namun, kesadaran saja tidak cukup tanpa adanya tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan.

Di sinilah Reforestathon hadir sebagai penghubung antara kepedulian dan aksi. Jika Hari Hutan Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik, maka Reforestathon menjadi wadah untuk mewujudkan kepedulian tersebut melalui langkah nyata.

Pemulihan hutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Baik perusahaan yang ingin menjalankan program keberlanjutan, komunitas yang ingin bergerak bersama, maupun individu yang ingin berkontribusi untuk lingkungan, semuanya memiliki peran yang sama penting.

Mari rayakan Hari Hutan Indonesia 2026 dengan aksi yang berdampak. Karena pada akhirnya, menjaga hutan berarti menjaga sumber kehidupan yang menopang keberlangsungan manusia, keanekaragaman hayati, dan keseimbangan bumi itu sendiri. 

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan