Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Watsons Indonesia Menanam 1000 Mangrove di Pesisir Jakarta

74
×

Watsons Indonesia Menanam 1000 Mangrove di Pesisir Jakarta

Share this article
watsons-indonesia-menanam-1000-mangrove-di-pesisir-jakarta
Watsons Indonesia Menanam 1000 Mangrove di Pesisir Jakarta

LindungiHutan Insight

  • Watsons Indonesia menjalankan program penanaman pohon melalui kampanye Watsons Go Green Tanam Pohon bersama LindungiHutan.
  • Sebanyak 1.000 batang mangrove ditanam oleh Watsons Indonesia di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK).
  • Penanaman mangrove ini mendukung perlindungan pesisir dari abrasi dan banjir rob.

Watsons Indonesia memulai langkah hijau yang bermakna melalui kampanye Watsons Go Green Tanam Pohon dengan menanam mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. 

Watsons Indonesia merupakan perusahaan ritel kesehatan dan kecantikan terkemuka yang menyediakan produk perawatan diri, kecantikan, kesehatan, serta kebutuhan sehari-hari melalui ratusan gerai di seluruh Indonesia. 

Example 300x600

Sebagai bagian dari AS Watson Group, jaringan ritel global yang beroperasi di lebih dari 25 negara, Watsons Indonesia membawa standar internasional dalam inovasi dan keberlanjutan.

Inisiatif ini menegaskan bahwa komitmen terhadap kesehatan dan kecantikan juga mencakup keberlanjutan lingkungan.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan abrasi pesisir, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian jangka panjang terhadap Bumi. Watsons memilih untuk hadir langsung di garis depan perlindungan alam.

Ketika Mangrove Menjadi Benteng Alami Kota

Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta Utara dikenal sebagai salah satu benteng alami ibu kota dari ancaman abrasi dan banjir rob yang kian meningkat setiap tahunnya. 

Menurut Lestari Kompas, wilayah pesisir utara Jakarta mengalami penurunan muka tanah yang signifikan akibat kombinasi pengambilan air tanah, kenaikan muka laut, dan tekanan pembangunan, sehingga membuat perlindungan pesisir menjadi sangat krusial.

Sementara itu, Journal Versa menunjukkan bahwa mangrove terbukti memiliki peran ekologis penting sebagai nature-based solution untuk mitigasi bencana pesisir. 

program penanaman pohon watsons indonesia pantai indah kapuk

Struktur akar mangrove yang kompleks efektif meredam energi gelombang laut dan meningkatkan deposisi sedimen, sehingga mengurangi dampak abrasi dan banjir rob secara signifikan dibandingkan wilayah yang tidak memiliki vegetasi kelautan.

Lebih jauh, laporan pemerintah dan media memberitakan rencana integrasi mangrove dengan infrastruktur Giant Sea Wall untuk meningkatkan ketahanan pesisir Jakarta terhadap banjir rob dan intrusi air laut, mencerminkan bahwa mangrove bukan sekadar hijau estetika tetapi bagian dari strategi kebijakan urban besar. 

Cerita dari Hari Penanaman

Pada 30 Juni 2025, telah dilakukannya penanaman pohon mangrove sebanyak 1.000 batang di kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk dengan melibatkan 78 orang volunteer dan mitra lokal yang turun langsung ke lapangan. 

Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara Watsons Indonesia, LindungiHutan, dan masyarakat pesisir.

Mangrove jenis Rhizophora mucronata yang ditanam memiliki tinggi rata-rata 65 cm dan diproyeksikan mampu menyerap sekitar 67,67 Kg CO₂eq seiring pertumbuhannya. 

Selain berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, program penanaman pohon ini memperkuat fungsi mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi dan banjir rob.

Dalam rangkaian acara seremonial penanaman mangrove, Watsons Indonesia juga mengajak sejumlah brand partners yang selama ini berkolaborasi dalam keberlangsungan kampanye keberlanjutan Watsons Go Green, di antaranya Cetaphil, GIV, Aveeno, Skin Aqua, dan Revlon. 

Kehadiran para mitra menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, tidak hanya perusahaan ritel tetapi juga ekosistem bisnis di sekitarnya.

Selain itu, Watsons turut mengundang anak-anak dari Sekolah Alam MI Rabbani sebagai bagian dari upaya edukasi lingkungan sejak usia dini. 

pantai indah kapuk aksi tanam pohon watsons indonesia

Keterlibatan langsung anak-anak dalam kegiatan penanaman mangrove dan pengenalan ekosistem pesisir didasarkan pada pentingnya menjaga alam dengan cara yang menyenangkan dan membumi sejak dini.

Lebih dari sekadar aktivitas tanam, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi lingkungan dan pemberdayaan sosial. Setiap peserta membawa pulang pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk keberlanjutan kota Jakarta.

Baca Juga: Inisiatif Hijau Watson Indonesia dengan LindungiHutan Jaga Komitmen Kelestarian Lingkungan

Mangrove dan Dampaknya bagi Lingkungan

Rhizophora mucronata dipilih sebagai bibit untuk penghijauan karena kemampuan adaptasinya yang baik terhadap pasang surut, salinitas tinggi, dan kondisi pesisir, serta perannya dalam menahan sedimen dan gelombang laut yang bisa merusak pantai. 

Studi ekosistem mangrove menunjukkan bahwa jenis ini termasuk yang dominan dan penting dalam struktur biomassa dan cadangan karbon di wilayah pesisir seperti Teluk Jakarta.

Ekosistem mangrove termasuk dalam kategori blue carbon, penyimpan karbon biru yang sangat efisien di laut dan pesisir, mampu menyerap dan menyimpan CO₂ jauh lebih efektif dibandingkan banyak hutan daratan tropis. 

Riset global menyebutkan bahwa mangrove mampu menyimpan jumlah karbon yang besar dalam biomassa dan sedimen, dengan tingkat penyimpanan yang berkali-kali lipat dari hutan tropis biasa.

Selain sebagai penyerap karbon, mangrove memainkan peran ekologis lain yang tidak kalah penting. Peran mangrove salah satunya juga membantu menjaga kualitas air pesisir dengan menyaring nutrien dan polutan, serta menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut.

Kondisi ini menjadikan mangrove tidak hanya penyimpan karbon tetapi juga elemen penting dalam keseimbangan ekosistem laut.

aksi penanaman pohon watsons indonesia yayasan lindungi hutan

Keanekaragaman hayati di kawasan mangrove sangat tinggi karena struktur akar yang kompleks. Ini kemudian berkembang menjadi tempat berkembang biak bagi ikan, kepiting, udang, dan burung, serta organisme lain yang menjadi bagian dari rantai makanan laut. 

Dalam konteks mitigasi bencana, mangrove bertindak sebagai pelindung alami dari abrasi, banjir rob, dan energi gelombang laut, membantu mengurangi dampak bencana alam terhadap komunitas pesisir. 

Itulah mengapa restorasi mangrove kini dianggap sebagai solusi berbasis alam (nature-based solution) untuk memperkuat ketahanan pesisir terhadap perubahan iklim.

Dampak Sosial yang Tumbuh Bersama Alam

Manfaat kegiatan penanaman pohon ini tidak berhenti pada lingkungan. Masyarakat lokal turut merasakan dampak sosial dan ekonomi melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan konservasi.

Kesadaran akan pentingnya menjaga alam perlahan tumbuh seiring meningkatnya peran komunitas. Konservasi tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan sebagai peluang bersama.

Komitmen lingkungan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Kampanye seperti Watsons Go Green mencerminkan upaya nyata untuk memberi dampak positif di luar aktivitas bisnis inti.

Melalui kerja sama dengan LindungiHutan, Watsons Indonesia menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menjaga lingkungan. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan secara global.

Ke depan, kawasan mangrove PIK memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi dan ekowisata. Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah cerita tentang tanggung jawab, kolaborasi, dan harapan lintas generasi.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan