Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

BRI Danareksa Sekuritas Tanam 1.000 Mangrove untuk Lindungi Pesisir Desa Sukawali

54
×

BRI Danareksa Sekuritas Tanam 1.000 Mangrove untuk Lindungi Pesisir Desa Sukawali

Share this article
bri-danareksa-sekuritas-tanam-1.000-mangrove-untuk-lindungi-pesisir-desa-sukawali
BRI Danareksa Sekuritas Tanam 1.000 Mangrove untuk Lindungi Pesisir Desa Sukawali

LindungiHutan Insight

  • BRI Danareksa Sekuritas melalui program BRIDS Peduli menanam 1.000 mangrove Rhizophora di Desa Sukawali untuk memperkuat ketahanan pesisir Tangerang dari abrasi.
  • Kegiatan ini melibatkan 26 peserta dan mitra lokal, menunjukkan kolaborasi multipihak dalam pemulihan ekosistem mangrove eks-tambak.
  • Penanaman 1.000 mangrove berpotensi menyerap hingga 40 ton CO₂eq dalam lima tahun, mendukung pelaporan ESG dan target keberlanjutan perusahaan.

BRI Danareksa Sekuritas melalui program BRIDS Peduli melaksanakan penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Sukawali pada 22 November 2025. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir yang rentan abrasi.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sendiri merupakan perusahaan sekuritas yang berada di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Danareksa (Persero).

Example 300x600

BRIDS menyediakan layanan jasa keuangan yang mencakup perantara perdagangan efek, investment banking, manajemen aset, serta riset pasar modal.

Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan layanan investasi yang aman, modern, dan dapat diakses masyarakat luas.

Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas aktif menjalankan program keberlanjutan melalui inisiatif sosial dan lingkungan, salah satunya melalui program BRIDS Peduli yang fokus pada aksi nyata pelestarian lingkungan.

Kondisi Lingkungan Desa Sukawali

Desa Sukawali berada di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dan menjadi titik bermuaranya Sungai Cisadane ke Laut Jawa. Kondisi geografis ini membuat kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Sebanyak 26 peserta terlibat langsung dalam kegiatan penanaman bersama mitra lokal, Syahrul. Kolaborasi ini mempertemukan perusahaan, masyarakat, dan LindungiHutan dalam satu aksi lingkungan yang berdampak.

Desa Sukawali merupakan wilayah pesisir yang terbentuk dari endapan Sungai Cisadane, sehingga memiliki karakter tanah berlumpur dan ekosistem mangrove yang dulu tumbuh alami.

Kondisi ini membuat kawasan tersebut berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang dan abrasi.

Namun, alih fungsi lahan menjadi tambak menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove secara bertahap. Perubahan ini menghilangkan vegetasi yang berperan penting dalam menahan sedimen dan meredam energi gelombang laut.

Penelitian CIFOR di Banten menunjukkan bahwa konversi mangrove menjadi tambak menurunkan cadangan karbon tanah secara drastis.

Temuan ini memperkuat bahwa kerusakan mangrove tidak hanya merusak pesisir secara fisik tetapi juga mengurangi kemampuan kawasan menyimpan karbon.

Studi dari Universitas Gadjah Mada juga menyebutkan bahwa hilangnya mangrove mempercepat abrasi dan memperburuk kualitas tanah pesisir.

Abrasi yang terjadi dapat mengancam pemukiman dan lahan warga, terutama di daerah pesisir berarus kuat seperti Sukawali.

Selain itu, penelitian UNDIP mengenai restorasi mangrove menunjukkan bahwa pesisir eks-tambak biasanya memiliki struktur tanah yang tidak stabil. Karena itu, rehabilitasi mangrove perlu dilakukan secara bertahap agar akar mangrove dapat memperbaiki sedimen secara alami.

brids peduli bri danareksa sekuritas penanaman pohon

Masyarakat Sukawali berharap lahan tertimbun sampah dan lumpur dapat dipulihkan menjadi area produktif. Mangrove menjadi solusi efektif untuk memperbaiki tanah sekaligus menciptakan daratan baru secara bertahap.

Sejak 2022, LindungiHutan mendampingi masyarakat melakukan penanaman mangrove di kawasan ini. Upaya ini terus dijaga oleh komunitas lokal karena manfaat mangrove terbukti penting bagi perlindungan pesisir.

Ancaman Abrasi Pesisir Tangerang yang Semakin Mengkhawatirkan

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa 100 lokasi di 17 provinsi telah mengalami kehilangan garis pantai. Pada 2015, abrasi menggerus lebih dari 400 kilometer garis pantai Indonesia.

Di Banten dan Tangerang, abrasi meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan DLHK Banten 2020 mencatat bahwa 145,6 hektare ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang rusak berat.

Penelitian IPB (Haryanti dkk., 2021) turut menemukan penyusutan mangrove lebih dari 180 hektare di kawasan tersebut. Temuan ini menunjukkan kemampuan pesisir menahan abrasi semakin menurun.

Mangrove Rhizophora memiliki efektivitas tinggi dalam meredam gelombang dan mengurangi risiko kehilangan daratan. Hal ini membuat rehabilitasi mangrove menjadi prioritas utama dalam perlindungan pesisir Tangerang.

aksi tanam pohon bri danareksa sekuritas brids

Baca Juga: BCA Life Tanam 1.111 Mangrove di Desa Sukawali Tangerang

Detail Kegiatan Penanaman Pohon

Kegiatan penanaman pohon mangrove dari kampanye BRI Danareksa Sekuritas dilakukan pada 22 November 2025 di pesisir Desa Sukawali. Total pohon yang ditanam mencapai 1.000 batang mangrove Rhizophora.

Rhizophora dipilih karena sifatnya yang toleran terhadap garam dan mampu hidup di tanah berlumpur. Pohon ini juga sering ditanam di pinggir tambak untuk menjaga pematang dari kerusakan ombak.

Selain fungsi ekologisnya, pohon mangrove juga memberikan manfaat ekonomi. Masyarakat dapat mengolah hasil mangrove menjadi aneka produk yang bernilai jual.

Kegiatan ini melibatkan 26 orang peserta dari BRI Danareksa Sekuritas dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini memberi dampak sosial karena membuka lapangan kerja lokal dalam proses perawatan dan monitoring.

program penanaman pohon brids bri danareksa sekuritas

Karbon Terserap dari Penanaman 1.000 Pohon Mangrove

Penanaman ini memiliki estimasi penyerapan karbon sebesar 41,64 kg CO₂eq pada periode berjalan. Nilai ini dihitung melalui layanan Carbon Projection dari LindungiHutan yang membantu brand memahami dampak karbon dari aksi penghijauan.

Untuk estimasi lima tahun ke depan, digunakan literatur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Satu pohon mangrove Rhizophora mampu menyerap sekitar 8 kg CO₂e per tahun.

Dengan 1.000 pohon, proyeksi penyerapan karbon dapat mencapai 40 ton CO₂eq dalam lima tahun. Nilai ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Data proyeksi karbon sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam pelaporan ESG, CSR, dan komunikasi keberlanjutan. BRIDS dapat menggunakannya untuk menunjukkan dampak lingkungan yang terukur.

Manfaat Mangrove bagi Ekosistem dan Masyarakat

Mangrove Rhizophora memiliki kemampuan meredam gelombang dan menahan abrasi. Akar tunjangnya menangkap sedimen sehingga membentuk daratan baru secara alami.

Hutan mangrove juga menjadi habitat penting berbagai spesies ikan, udang, kepiting, dan burung pesisir. Keberadaannya mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.

Dari sisi ekonomi, bagian pohon mangrove seperti kulit dan kayunya dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi. Ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

Mangrove juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 1, 8, 13, dan 15. Lingkungan yang sehat akan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

Komitmen BRI Danareksa Sekuritas terhadap Ketahanan Pesisir dan Lingkungan

BRI Danareksa Sekuritas menegaskan bahwa aksi kolektif diperlukan untuk menjaga kawasan pesisir. Pelaksanaan penanaman 1.000 mangrove menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pantai Tangerang.

kegiatan penanaman pohon bri danareksa sekuritas desa sukawali
program penanaman pohon bri danareksa sekuritas di desa sukawali

Plt. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa mangrove adalah aset ekologis penting. Aksi ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam mengurangi abrasi dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Perwakilan komunitas pesisir Sukawali juga menyampaikan apresiasi. Mereka menilai bahwa dukungan BRI Danareksa Sekuritas mempercepat upaya rehabilitasi dan perlindungan pemukiman dari gelombang pasang.

Inisiatif ini menjadi contoh kolaborasi yang kuat antara perusahaan, masyarakat, dan LindungiHutan. Semakin banyak pihak terlibat, BRI Danareksa Sekuritas yakin akan semakin cepat pemulihan pesisir dapat terwujud.

Baca Juga: Dedikasi untuk Negeri: Bank Indonesia Dukung LindungiHutan Tanam 20.000 Pohon Bakau

Ayo Berkolaborasi dalam Gerakan Penanaman Pohon

Penanaman 1.000 mangrove oleh BRIDS Peduli di Desa Sukawali adalah langkah nyata dalam menjaga pesisir Tangerang. Kegiatan ini tidak hanya menghijaukan kembali kawasan yang rusak, tetapi juga memperkuat ekonomi dan ketahanan masyarakat.

Upaya ini menjadi contoh kolaborasi yang berdampak antara perusahaan, masyarakat, dan LindungiHutan. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat pula ekosistem pesisir Pulau Jawa dapat pulih.

Untuk Anda yang ingin menginisiasi program penanaman pohon atau membuat kampanye serupa, Anda dapat mengunjungi halaman kampanye alam BRI Danareksa Sekuritas.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan