Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Gajah Sumatera: Konservasi, Habitat di Taman Nasional Way Kambas, dan Upaya Reforestasi

109
×

Gajah Sumatera: Konservasi, Habitat di Taman Nasional Way Kambas, dan Upaya Reforestasi

Share this article
gajah-sumatera:-konservasi,-habitat-di-taman-nasional-way-kambas,-dan-upaya-reforestasi
Gajah Sumatera: Konservasi, Habitat di Taman Nasional Way Kambas, dan Upaya Reforestasi

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) adalah salah satu subspesies gajah Asia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Sumatera. Namun, populasinya terus menurun akibat perusakan habitat dilakukan oleh oknum masyarakat. Padahal, sebagai spesies kunci dalam ekosistem, keberadaan mereka sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam.

Untuk membahas lebih dalam tentang kondisi Gajah Sumatera, LindungiHutan menghadirkan dua pakar lingkungan dalam webinar Green Skilling. Mereka adalah Sukatmoko, Humas Taman Nasional Way Kambas dan Sugiyo, Koordinator Lapangan dari Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP).

Example 300x600

Kedua pakar ini membahas berbagai aspek penting, mulai dari habitat Gajah Sumatera, peran hutan dan pohon endemik, hingga upaya konservasi yang telah dilakukan di Taman Nasional Way Kambas. Penasaran dengan pandangan mereka? Simak selengkapnya!

Habitat Gajah Sumatera dan Peran Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terletak di Provinsi Lampung merupakan salah satu kawasan konservasi utama bagi Gajah Sumatera. TNWK memiliki luas sekitar 1.300 km² dan menjadi rumah bagi ratusan satwa liar termasuk gajah yang direhabilitasi serta dilindungi dari ancaman perburuan liar.

Habitat gajah tidak hanya hutan daratan tetapi juga seperti rawa-rawa. Way kambas terdiri dari beberapa ekosistem seperti hutan hujan dataran rendah, hutan rawa mangrove, ekosistem pantai, dan ekosistem riparian.

Melalui survei DNA kotoran gajah tahun 2010, diperkirakan terdapat 240 individu gajah Sumatera di TNWK. Sementara melalui perhitungan langsung pada 2020 jumlahnya hanya sekitar 180-200 individu.

Sebagai pusat konservasi, TNWK memiliki beberapa program unggulan, salah satunya adalah Pusat Konservasi Gajah (PKG). Program ini berfungsi sebagai tempat pelatihan gajah, rehabilitasi, serta penelitian untuk menjaga keberlangsungan spesies ini. Selain itu, upaya monitoring satwa liar menggunakan kamera trap dna patroli rutin dilakukan untuk mengawasi pergerakan satwa.

TNWK juga berperan sebagai lokasi penelitian bagi berbagai lembaga dan akademisi yang tertarik untuk memahami lebih dalam perilaku serta kebutuhan ekologis Gajah Sumatera. 

Ditengah maraknya permintaan komoditas terhadap satwa, manusia banyak melakukan akses ilegal untuk mendapatkannya. Mereka melakukan perburuan liar yang memikiki dampak bagi satwa. Pernah suatu kasus gajah sumatera yang terjerat sehingga gajah tersebut terpaksa harus dipotong belalainya.  

Baca juga: Taman Nasional Way Kambas, Profil Lokasi Penanaman Pohon LindungiHutan Bantu Konservasi Gajah Sumatera

Peran Hutan dan Pohon Endemik Sumatera bagi Kelangsungan Hidup Gajah

Hutan Sumatera menyimpan berbagai jenis pohon endemik yang menjadi habitat baru bagi satwa khususnya Gajah Sumatera. Beberapa di antaranya adalah pohon meranti (Shorea spp.), laban (Vitex pinnata), medang (Litsea spp.), puspa, meranti, nipah, mangrove api-api, gaharu, kantong semar, dan lainnya. Pohon-pohon ini juga berfungsi sebagai pembatas alami agar gajah tetap berada di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan tidak masuk ke area pemukiman manusia.

Selain itu, pohon endemik juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akarnya membantu mencegah erosi tanah, sementara tajuknya memberikan keteduhan dan menciptakan mikrohabitat bagi berbagai spesies lainnya. 

Jika pohon-pohon ini hilang akibat deforestasi atau perambahan lahan, habitat gajah akan terganggu. Mereka akan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan, yang berisiko mendorong mereka keluar dari hutan dan menimbulkan konflik dengan manusia. Dengan menanam pohon sama artinya dengan menjaga keberlangsungan hidup Gajah Sumatera dan keseimbangan ekosistem di TNWK.

Baca juga: Implementasi SDGs Lingkungan Bersama LindungiHutan

Upaya Penanaman Pohon Kembali di TNWK

Untuk mengatasi dampak deforestasi, berbagai pihak telah berupaya melakukan penanaman kembali pohon-pohon endemik di TNWK. Masyarakat sekitar, organisasi lingkungan, dan perusahaan turut serta dalam program penghijauan ini untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan. Dengan langkah ini, diharapkan habitat gajah yang rusak bisa pulih dan kembali menjadi tempat tinggal yang aman bagi mereka.

Taman Nasional Way Kambas dan masyarakat berupaya membangun sebuah arboretum yang bertujuan menjadi habitat bagi satwa, pembatas bagi satwa, dan salah satu pusat penelitian pohon endemik.

Mereka bekerja sama dengan LindungiHutan sebagai startup yang menjembatani dengan perusahaan dan komunitas untuk menanam kembali pohon-pohon yang hilang akibat kerusakan hutan dan mendukung pembangunan arboretum ini. Berkat kolaborasi ini, lahan yang dulunya gundul perlahan mulai menghijau kembali.

Sejumlah perusahaan telah berkontribusi dalam program penghijauan ini, di antaranya:

Kontribusi dari berbagai pihak ini tidak hanya berdampak positif bagi kelestarian Gajah Sumatera, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. 

Dengan kembalinya fungsi hutan, warga yang bergantung pada ekosistem TNWK juga akan merasakan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

Baca juga: Prosesnya Cepet, Cukup 2 Minggu! Pengalaman Kolaborasi National Label dengan LindungiHutan

Menjaga Gajah Sumatera, Menjaga Masa Depan

Pelestarian Gajah Sumatera bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas lokal, tetapi juga membutuhkan dukungan dari sektor bisnis dan masyarakat luas. Gajah tidak bisa bertahan tanpa habitat yang sehat, dan habitat mereka tidak akan lestari tanpa adanya pohon-pohon endemik yang mendukung ekosistem.

Dengan mendukung upaya konservasi, seperti penanaman pohon dan perlindungan habitat, kita ikut menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan keberadaan spesies ini untuk generasi mendatang. Mari bersama-sama melindungi Gajah Sumatera dan habitatnya. Karena menjaga alam bukan hanya tentang melestarikan satwa liar, tetapi juga tentang menjaga masa depan kita sendiri!

LindungiHutan Menanam Lebih dari 900 RIBU Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan