LindungiHutan Insight
- 5 cara menurunkan nilai cod air limbah: Ozonisasi, filtrasi, bahan kimia, Elektrokoagulasi, ion exchange
- Mengapa penting? Kurangi risiko sanksi lingkungan, reputasi perusahaan, efisiensi operasional, ESG
- Pendekatan Berbasis alam: Sedimentasi, sistem aerasi, filter biologis, mikroorganisme, lahan basah buatan
COD atau Chemical Oxygen Demand merupakan parameter penting dalam pengukuran kualitas air limbah, yang sering digunakan dalam berbagai industri. Namun, banyak industri yang telah melakukan pengolahan limbah, tetapi belum optimal dalam menurunkan kadar COD.
Nilai COD yang tinggi pada air limbah dapat mencemari perairan. Oleh karena itu, industri harus menerapkan strategi pengolahan limbah yang efektif, agar nilai COD turun.
Beberapa metode yang umum digunakan industri untuk menurunkan nilai COD antara lain:
1. Teknologi Ozonisasi
Metode ini menggunakan ozon (O₃), untuk mengoksidasi dan menghilangkan senyawa kimia yang terkandung dalam air limbah. Teknologi ini tidak memerlukan bahan kimia tambahan, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman, sebagaimana dilansir dari pengolahlimbahcair.
2. Teknologi Filtrasi
Metode ini juga tidak membutuhkan bahan kimia sehingga aman untuk lingkungan. Dilansir dari adywater, metode ini menggunakan media pasir silika, karbon aktif, dan membran ultrafiltrasi untuk menyaring partikel padat seperti logam berat.
3. Penggunaan Bahan Kimia Koagulan dan Flokulan
Metode ini menggunakan bahan kimia yaitu koagulan dan flokulan, yang dapat mengikat bahan organik dan anorganik sehingga membentuk flok yang lebih besar dan mudah diendapkan.
Koagulan dan flokulan membantu mengendapkan partikel-partikel halus yang tidak bisa dipisahkan dengan metode fisik.
Penggunaan bahan kimia memang tidak ramah lingkungan. Namun, dilansir dari greenchem, metode ini membantu menurunkan nilai COD pada air limbah industri secara signifikan.
4. Elektrokoagulasi
Dilansir dari chandradaya-investasi, metode ini tidak menggunakan bahan kimia, tetapi menggunakan listrik. Listrik pada metode ini, dapat menghilangkan logam berat dan kontaminan lainnya pada air limbah.
5. Ion Exchange
Metode ini mengganti ion berbahaya seperti logam berat dengan ion yang lebih aman. Dilansir dari chandra-asri, metode ini menggunakan resin khusus pertukaran ion yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Mengapa Pengendalian COD Penting bagi Industri?
Pengendalian COD tidak hanya berkaitan dengan kualitas lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada aspek bisnis. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh industri antara lain:
1. Mengurangi Risiko Sanksi Lingkungan
Mengolah limbah secara efektif dengan memenuhi baku mutu nilai COD, dapat terhindar dari risiko hukum dan sanksi lingkungan.
Sanksi regulasi jika industri tidak memenuhi baku mutu COD atau bahkan melebihinya, tertera pada peraturan LHK nomor 14 tahun 2024, antara lain sanksi administratif berupa teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha atau industri. Terdapat juga denda administratif hingga pidana lingkungan.
2. Menjaga Reputasi Perusahaan
Mengolah limbah secara efektif, sebagai salah satu dukungan keberlanjutan bagi industri dengan mendapatkan citra positif masyarakat karena limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.
3. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Mengolah limbah secara efektif, dapat membantu dalam menekan biaya operasional jangka panjang. Contohnya, seperti yang dijelaskan melalui hijausemestamaju, limbah dapat diubah menjadi sumber daya baru.
Selain itu, mengolah limbah dengan sistem yang tertata juga dapat membantu proses produksi lebih berjalan efisien dan berkelanjutan.
4. Mendukung Target Keberlanjutan (ESG)
Mengolah limbah secara efektif dapat mendukung target keberlanjutan (ESG) seperti mengurangi emisi dan jejak karbon.
Pelaporan data limbah yang telah diolah secara efektif, juga berpengaruh terhadap indikator penilaian ESG.
Dilansir dari samidiudaya, beberapa industri ini telah menerapkan metode sebagai strategi efektif dalam pengolahan limbah untuk menurunkan nilai COD.
1. Industri Batubara
Memonitoring air limbah dari proses coal washing (pencucian batubara untuk menghilangkan kotoran) dan stockpile runoff (air limpasan batubara akibat hujan).
2. Industri Tekstil
Menurunkan nilai COD dengan mengukur beban pencemar dari proses dyeing (pewarnaan) dan finishing.
3. Industri Makanan
Sebagai Industri yang menghasilkan limbah organik tinggi, pengolahan biologis menjadi cara untuk menurunkan nilai COD.
Baca juga: Download Ebook Program CSR Industri Makanan dan Minuman
4. Industri Kimia
Sebagai industri yang menghasilkan limbah senyawa kompleks, teknologi advanced oxidation (oksidasi lanjut dengan oksidator kuat) menjadi cara untuk menurunkan nilai COD.
Pendekatan Berbasis Alam untuk Mendukung Penurunan Nilai COD
Pada strategi ini, lebih ditekankan pada upaya menurunkan nilai COD di perairan yang telah tercemar akibat pembuangan limbah yang tidak diolah dengan baik. Strategi ini bisa menjadi kontribusi industri untuk menurunkan nilai COD sebagai upaya mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dilansir dari greenchem,berikut pendekatan berbasis alam tersebut:
1. Sedimentasi
Proses ini membantu menurunkan nilai COD dengan membuang kontaminan seperti partikel besar dan padatan tersuspensi yang lebih mudah diendapkan.
2. Sistem Aerasi
Memasukkan oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air sehingga mempercepat dekomposisi bahan organik.
3. Mikroorganisme
Mikroorganisme membantu menguraikan bahan organik yang tersisa dengan memakannya.
4. Filter Biologis
Filter biologis yang diisi dengan media berpori dapat menampung koloni mikroorganisme untuk memproses bahan organik lebih lanjut.
5. Lahan Basah Buatan
Menggunakan tumbuhan air dan mikroorganisme untuk menyaring serta memproses kontaminan dalam air secara alami.

Optimalkan Pengelolaan Lingkungan Bersama LindungiHutan
Sebagai bagian dari implementasi pendekatan berbasis alam, industri dapat berkontribusi menjaga kualitas lingkungan melalui program penanaman pohon yang terencana.
LindungiHutan membantu industri menerapkan Nature-based Solutions (NbS) secara terukur melalui program SustainabiliTree dengan dampak nyata dan pelaporan yang transparan.
Mulai program SustainabiliTree, industri dapat berkontribusi, tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen keberlanjutan yang dapat dikomunikasikan kepada publik maupun dicantumkan dalam laporan CSR/ESG.
Hingga saat ini, LindungiHutan telah menanam lebih dari 1,2 juta pohon di 40+ lokasi bersama 600+ brand, perusahaan, mitra hijau, dan sahabat alam, di seluruh Indonesia.
Baca juga: SustainabiliTree: Penanaman Pohon di Lokasi Perusahaan & Program Non-Planting







