Tim MyFundAction di Mesir berfoto bersama anak-anak penerima manfaat dalam kegiatan penyaluran bantuan makanan dan aktivitas bermain di Kairo, Mesir, Rabu (7/10/2026)
KAIRO — Tim MyFundAction di Mesir menyalurkan bantuan makanan kepada 500 penerima manfaat pengungsi Palestina di Kairo, Mesir, Rabu (7/10/2026). Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan kemanusiaan tersebut juga menghadirkan aktivitas bermain dan mewarnai yang diikuti 90 anak sebagai bagian dari dukungan sosial dan psikologis bagi penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 orang menerima makan bersama atau hot meals. Sementara itu, anak-anak mengikuti aktivitas bermain dan mewarnai yang dirancang sebagai ruang interaksi serta memberikan pengalaman positif di tengah situasi yang dihadapi masyarakat terdampak konflik.
Branch Manager MyFundAction Indonesia Rimanda Putra. mengatakan penyaluran bantuan di Mesir menjadi bagian dari upaya MyFundAction untuk merespons kebutuhan pengungsi Palestina secara lebih menyeluruh.
“Bantuan makanan memang menjadi kebutuhan yang langsung dirasakan penerima manfaat. Namun, kami juga ingin menghadirkan ruang yang membuat anak-anak bisa bermain, berinteraksi, dan mendapatkan pengalaman yang positif. Karena itu, kegiatan ini kami hadirkan tidak hanya dalam bentuk pemberian makanan,” ujar Rimanda melalui keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Mesir menjadi salah satu negara yang menjadi tempat berlindung bagi masyarakat terdampak konflik, termasuk pengungsi Palestina. Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan di negara tersebut terus berkembang dan membutuhkan respons yang menyesuaikan keadaan penerima manfaat.
Sebelumnya, MyFundAction juga melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir untuk membahas kondisi pengungsi di Mesir, termasuk masyarakat Palestina. Pertemuan tersebut turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kebutuhan bantuan dan situasi kemanusiaan yang dihadapi masyarakat terdampak.
Kolaborasi BSI Maslahat dan MyFundAction Indonesia dalam kegiatan kemanusiaan di Mesir menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat bantuan bagi pengungsi Palestina. Melalui sinergi ini, penyaluran bantuan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kebutuhan sosial anak-anak melalui aktivitas bermain dan mewarnai. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat terdampak konflik, sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Indonesia dalam aksi kemanusiaan lintas negara.
Menurut Rimanda, bantuan kemanusiaan perlu diarahkan pada kebutuhan penerima manfaat yang terus berubah. Untuk itu, penyaluran bantuan tidak hanya dipandang sebagai respons terhadap kebutuhan darurat, tetapi juga sebagai bagian dari proses dukungan yang berkelanjutan.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat tidak selalu berhenti pada saat bantuan darurat tersalurkan. Kondisi di lapangan terus berubah, sehingga bentuk bantuan juga perlu menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat, termasuk kebutuhan anak-anak untuk mendapatkan dukungan sosial dan ruang interaksi,” katanya.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui MyFundAction Indonesia bersama BSI Maslahat dan dukungan masyarakat Indonesia yang turut berkontribusi dalam aktivitas kemanusiaan.
Selain bantuan pangan dan aktivitas ramah anak, kegiatan di Kairo menjadi bagian dari aktivitas kemanusiaan MyFundAction Indonesia di Mesir yang menyasar komunitas penerima manfaat dan pengungsi, termasuk masyarakat Palestina yang berada di negara tersebut.
MyFundAction Indonesia berupaya menjaga agar penyaluran bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan. Pendekatan tersebut juga mencakup perhatian terhadap aspek sosial, khususnya bagi anak-anak yang berada dalam lingkungan terdampak konflik.
“Kami ingin setiap bantuan yang diberikan benar-benar memiliki manfaat bagi penerima. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan serta tersedianya ruang untuk bermain dan berinteraksi, kami berharap bantuan tersebut memberi dampak yang lebih utuh bagi anak-anak,” tutup Shinto.







