Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Program REAL Perkuat Kompetensi Energi Terbarukan di Bali dan NTB

webmaster
7
×

Program REAL Perkuat Kompetensi Energi Terbarukan di Bali dan NTB

Share this article
program-real-perkuat-kompetensi-energi-terbarukan-di-bali-dan-ntb
Program REAL Perkuat Kompetensi Energi Terbarukan di Bali dan NTB
Peserta menyimak pemaparan materi mengenai standar operasional pelayanan pelanggan dalam Community Organization & Management Training program Renewable Energy for the Last Mile (REAL) yang diselenggarakan oleh SRE Indonesia.

NUSA TENGGARA BARAT — Lebih dari 117 sistem mini-grid pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) telah dikembangkan di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperluas akses energi bagi masyarakat. Namun, keberadaan infrastruktur tersebut juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang mampu menjalankan operasi, pemeliharaan, dan tata kelola pembangkit agar sistem tetap berfungsi.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia bersama Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) menggelar pelatihan bagi 37 peserta melalui program Renewable Energy Access for the Last Mile (REAL). Kegiatan yang berlangsung pada 28 September–9 Oktober 2026 di Bali dan NTB ini dirancang untuk memperkuat kapasitas teknis sekaligus pengelolaan sistem energi terbarukan berbasis masyarakat.

Example 300x600

Pelatihan tersebut terbagi menjadi tiga jalur, yakni operasi dan pemeliharaan PLTS, operasi dan pemeliharaan PLTMH, serta Community Organization & Management Training. Dari total peserta, sebanyak 12 orang mengikuti jalur PLTS, 11 orang mengikuti jalur PLTMH, dan 14 orang mengikuti pelatihan pengelolaan organisasi dan komunitas.

Adapun berdasarkan asal daerahnya, 22 peserta berasal dari Pulau Lombok, sedangkan 15 peserta lainnya berasal dari Pulau Sumbawa. Keterwakilan perempuan mencapai sekitar 32 persen. Para peserta juga memiliki latar belakang beragam, mulai dari guru sekolah menengah kejuruan, dosen dan akademisi, praktisi energi terbarukan, hingga pendamping dan pengelola organisasi masyarakat.

Pelaksanaan pelatihan dibagi ke dalam dua lokasi sesuai jalur yang diikuti. Pelatihan dan sertifikasi operasi serta pemeliharaan PLTS berlangsung di Jimbaran, Bali, pada 28 September–2 Oktober 2026. Sementara itu, pelatihan operasi dan pemeliharaan PLTMH serta pengelolaan organisasi dan komunitas dilaksanakan di Mataram, NTB, pada 5–9 Oktober 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, SRE Indonesia berkolaborasi dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Selain itu, materi organisasi dan manajemen komunitas melibatkan Research and Development for Societal Impact (RDSI), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Peserta mengikuti sesi praktik lapangan dalam Micro-Hydropower Plant Operation and Maintenance Training and Certification program Renewable Energy for the Last Mile (REAL) yang diselenggarakan oleh SRE Indonesia di Bali

Melalui jalur teknis, peserta mempelajari pengoperasian pembangkit, pemeliharaan, keselamatan kerja, dan penanganan gangguan. Sementara itu, jalur pengelolaan komunitas membahas tata kelola, pengelolaan keuangan, pelibatan pemangku kepentingan, serta fasilitasi masyarakat. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari pendekatan Training of Trainers (ToT), yang bertujuan membangun jejaring pelatih dan pendamping lokal agar pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada operator serta pengelola sistem energi terbarukan.

Country Director Indonesia GEAPP Rizky Fauzianto mengatakan, “Perluasan akses energi terbarukan membutuhkan kapasitas lokal yang kuat agar sistem dapat terus beroperasi secara efektif dalam jangka panjang. Melalui program REAL, kami bekerja bersama para mitra untuk memperkuat kemampuan teknis maupun manajerial yang dibutuhkan di tingkat komunitas, sekaligus membangun jejaring pelatih yang dapat terus meneruskan pengetahuan tersebut secara lokal. Pendekatan ini membantu memastikan sistem energi terbarukan didukung oleh keterampilan, kelembagaan, dan kepemilikan lokal yang diperlukan untuk memberikan manfaat jangka panjang.”

Selain menyelenggarakan pelatihan, program REAL mencakup pemetaan kondisi pembangkit dan pemangku kepentingan, kajian model bisnis dan studi kelayakan, serta penyusunan rekomendasi rehabilitasi sistem energi terbarukan. Khusus di NTB, program ini berfokus pada sembilan sistem, yang terdiri atas lima PLTMH dan empat PLTS di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Sejalan dengan tujuan tersebut, Chairperson SRE Indonesia Reiner Nathaniel mengatakan, “Harapannya, keberadaan pelatih dan pendamping lokal yang telah dibekali kompetensi teknis, manajemen, dan kemasyarakatan secara terintegrasi dapat menjadi kunci bagi keberlanjutan sistem mini-grid di Nusa Tenggara Barat.”