Teknologi

Meta Perketat Keamanan, AI Kini Bisa Deteksi Usia Lewat Struktur Tulang Pengguna

2
meta-perketat-keamanan,-ai-kini-bisa-deteksi-usia-lewat-struktur-tulang-pengguna
Meta Perketat Keamanan, AI Kini Bisa Deteksi Usia Lewat Struktur Tulang Pengguna

Foto: Meta

Teknologi.id  Raksasa teknologi Meta secara resmi meluncurkan pembaruan besar pada sistem keamanan penggunanya dengan menghadirkan teknologi bertenaga kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis wajah pengguna remaja. Langkah ini merupakan upaya terbaru Meta untuk mematuhi regulasi ketat terkait verifikasi usia di Uni Eropa, Brasil, dan Amerika Serikat, guna memastikan pengguna di bawah umur mendapatkan perlindungan yang sesuai.

Meta menegaskan bahwa teknologi ini bertujuan untuk memperkirakan usia berdasarkan fitur visual, namun perusahaan menekankan bahwa sistem tersebut tidak sama dengan pengenalan wajah (facial recognition) yang mengidentifikasi identitas spesifik individu.

Baca juga: Instagram Batasi Akun Repost, Konten Original Kreator Kini Diprioritaskan

Analisis Visual: Membaca Struktur Tulang dan Postur

Selama ini, Meta telah menggunakan AI untuk mencari petunjuk usia melalui data tekstual dan konteks profil, seperti unggahan perayaan ulang tahun atau penyebaran informasi jenjang sekolah di kolom komentar dan bio. Namun, kini Meta memperluas kapabilitas tersebut ke ranah analisis visual pada foto dan video yang diunggah pengguna.

Teknologi baru ini memungkinkan AI untuk memindai petunjuk visual yang mungkin terlewatkan oleh analisis teks. AI akan melihat tema umum dan isyarat visual, seperti tinggi badan atau struktur tulang, untuk memperkirakan rentang usia umum seseorang. Dengan menggabungkan wawasan visual ini dengan analisis teks dan interaksi, Meta mengklaim dapat secara signifikan meningkatkan jumlah akun di bawah umur yang diidentifikasi dan dihapus dari platform.

Ekspansi “Teen Accounts” dan Perlindungan Proaktif

Foto: Meta

Salah satu fokus utama dari teknologi ini adalah untuk secara otomatis menempatkan pengguna yang terdeteksi sebagai remaja ke dalam fitur Teen Accounts. Sejak tahun 2024, Meta telah mendaftarkan ratusan juta remaja ke dalam sistem ini, yang secara otomatis membatasi siapa saja yang bisa menghubungi mereka serta menyaring konten yang mereka lihat.

Setelah sukses diluncurkan di AS, Australia, Kanada, dan Inggris, Meta kini memperluas teknologi ini ke 27 negara di Uni Eropa dan Brasil. Selain itu, untuk pertama kalinya, fitur perlindungan proaktif ini juga akan hadir di Facebook di Amerika Serikat, yang kemudian akan diikuti oleh peluncuran di Inggris dan Uni Eropa pada Juni mendatang. Jika sistem mendeteksi adanya ketidaksesuaian usia, misalnya pengguna mencoba mengubah tanggal lahir dari bawah 18 menjadi di atas 18 tahun, Meta akan mewajibkan verifikasi identitas menggunakan tanda pengenal resmi atau alat estimasi usia wajah dari Yoti.

Baca juga: Instagram Perbarui Fitur Insights, Kreator Kini Bisa Tahu Alasan Konten Sepi Views

Mendorong Tanggung Jawab ke App Store

Meskipun berinvestasi besar-besaran pada teknologi verifikasi mandiri, Meta kembali menyuarakan seruan agar tanggung jawab hukum terkait verifikasi usia diserahkan kepada penyedia toko aplikasi (app store) seperti Apple App Store dan Google Play Store.

Meta berpendapat bahwa verifikasi di tingkat sistem operasi atau toko aplikasi akan lebih konsisten, terpusat, dan menjaga privasi dibandingkan mewajibkan setiap pengembang aplikasi individu untuk mematuhi aturan yang berbeda-beda. Strategi ini diklaim mendapatkan dukungan luas, di mana sekitar 88% orang tua di Amerika Serikat setuju bahwa verifikasi usia seharusnya dilakukan saat pertama kali mengunduh aplikasi melalui toko resmi.

Edukasi dan Keterlibatan Orang Tua

Foto: Meta

Selain pendekatan teknis, Meta juga mulai mengirimkan notifikasi kepada orang tua di Facebook dan Instagram mengenai cara memantau serta mengonfirmasi usia anak-anak mereka. Notifikasi ini mencakup tips untuk membangun percakapan konstruktif tentang pentingnya kejujuran dalam mencantumkan usia secara daring.

Meta menyatakan bahwa penggunaan AI dalam meninjau laporan akun di bawah umur terbukti memberikan akurasi yang lebih tinggi dan resolusi yang lebih cepat dibandingkan tinjauan manusia saja. Melalui berbagai lapisan pengamanan ini, Meta berharap dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman dan positif bagi kaum muda sesuai dengan batasan usia yang telah ditetapkan.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(yna/sa)

Exit mobile version