
Foto: Qasem Elhato via AP
Teknologi.id – Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) masih menyelidiki penyebaran wabah hantavirus di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius. Penyelidikan dilakukan setelah muncul dugaan penularan virus antarmanusia selama pelayaran.
Direktur Epidemi dan Kesiapan Pandemi WHO, Maria van Kerkhove, mengatakan pihaknya tengah mendalami sumber penyebaran wabah tersebut. MV Hondius diketahui berlayar dari Argentina menuju Antartika dan sejumlah kepulauan di Atlantik Selatan.
Hingga Rabu (6/5/2026), kapal itu masih berada di lepas pantai Praia, Tanjung Verde. Ratusan penumpang dilaporkan masih menjalani isolasi di dalam kapal sambil menunggu keputusan dari pihak berwenang.
Baca juga: 4 Cara Melihat Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus, Ternyata Masih Bisa Dibaca
Tidak Ditemukan Tikus di Dalam Kapal
Foto: Pixabay
WHO menyebut hantavirus umumnya menular melalui hewan pengerat. Namun, tidak ditemukan tikus di dalam kapal saat wabah terjadi. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya penularan antarmanusia selama pelayaran berlangsung.
Maria van Kerkhove juga menyatakan virus kemungkinan berasal dari seseorang yang sudah terinfeksi sebelum naik kapal di Argentina.
Pemerintah Argentina dilaporkan telah melakukan pelacakan terkait kasus tersebut. Sebelumnya, negara itu sempat mengalami wabah hantavirus yang menewaskan 28 orang pada 2025.
Otoritas Argentina menyatakan tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala ketika MV Hondius memulai perjalanan. Meski begitu, gejala penyakit akibat hantavirus disebut dapat muncul hingga delapan pekan setelah penularan.
Baca juga: Kenapa Salah Ketik Disebut Typo? Ini Sejarah dan Penjelasan Ilmiahnya
Tujuh Kasus Terdeteksi di MV Hondius
Per Selasa (5/5/2026), WHO mencatat terdapat tujuh kasus hantavirus di MV Hondius. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu jenazah masih berada di dalam kapal.
WHO juga menyebut satu penumpang berada dalam kondisi kritis dan kini dirawat secara terisolasi di rumah sakit di Afrika Selatan. Sementara itu, tiga penumpang lain dilaporkan mengalami gejala ringan.
Salah satu penumpang, Qasem Elhato, mengatakan para penumpang berusaha menjalani aktivitas seperti biasa sembari menunggu proses evakuasi.
“Hari-hari kami seperti normal, sekadar menunggu otoritas untuk menemukan solusi,” kata Elhato, dikutip Associated Press.
“Namun, semangat kami tinggi dan kami menyibukkan diri dengan membaca, menonton film, minum minuman panas, dan hal-hal lain.”
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)
