Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Pulihkan Ekosistem Mangrove Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang

10
×

Pulihkan Ekosistem Mangrove Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang

Share this article
pulihkan-ekosistem-mangrove-desa-mekarsari,-kecamatan-panimbang
Pulihkan Ekosistem Mangrove Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang

LindungiHutan Insight

  • Ekosistem mangrove Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang mengalami kerusakan imbas bencana tsunami 2018 silam dan alih fungsi lahan mangrove
  • LindungiHutan membuka kesempatan kerja sama untuk berkontribusi langsung dalam pemulihan melalui kampanye alam
  • Penanaman mangrove sebagai langkah awal untuk perlindungan dan pelestarian ekosistem mangrove serta lingkungan pesisir

Ekosistem mangrove di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten mengalami kerusakan imbas bencana tsunami 2018 silam dan alih fungsi lahan mangrove menjadi area tambak dan pembangunan industri.

Wilayah pesisir barat Pandeglang termasuk Kecamatan Panimbang, menjadi salah satu daerah yang terkena dampak tsunami paling parah.

Example 300x600

Untuk melindungi ekosistem mangrove di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, maka di rencanakanlah program penanaman pohon mangrove.

Penyebab Kerusakan Ekosistem Mangrove, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang

Pada 22 Desember 2018 silam, terjadi bencana tsunami di Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Gelombang tsunami menghantam pesisir Banten. Kecamatan Panimbang, menjadi salah satu daerah yang terkena dampak paling parah.

Ketinggian gelombang tsunami yang mencapai satu hingga enam meter dengan jangkauan genangan mencapai 200 meter dari garis pantai, turut menghantam ekosistem mangrove di pesisir Banten. Akibatnya sebagian vegetasi bakau mengalami kerusakan.

Penyebab lainnya adalah, alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak ikan dan garam yang menyebabkan penyusutan hingga 180-an meter. Selain itu, lahan mangrove juga dialihkan menjadi kawasan industri seperti villa, hotel, hingga tambang galian c.

Kecamatan Panimbang juga terancam oleh pembangunan infrastruktur pemerintah, karena kecamatan ini termasuk lokasi kawasan ekonomi khusus atau KEK.

Kerusakan ekosistem mangrove menyebabkan populasi biota laut seperti kepiting bakau di kawasan tersebut ikut menurun. Hal tersebut berdampak juga pada penghasilan nelayan, yang merupakan profesi masyarakat Desa Mekarsari, Panimbang.

Jika sebelumnya para nelayan cukup berlayar di sekitar hutan mangrove untuk mendapatkan tangkapan, kini para nelayan harus berlaut cukup jauh untuk mendapatkan tangkapan yang lebih banyak, dengan konsumsi bahan bakar (bensin) yang lebih tinggi.

Selain itu, tanpa akar mangrove yang berfungsi memperkuat tanah pesisir, abrasi akibat hantaman gelombang laut menjadi ancaman nyata bagi lingkungan pesisir.

Menurunnya populasi biota laut seperti kepiting bakau, tidak hanya disebabkan oleh kerusakan ekosistem mangrove, tetapi juga perubahan iklim, sebagaimana disampaikan oleh seorang nelayan melalui Mongabay. Cuaca panas membuat kepiting lebih rentan mengalami stres hingga menyebabkan kematian.

Baca juga: Pulihkan Ekosistem: Budidaya Mangrove Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang

Profil Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten

Kabupaten Pandeglang memiliki luas wilayah 2.746,90 km2, dan terdiri dari 35 kecamatan, salah satunya Kecamatan Panimbang dengan luas wilayah 97,75 km2.

Kecamatan Panimbang terdiri dari 6 desa, salah satunya Desa Mekarsari dengan luas wilayah 23,1 km2, dan menjadi desa kedua terluas di Kecamatan Panimbang.

Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang

Desa Mekarsari berfokus pada pemberdayaan masyarakat, reforma agraria, dan pelestarian kawasan pesisir. Selain itu, masyarakatnya juga aktif dalam penanaman mangrove, seiring dengan salah satu mata pencaharian utama warga sebagai petani mangrove.

Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Banten

Selain sebagai petani mangrove, masyarakat Desa Mekarsari juga berprofesi sebagai nelayan yang menangkap kepiting bakau dan kerang, serta sebagai petani padi dengan luas kawasan pertaniannya mencapai 1.250 hektar.

Saat ini, ekosistem mangrove di kawasan ini terus terancam akibat alih fungsi lahan. Padahal, ratusan keluarga nelayan bergantung pada kelestariannya untuk mendapatkan tangkapan. Hasil tangkapan seperti kepiting bakau dan kerang, berpotensi dikembangkan menjadi UMKM hasil laut.

Sebelum mengalami kerusakan, ekosistem mangrove di desa ini merupakan objek wisata hutan mangrove yang telah berkembang dengan adanya pembangunan jalur tracking dan gazebo. Selain itu tersedia kegiatan penanaman serta edukasi tentang mangrove.

Melalui perencanaan program penanaman mangrove, hutan mangrove di Desa Mekarsari berpotensi dikembangkan kembali sebagai objek wisata.

Upaya Mitigasi: Penanaman Pohon Mangrove Untuk Pulihkan Ekosistem Mangrove Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang

Melihat kerusakan ekosistem mangrove di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, LindungiHutan kemudian menyusun rencana penanaman mangrove, sebagai langkah awal untuk perlindungan dan pelestarian ekosistem mangrove serta lingkungan pesisir.

Desa Mekarsari Panimbang Kabupaten Pandeglang, Banten

Penanaman akan dilakukan bersama Kelompok Pemerhati Lingkungan Pesisir dan Mangrove Alam Lestari, yang dipimpin oleh Pak Sanadi selaku mitra petani sekaligus nelayan yang kesehariannya menangkap lamis – sejenis kerang – ketika air surut.

Penanaman akan dilakukan di atas area seluas 5 hektar. Jenis tanaman mangrove yang dipilih yaitu mangrove Rhizophora. Mangrove Rhizophora dipilih karena manfaat ekologis yang terbukti, mulai dari menahan abrasi hingga memulihkan habitat laut.

Desa Mekarsari Panimbang Kabupaten Pandeglang Banten

Lokasi penanaman berada di tepi pantai sehingga kondisi area berlumpur. Oleh karena itu, peserta diwajibkan menggunakan kaos kaki dan sepatu. Area penanaman dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari titik kumpul dengan estimasi waktu 10-15 menit. 

Desa Mekarsari Panimbang

Di area penanaman tidak tersedia fasilitas lain selain area parkir yang terbatas, yaitu 3-4 mobil. Untuk fasilitas toilet, peserta perlu menuju rumah warga sekitar.

Melalui upaya penanaman ini, diharapkan ekosistem mangrove dapat pulih secara bertahap, sehingga kedepannya para nelayan dapat kembali menangkap kepiting bakau dan kerang di sekitar akar mangrove tanpa harus melaut jauh. 

Baca juga: Profil Penanaman Mangrove di Pulau Cangkir Desa Kronjo Tangerang

Memulihkan Ekosistem Mangrove Desa Mekarsari Bersama LindungiHutan

LindungiHutan membuka kesempatan bagi campaigner, brand, perusahaan, dan KOL, untuk berkontribusi langsung dalam pemulihan ekosistem mangrove Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, melalui kampanye alam, melalui link Desa Mekarsari ini.

Selain kampanye alam, LindungiHutan juga menyediakan program CorporaTree, CollaboraTree, dan SustainabiliTree untuk program penanaman pohon yang terstruktur, serta program donasi pohon untuk individu yang ingin berkontribusi.

Kontribusi yang diberikan tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen keberlanjutan yang dapat dikomunikasikan kepada publik maupun dicantumkan dalam laporan CSR/ESG perusahaan.

Hingga saat ini, LindungiHutan telah menanam lebih dari 1,2 juta pohon di 40+ lokasi bersama 600+ brand, perusahaan, mitra hijau, dan sahabat alam, di seluruh Indonesia.

Bantu Pulihkan Mangrove Desa Mekarsari dan Jaga Masa Depan Pesisir