Scroll untuk baca artikel
#Viral

Mereka Membuka Mumi dan Menemukan Buku Berusia 300 Tahun yang Tidak Dapat Dijelaskan oleh Siapa pun

2
×

Mereka Membuka Mumi dan Menemukan Buku Berusia 300 Tahun yang Tidak Dapat Dijelaskan oleh Siapa pun

Share this article
mereka-membuka-mumi-dan-menemukan-buku-berusia-300-tahun-yang-tidak-dapat-dijelaskan-oleh-siapa-pun
Mereka Membuka Mumi dan Menemukan Buku Berusia 300 Tahun yang Tidak Dapat Dijelaskan oleh Siapa pun

Ringkasan:

  • Pejabat Kroasia itu menemukan mumi kuno dengan buku Etruria misterius di dalamnya, membuat para peneliti bingung dengan bahasanya.

    Example 300x600
  • National Geographic mengonfirmasi bahwa Mumi Zagreb yang terbungkus linen memiliki tulisan Etruria yang penuh teka-teki yang disalahartikan sebagai hieroglif Mesir.

  • Liber Linteus, satu-satunya teks Etruria yang masih ada, sebagian besar masih belum dibaca, dan para ahli hanya menguraikan separuh isinya.

Saat seorang pejabat Kroasia menggali mumi Mesir yang dibelinya di Alexandria pada tahun 1848, ia menemukan sebuah buku yang ditulis dengan kain linen kuno yang belum pernah disaksikan oleh dunia sebelumnya dan masih belum terpecahkan oleh para peneliti yang bingung dengan misteri bahasa tersebut.

Penemuan Mengejutkan

Mumi Mesir kuno dibungkus dengan perban linen coklat dengan jimat putih kecil dipajang.

National Geographic memvalidasi bahwa Mumi Zagreb yang dibeli pada tahun 1848 dibungkus dengan kain linen dengan tulisan misterius yang disalahartikan oleh Egyptologist Heinrich Brugsch sebagai hieroglif Mesir.

Bahasanya Terungkap

Gulungan papirus Mesir kuno dengan tulisan aksara hierarkis ditampilkan di atas bantal putih.

Bahasa Etruria kuno di Italia pra-Romawi, yang ditemukan dalam aksara indah oleh ahli Mesir Kuno Austria Jakob Krall, yang dikenal pada tahun 1891, adalah bahasa misteri.

Buku Paling Langka

Tampilan jarak dekat dari buku tersebut

Ancient Origins menegaskan bahwa Liber Linteus -Linen Book of Zagreb- adalah teks Etruria terpanjang yang masih ada dan satu-satunya buku linen kuno yang masih ada.

Masih Sebagian Besar Belum Dibaca

Mumi Mesir kuno dengan dua gulungan papirus bertuliskan teks hieroglif.

Menurut SlashLore, teks tersebut memiliki 230 baris dalam 12 kolom, meskipun hanya lima puluh persen teks yang saat ini diuraikan oleh para ulama, dan sebagian besar teks masih belum dijelajahi.

Kalender Suci

Relief dinding Mesir kuno berwarna biru dan krem ​​​​yang menggambarkan dewa, perahu dengan sosok duduk, dan hieroglif.

Misteri Sejarah menegaskan buku tersebut sebagai kalender keagamaan yang menguraikan upacara dan persembahan kepada dewa-dewa Etruria dengan salah satunya adalah Nethuns, dewa air yang terkait dengan Neptunus.

Kencan Misteri

Fragmen manuskrip kuno yang terbakar dengan teks Sansekerta tulisan tangan di atas kertas coklat tua

Penanggalan karbon menunjukkan bahwa linen tersebut berasal dari tahun 390 SM menurut Wikipedia dengan prasasti Etruria yang ditulis antara tahun 200 dan 150 SM, di dekat Perugia, Italia modern.

Terpisah 2.000 Kilometer

Tangan dalam sarung tangan putih memegang tablet emas kuno dengan tulisan yang dipajang

National Geographic memvalidasi misteri terbesar tentang bagaimana sebuah buku Etruria yang berjarak kurang dari 2.000 kilometer di Italia sampai ke Mesir dan berakhir pada seorang wanita Mesir biasa.

Teori Pengungsi

Lukisan dinding kuno yang menggambarkan pria dan wanita menari, dikelilingi oleh burung dan pola dekoratif.

Menurut Ancient Origins, teori paling populer menunjukkan bahwa pengungsi Etrurialah yang menganut cara mumifikasi di Mesir dan menyimpan buku-buku agama Etruria.

Mesir Menyelamatkannya

Mural Mesir kuno yang menggambarkan dewa Anubis dan Horus di atas perahu, sosok duduk, musisi, binatang, dan hieroglif.

SlashLore memverifikasi cuaca kering di Mesir dan bahan pengering yang digunakan dalam mumifikasi telah secara tidak sengaja menciptakan lingkungan pelestarian yang ideal, sehingga dunia menjadi satu-satunya yang selamat dari buku-buku linen Etruria, yang hancur karena usia.

Masih Belum Terjawab

Sisa-sisa mumi manusia dipajang dalam kotak kaca di atas kain merah di lingkungan museum.

Museum Liber Linteus saat ini disimpan di Museum Arkeologi Zagreb, rumah kebanggaan bagi teka-teki linguistik terbesar dalam arkeologi, sebuah suara dari peradaban yang hilang, sebuah suara yang masih harus diterjemahkan.