Dalam menghadapi krisis iklim dan meningkatnya tuntutan global, perusahaan di Indonesia kini semakin sadar bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis.
Implementasi program keberlanjutan perusahaan yang terukur dan relevan menjadi salah satu kunci agar bisnis tetap kompetitif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Untuk mendorong langkah tersebut, LindungiHutan menggelar Dinner Gathering berbasis workshop CSR bertema “Try. Talk. Transform: Green Innovation for Real Business Impact” pada Kamis, 7 Agustus 2025 di Rumarasa Nusantara, Jakarta Selatan.
Acara santai berbasis workshop CSR ini dihadiri oleh 20 perwakilan perusahaan mitra dan dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dalam forum kolaborasi hijau yang inspiratif.
Membangun Jejaring Bisnis Berkelanjutan melalui CSR Indonesia
Dinner Gathering ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi sebuah workshop CSR interaktif yang menggabungkan pengenalan produk LindungiHutan dengan simulasi penyusunan program CSR Indonesia.
Peserta diperkenalkan dengan berbagai inovasi seperti CorporaTree, CollaboraTree, SustainaibiliTree, Imbangi for B2B, dan EducaTree, yang dirancang untuk membantu perusahaan mengintegrasikan sustainability business ke dalam strategi inti mereka.
Dalam sesi trial EducaTree, para peserta diajak untuk:
- Mengidentifikasi proyek lingkungan yang relevan
- Menentukan targeted value dan indikator keberhasilan
- Menyesuaikan solusi LindungiHutan dengan visi dan regulasi perusahaan
Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal laporan tahunan, tetapi strategi yang bisa diukur dan menghasilkan dampak nyata.
Menurut Dara, Event Officer LindungiHutan, acara ini menjadi salah satu kegiatan offline terbaik yang pernah mereka selenggarakan.
Bukan hanya karena jumlah peserta yang hadir, tetapi juga karena interaksi yang terbangun terasa hangat, penuh antusiasme, dan melahirkan banyak ide segar.
Setiap sesi, mulai dari registrasi hingga workshop CSR, berjalan dinamis dan menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar serius menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dari strategi bisnis mereka.
“Keaktifan peserta luar biasa. Awalnya beberapa peserta kurang antusias mengikuti workshop penyusunan rancangan CSR, tetapi begitu dimulai, mereka benar-benar serius dalam merancang, mulai dari menentukan value, tujuan kegiatan, hingga menghitung budget secara detail. Bahkan ada yang melanjutkan diskusi secara online untuk mematangkan perencanaan,” ungkapnya.
Bagi internal panitia, suasana kekeluargaan terasa kental. Lokasi yang nyaman dan kondusif semakin mendukung interaksi yang hangat dan produktif sepanjang workshop CSR berlangsung.
Dinamika Acara: Dari Registrasi hingga Ice Breaking
Acara dimulai dengan registrasi dan pembukaan sederhana. Tidak ada presentasi formal yang kaku, melainkan percakapan santai yang mengalir.
Setelah itu, dilakukan ice breaking yang melibatkan interaksi langsung antara klien dan panitia, termasuk saling melempar pertanyaan untuk mencairkan suasana.
Insight yang muncul dari peserta cukup beragam. Banyak di antara mereka yang awalnya tidak berkecimpung langsung di bidang CSR, misalnya dari divisi public relations, tetapi mendapatkan pemahaman praktis tentang bagaimana menyusun program CSR yang tepat sasaran.
“Mereka jadi tahu, ‘Oh, ternyata prosesnya seperti ini’, dan merasakan langsung bagaimana ide mereka diuji serta diimplementasikan,” kata Dara.
Acara ini dihadiri oleh berbagai mitra strategis LindungiHutan yang membawa perspektif berbeda sesuai dengan bidang usaha mereka. Beberapa di antaranya adalah:
- AXA Insurance
- Mandiri Utama Finance
- Esta Dana
- SERA
- HKI
- Indorelawan
- Narapati
- YPP SCTV Indosiar
- Seabank
- Kompas
- Tokio Marine Life
- Samir
Kehadiran lintas industri ini selaras dengan misi LindungiHutan yang menyediakan berbagai program CSR lingkungan berbasis penghijauan.
Program tersebut meliputi CorporaTree, CollaboraTree, SustainaibiliTree, Imbangi for B2B, dan EducaTree, yang dapat membantu perusahaan mengintegrasikan sustainability ke dalam strategi bisnis.
Selain itu, LindungiHutan juga menghadirkan program Green Skilling, sebuah inisiatif edukasi yang mencakup pelatihan CSR, pengelolaan limbah, kampanye lingkungan, hingga rehabilitasi ekosistem seperti mangrove.
Program ini memberi bekal praktis bagi perusahaan dalam melaksanakan proyek keberlanjutan secara nyata.
Kolaborasi yang pernah dilakukan LindungiHutan juga menunjukkan hasil konkret, seperti Citilink dengan 1.000 mangrove di Makassar dan Watsons Indonesia dengan 1.000 mangrove di Teluk Benoa, Bali.
Sementara itu, Gramedia dengan 250 pohon pinus di Gunung Andong dan Pertagas dengan program “Sedekah Pohon” di Semarang turut menjadi bukti nyata kontribusi bersama.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Solusi Hijau
Try. Talk. Transform: Filosofi Transformasi Bisnis
Tema acara ini mencerminkan pendekatan yang diusung LindungiHutan:
- Try – Mencoba solusi hijau melalui pengalaman langsung
- Talk – Berdialog terbuka tentang tantangan dan peluang
- Transform – Mengubah proses bisnis menjadi lebih berkelanjutan
Peserta pulang bukan hanya dengan wawasan baru, tetapi juga rencana aksi yang konkret. Beberapa perusahaan bahkan telah menjadwalkan tindak lanjut untuk mengimplementasikan solusi LindungiHutan dalam program CSR perusahaan mereka.
Relevansi acara ini juga diperkuat oleh berbagai penelitian akademik yang membuktikan bahwa inovasi hijau bukan hanya memberi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai dan daya saing perusahaan.
Studi yang dilakukan oleh Bina Nusantara University pada periode 2018–2021, misalnya, menemukan bahwa inovasi proses ramah lingkungan terbukti mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan, meskipun inovasi produk masih menghadapi sejumlah tantangan.
Hasil serupa diperkuat oleh penelitian Universitas Djuanda pada 2025 yang menyatakan bahwa inovasi hijau memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara penerapan CSR baru akan berdampak nyata apabila diintegrasikan secara strategis dalam kebijakan perusahaan.
Lebih lanjut, riset terhadap 250 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa budaya organisasi hijau memiliki peran dominan dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, terutama bila dipadukan dengan gaya kepemimpinan transformatif yang mendorong perubahan dari dalam organisasi.
Sementara itu, pada sektor energi, analisis terhadap PLN dan sejumlah perusahaan terkait menegaskan perlunya investasi pada teknologi energi bersih, green financing, serta penyusunan roadmap net-zero sebagai strategi menghadapi tekanan regulasi sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang semakin menuntut transparansi keberlanjutan.
Temuan-temuan tersebut mempertegas bahwa inisiatif seperti Dinner Gathering dan Workshop CSR bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata yang selaras dengan tren riset dan strategi global menuju transformasi hijau.
Dinner Gathering ini membuktikan bahwa ketika pelaku bisnis, praktisi keberlanjutan, dan inovator hijau dipertemukan dalam ruang yang tepat, hasilnya bisa menjadi awal dari transformasi besar.
Dengan menggabungkan edukasi, diskusi strategis, dan interaksi personal, LindungiHutan terus berperan sebagai mitra strategis bagi perusahaan yang ingin membangun program keberlanjutan perusahaan yang efektif.
Setiap ide dan rencana yang lahir dari acara ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju masa depan bisnis yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga membawa dampak positif bagi bumi dan generasi mendatang.
