Piala AFF memang bukan kalender FIFA, yang berarti Indonesia tak bisa diperkuat pemain-pemainnya yang berkarier di Eropa seperti Jay Idzes, Emil Audero, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, serta Justin Hubner.
Namun, pengamat sepak bola nasional Tommy Welly menganggap skuad yang ada saat ini tetap kompetitif dan tetap menargetkan gelar juara.
Selain bakat-bakat lokal macam Rizky Ridho, Beckham Putera, Dony Tri Pamungkas, Witan Sulaeman, dan Ricky Kambuaya, Timna Indonesia juga akan diperkuat pemain naturalisasi sekelas Thom Haye, Jordi Amat, Eliano Reijnders, juga Mauro Zijlstra yang memang berkarier di BRI Super League.
“Pertama tetap kompetitif, yang kedua dulu pun kita enggak pernah ribut soal materi pemain diaspora atau naturalisasi. Targetnya tetap juara. Sejak AFF itu bergulir, targetnya juara,” kata Tommy Welly kanal YouTube tvOneNews.
“Meski enggak perlu dinyatakan, John Herdman diplomasinya selalu bilang, ‘Saya akan hadapi satu pertandingan ke pertandingan berikutnya’. Namun, pasti dia ingin juara juga karena itu juga akan menumbuhkan sebuah kepercayaan diri yang besar menuju November dan Piala Asia pada awal 2027,” imbuh pengamat yang akrab disama Towel.
“Karena sejak AFF ini ada targetnya selalu juara. 2000 runner-up, 2002 runner-up, 2004 runner-up, 2010 runner-up, 2016 runner-up, dan 2020 juga runner-up. Enam kali kita runner-up.”
Disinggung soal di era Shin Tae-yong yang berani menurunkan materi pemain Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF 2024, Towel mengatakan itu merupakan konsepsi yang salah.
“Konsepsi yang salah kan. Piala AFF turunin U-23 gitu. Menurut saya konsepsi yang salah gitu loh.“
Bagaimana dengan yang sekarang, di mana John Herdman memanggil pemain yang berkompetisi di liga domestik apakah keputusan yang salah juga?
“Domestik termasuk misalnya Thom Haye di sana ada, ada pemain naturalisasi lainnya juga. Kompetitif pemain seniornya.”



