Di tangan STY, pemain Timnas Indonesia tak hanya lebih bugar dan disiplin tinggi, melainkan juga sukses melakukan regenerasi. Pemain-pemain muda banyak bermunculan.
“Saya kembali suka lagi dengan Timnas Indonesia, ya pas era Shin Tae-yong. Seperti tadi saya bilang, STY ini karakternya mampu membangun disiplin pemain, kebugaran pemain sama regenerasi pemain muda,” tutur Irlan Alarancia.
“Dan di era Shin Tae-yong, kita juga melihat pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho juga dikenal. Kemudian, mungkin kalau kita mau melihat kenapa Persija kontrak dia. Wah ini, kalau yang saya selama jadi penonton atau pendukung Persija, baru kali ini pelatih yang dikontrak profilnya itu wah banget,” lanjutnya.
Lebih jauh Irlan Alarancia membandingkan STY dengan pelatih-pelatih Macan Kemayoran sebelumnya. Jelas terlihat, torehan STY bersama Timnas Indonesia masih jauh kalah mengilap.
“Kalau dulu misalnya kayak Teco, dia bawa juara Bali United juara. Terus kita pernah kontrak juga Rahmad Darmawan yang bawa Persipura juara, terus dikontrak sama Persebaya. Persipura juara akhirnya dikontrak sama Persija. Kemudian Thomas Doll, Mauricio Souza, kemudian Carlos Pena. Profilnya kita anggap biasa.”
“Nah, sekarang ini baru. Profilnya menurut saya wah. Ini wah banget gitu kan. Kenapa? Pertama, di era Shin Tae-yong, Indonesia timnas seniornya bisa lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebelum dia diganti. Kemudian Shin Tae-yong juga satu-satunya pelatih yang membawa Timnas Indonesia U-23 ke semifinal Piala Asia U-23 2024.”
“Di semifinal dia bahkan mengalahkan Korea Selatan. Berarti wah banget gitu kan. Jadi baru sekali ini Persija mengontrak pelatih yang portofolio profilnya wah banget. Lagi-lagi saya bicara sebagai suporter, saya yakin banget tahun depan Persija bisa juara di tahun yang penting, yakni 500 tahun Jakarta atau lima abad,” tutup Irlan Alarancia.



