Scroll untuk baca artikel
Misteri

Tamu Tak Diundang

218
×

Tamu Tak Diundang

Share this article
tamu-tak-diundang
Tamu Tak Diundang
The Man in the Window by Zgyorffy

Seorang pria menyalakan saklar dan berjalan gontai ke dapur. Tampaknya ia belum juga memejamkan mata meskipun hari sudah larut. 

Dibukanya lemari es yang ada di sudut ruangan. Ada banyak makanan ringan dan minuman kaleng di sana. Ada pula beberapa cokelat, jelly, dan snack anak-anak. Jelas saja persediaan itu untuk tahun baru yang sebentar lagi akan tiba. Minuman cola yang tersusun rapi tepat di hadapannya sepertinya cukup menggoda, tapi minum soda saat itu agaknya bukan ide bagus. Ia lalu meraih teh dan menyambar beberapa gelas kecil es krim. 

Example 300x600

Sambil bersenandung kecil, ia meletakkan minuman dan es krim tadi di atas meja makan lalu menarik kursi. Ia tersenyum sambil menggelengkan kepala karena menyadari belum mengambil sendok untuk es krimnya. Tapi sepertinya ia cukup malas untuk beranjak dari kursi. Diremasnya saja wadah es krim kecil itu lalu mulai menjilatinya. 

Malam itu angin berhembus cukup kencang. Sesekali terdengar suara ranting-ranting pohon yang meranggas di musim dingin, menciptakan efek suara yang gaduh namun penuh kehampaan. Tapi suara angin itu juga bagaikan lagu ninabobo yang membuat anggota keluarga lainnya justru tidur semakin lelap. 

Sepertinya semuanya sudah masuk ke alam mimpi mereka. Di lantai atas, Nina yang berusia 8 tahunan pasti tidur nyenyak sambil memeluk bonekanya. Karena biasanya kalau ia terbangun, ia akan merengek minta ditemani tidur. Ia pasti sangat kelelahan. Sementara sang adik yang tidur di kamar lantai bawah sudah terlelap dari tadi.

Rumah itu dikelilingi tembok yang cukup tinggi. Samping kiri dan kanan rumah adalah halaman kosong, sementara di bagian belakang berbatasan dengan taman yang luas. Lingkungan di situ memang cukup sepi. Hanya ada beberapa rumah saja di dekatnya. 

Setelah menghabiskan es krimnya, ia kemudian beranjak ke ruang tengah. Tidak hendak tidur, ia lalu menyalakan komputer, berselancar ke sejumlah situs, membuka beberapa folder, dan sibuk melihat data di sana-sini ketika tiba-tiba suara angin yang sangat kencang mengagetkannya. Suara itu kedengarannya berasal dari jendela kecil yang berada di kamar mandi. Sepertinya ada yang lupa menutupnya tadi. 

Ia sempat mengacuhkan suara angin yang berderit-derit aneh di bingkai jendela. Sangat mengganggu sebenarnya karena setiap kali angin yang kencang berhembus maka suara itu akan terdengar lagi dan lagi. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menutupnya. 

Kamar mandi yang berada di lantai bawah itu berada di dekat anak tangga. Ia berjalan perlahan karena ruangan itu cukup gelap. Ia memang sengaja tidak menyalakan lampu dekat kamar mandi. Lalu tiba-tiba saja kakinya terantuk. Di sana, tergeletak sesosok tubuh dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya.

***

* Tebaklah cerita atau kasus apa ini sebenarnya. Waktunya cukup panjang, sampai hari kamis mendatang pukul 9 malam ya. Silahkan baca dengan cermat ceritanya. Ada banyak clue yang sudah disebarkan, tapi tentu saja ada beberapa jebakan juga hehe.. Selamat menebak!

** Oh ya, Eya mau mengucapkan mohon maaf lahir batin untuk semua pembaca blog Merinding. Mohon maaf bila ada kesalahan atau kata-kata yang kurang berkenan, sering lama posting tulisan, atau ada kasus-kasus yang masih belum atau tidak dilanjutkan, dan juga untuk candaan-candaan di kolom komentar. Maafin yak… ^^