Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

10
×

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Share this article
tak-hanya-mangrove,-ini-10-kampanye-non-mangrove-yang-bisa-kamu-dukung
Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Upaya menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan melalui penanaman mangrove. Di berbagai wilayah Indonesia, penghijauan juga dilakukan dengan menanam beragam jenis pohon yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap lokasi. 

Melalui kampanye alam, LindungiHutan membuka kesempatan bagi individu, komunitas, maupun perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan penghijauan. 

Example 300x600

Donatur dapat memilih lokasi dan kampanye yang ingin didukung, kemudian memberikan donasi untuk membantu penanaman pohon.

Lantas, kampanye alam non-mangrove apa saja yang bisa didukung? Berikut beberapa pilihan kampanye penghijauan dengan jenis pohon selain mangrove yang dapat kamu pertimbangkan.

Kampanye Non Mangrove LindungiHutan: Tak Hanya Menanam Mangrove   

Kampanye alam non-mangrove merupakan kegiatan penghijauan yang menggunakan jenis pohon selain mangrove. 

Program ini dilakukan di berbagai lokasi dengan karakteristik lingkungan yang berbeda, mulai dari kawasan hutan, lahan masyarakat, hingga wilayah yang membutuhkan penghijauan kembali.

Di halaman lokasi LindungiHutan, terdapat berbagai lokasi penanaman dengan jenis bibit yang berbeda. Beberapa di antaranya menggunakan alpukat, trembesi, jeruk, nyatoh/nantu/getah perca, rasamala, dan jenis pohon lainnya. 

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penghijauan dapat dilakukan dengan menyesuaikan jenis tanaman terhadap karakteristik lokasi.

Misalnya, lokasi Sungai Sintuk di Kabupaten Kotawaringin Barat menggunakan bibit nyatoh/nantu/getah perca. Sementara itu, Desa Gador di Kabupaten Trenggalek menggunakan bibit alpukat. Di Pangalengan, terdapat beberapa lokasi dengan jenis bibit alpukat, trembesi, dan jeruk.

Artinya, donasi pohon tidak harus selalu diarahkan untuk kampanye mangrove. Kamu juga dapat memilih kampanye alam lain sesuai lokasi, jenis pohon, maupun cerita penghijauan yang ingin didukung.

Contoh Kampanye Non Mangrove   

1. Win’s Bday for Earth – Nyatoh/Nantu/Getah Perca di Sungai Sintuk

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Sungai Sintuk merupakan salah satu lokasi penghijauan LindungiHutan yang berada di Desa Sungai Sintuk, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 

Jenis bibit yang digunakan di lokasi ini adalah nyatoh/nantu/getah perca dengan harga bibit yang tercantum sebesar Rp30.000.

Lokasi tersebut dikelola bersama masyarakat setempat. Salah satu penggeraknya adalah M. Majri, ketua Kelompok Masyarakat Sungai Sintuk yang memiliki kepedulian terhadap upaya menjaga lingkungan tetap hijau.

Salah satu kampanye yang pernah dibuka di lokasi ini adalah Win’s Bday for Earth: Tumbuh Bersama Bumi. 

Kampanye tersebut mengajak masyarakat menjadikan momen ulang tahun sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan melalui penanaman pohon.

2. Selamatkan Bumi – Alpukat di Desa Gador

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Desa Gador merupakan lokasi penghijauan di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jenis bibit yang digunakan adalah alpukat dengan harga bibit yang tercantum sebesar Rp75.000.

Kegiatan penghijauan di Desa Gador melibatkan masyarakat dan pegiat lingkungan setempat. Salah satu penggeraknya adalah Rudi Agus Salim, S.Pd.I, yang aktif dalam kegiatan pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan lingkungan.

Salah satu kampanye yang tersedia di lokasi tersebut adalah Selamatkan Bumi. Kampanye ini mengajak donatur untuk ikut mendukung penghijauan melalui penanaman pohon alpukat.

3. Satu Pohon Sejuta Harapan untuk Indonesia – Kelengkeng di Taman Nasional Way Kambas-1

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Taman Nasional Way Kambas-1 menjadi salah satu lokasi yang digunakan untuk kegiatan penghijauan dengan jenis pohon non-mangrove. Salah satu jenis bibit yang digunakan dalam kampanye di lokasi ini adalah kelengkeng.

Kampanye Satu Pohon Sejuta Harapan untuk Indonesia mengajak masyarakat untuk memberikan kontribusi melalui penanaman pohon. 

Selain mendukung penghijauan, kampanye ini membawa pesan bahwa satu pohon dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan untuk jangka panjang.

4. Bertambah Usia, Bertambah Kehidupan – Cemara Laut di Pantai Karang Malang

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Pantai Karang Malang menjadi salah satu lokasi penghijauan LindungiHutan yang menggunakan jenis pohon cemara laut. 

Kampanye Bertambah Usia, Bertambah Kehidupan mengajak masyarakat merayakan pertambahan usia dengan memberikan kontribusi bagi lingkungan melalui penanaman pohon.

Cemara laut menjadi salah satu jenis pohon non-mangrove yang tercantum dalam berbagai kegiatan penghijauan LindungiHutan. Jenis pohon ini digunakan dalam kegiatan penanaman di kawasan Pantai Karang Malang.

5. Trembesi untuk Penghijauan Pangalengan

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Pangalengan, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu lokasi penghijauan LindungiHutan yang menggunakan jenis bibit trembesi. Halaman lokasi mencatat Pangalengan-2 sebagai lokasi dengan jenis bibit trembesi dan harga bibit Rp65.000.

Kegiatan penghijauan di kawasan tersebut dilakukan bersama masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan. 

Pengelola lokasi menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan dilakukan pada lahan-lahan kritis sekaligus menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mengelola kawasan hutan.

6. Alpukat untuk Penghijauan Pangalengan

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Selain trembesi, Pangalengan juga memiliki lokasi penghijauan dengan jenis bibit alpukat. Pangalengan tercatat menggunakan bibit alpukat dengan harga bibit Rp95.000.

Kegiatan ini dikelola bersama masyarakat yang berkebun di kawasan hutan. Kelompok masyarakat setempat melakukan penghijauan pada lahan-lahan kritis dan berupaya mengembangkan pengelolaan hutan secara lebih berkelanjutan.

7. Jeruk untuk Penghijauan Pangalengan

Masih di kawasan Pangalengan, terdapat lokasi lain yang menggunakan bibit jeruk. Pangalengan-3 tercatat menggunakan jenis bibit jeruk dengan harga bibit Rp75.000.

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Keberadaan beberapa jenis bibit di Pangalengan menunjukkan bahwa satu kawasan dapat memiliki lebih dari satu program penghijauan dengan jenis tanaman yang berbeda. Hal ini memungkinkan kegiatan penanaman disesuaikan dengan kondisi lokasi serta kebutuhan masyarakat yang terlibat.

8. Rasamala di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Tak Hanya Mangrove, Ini 10 Kampanye Non Mangrove yang Bisa Kamu Dukung

Pondok Injuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak merupakan salah satu lokasi penghijauan LindungiHutan yang menggunakan bibit rasamala. Lokasi ini berada di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Halaman lokasi mencatat rasamala sebagai jenis bibit yang digunakan dengan harga bibit Rp95.000. 

Pengelolaan lokasi melibatkan Kelompok Tani Hutan Halimun Lestari yang bergerak dalam pengelolaan usaha kehutanan, pelestarian hutan, pemulihan ekosistem, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

9. Alpukat di Desa Wotan

Desa Wotan di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, juga menjadi salah satu lokasi penghijauan dengan jenis bibit alpukat. Halaman lokasi mencatat harga bibit alpukat sebesar Rp100.000.

Lokasi tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Sumber Makmur yang memiliki kawasan seluas 189 hektare. 

Kehadiran program penghijauan di lokasi ini menjadi salah satu contoh kegiatan penanaman pohon non-mangrove yang melibatkan kelompok masyarakat.

10.Alpukat di Dusun Kadalangan, Kabupaten Subang

Lokasi lain yang menggunakan bibit alpukat berada di Dusun Kadalangan RT 028 RW 009, Desa Koranji, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Halaman lokasi LindungiHutan mencatat alpukat sebagai jenis bibit yang digunakan dengan harga Rp130.000. 

Lokasi ini dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Sugih Waras yang mengelola hutan rakyat seluas 65 hektare dan mengembangkan usaha komoditas alpukat Miki.

Jenis Pohon Non Mangrove yang Ditanam LindungiHutan   

Beragam kampanye di atas menunjukkan bahwa penghijauan LindungiHutan tidak hanya menggunakan satu jenis pohon. Jenis bibit yang digunakan antara lain alpukat, trembesi, jeruk, nyatoh/nantu/getah perca, kelengkeng, cemara laut, dan rasamala.

Pemilihan jenis pohon dilakukan sesuai dengan lokasi dan program penghijauan yang dijalankan. Karena itu, setiap lokasi dapat memiliki jenis bibit yang berbeda. 

Pangalengan, misalnya, memiliki beberapa lokasi dengan jenis alpukat, trembesi, dan jeruk, sedangkan Sungai Sintuk menggunakan nyatoh/nantu/getah perca.

Keberagaman jenis bibit tersebut juga memperlihatkan bahwa kegiatan penghijauan dapat dilakukan pada berbagai karakter wilayah. Ada lokasi yang berfokus pada kawasan hutan dan lahan masyarakat, sementara lokasi lainnya berada di kawasan pesisir.

Donasi pohon bukan hanya tentang menentukan jenis tanaman, tetapi juga ikut mendukung cerita penghijauan dan masyarakat yang berada di balik setiap lokasi.

Cara Mendukung Kampanye Non Mangrove di LindungiHutan   

Untuk ikut berkontribusi dalam kampanye alam non-mangrove, kamu dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

  1. Buka halaman lokasi penghijauan LindungiHutan.
  2. Pilih lokasi yang ingin kamu dukung.
  3. Klik tombol Detail untuk melihat informasi lokasi.
  4. Pilih program atau kampanye alam yang tersedia.
  5. Pastikan kampanye masih aktif dan periode donasinya masih berlangsung.
  6. Periksa informasi jenis pohon, target penanaman, dan nominal donasi.
  7. Pilih jumlah pohon atau nominal donasi yang ingin diberikan.
  8. Lanjutkan proses donasi sesuai metode pembayaran yang tersedia.

LindungiHutan menyediakan berbagai pilihan bagi individu untuk berkontribusi melalui kampanye alam dan donasi pohon. Selain individu, kegiatan penghijauan juga dapat menjadi bagian dari kolaborasi komunitas maupun perusahaan melalui program lingkungan. 

Baca Juga : 5 Kampanye Alam Juni 2025 dengan Jumlah Pohon Terbanyak

Penutup

Penghijauan bukan hanya tentang menanam mangrove. Di berbagai wilayah Indonesia, kampanye alam juga dilakukan dengan menggunakan jenis pohon seperti alpukat, trembesi, jeruk, nyatoh, kelengkeng, cemara laut, dan rasamala.

Setiap kampanye memiliki lokasi, jenis pohon, cerita, dan masyarakat penggerak yang berbeda. 

Dari Sungai Sintuk hingga Pangalengan, dari Desa Gador hingga kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, kegiatan penghijauan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung masyarakat lokal.

Jika kamu ingin ikut berkontribusi, pilih kampanye alam yang sesuai dengan minat dan kemampuan donasi. Dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan penghijauan yang lebih luas bersama LindungiHutan.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan