Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

10 Contoh Lokasi Penanaman Pohon, dari NTT hingga Riau

8
×

10 Contoh Lokasi Penanaman Pohon, dari NTT hingga Riau

Share this article
10-contoh-lokasi-penanaman-pohon,-dari-ntt-hingga-riau
10 Contoh Lokasi Penanaman Pohon, dari NTT hingga Riau

LindungiHutan Insight

  • 10 contoh lokasi penanaman pohon yang berkolaborasi dengan LindungiHutan menunjukkan bahwa meskipun urgensi setiap wilayah berbeda, semuanya memiliki satu tujuan yang sama
  • Kampanye alam dan donasi pohon dapat menjadi contoh aksi nyata lingkungan bagi perusahaan atau individu
  • Setiap pohon yang ditanam adalah harapan bagi masa depan kehidupan di bumi

LindungiHutan membuktikan komitmennya terhadap lingkungan dengan terus memperluas lokasi penanaman pohon di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Nusa Tenggara Timur hingga Riau.

Saat ini terdapat 10 lokasi prioritas yang masing-masing memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Namun, semua memiliki satu tujuan yang sama yakni memulihkan keseimbangan alam sekaligus berdampak untuk kehidupan masyarakat.

Example 300x600

Contoh lokasi penanaman pohon berikut ini dapat menjadi referensi bagi program CSR perusahaan maupun individu yang ingin berkontribusi untuk lingkungan.

1. Pesisir Desa Pejarakan, Bali Barat

Desa Pejarakan merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan memiliki ekosistem mangrove yang penting bagi perlindungan pesisir serta keanekaragaman hayati.

Akan tetapi, ancaman penebangan dan pembukaan lahan di tahun 1991-1993 telah merusak hingga 58 dari 96 hektare lahan mangrove. Dampaknya mulai terasa sejak tahun 2005, air tawar berubah payau hingga asin, pohon kelapa mati, hingga peningkatan intrusi air laut.

Di tahun 2025, LindungiHutan bersama mitra lokal Abdul Hari yang merupakan Ketua Satgas Lingkungan Desa Pejarakan mulai membina lokasi ini sebagai area konservasi mangrove dengan fokus penanaman Rhizophora dan berhasil mempercepat pemulihan ekosistem pesisir.

ekosistem pesisir desa pejarakan bali barat

Perjuangan panjang Satgas lokal juga turut merubah perilaku masyarakat, khususnya dalam menghentikan penebangan mangrove dan penggunaan bahan kimia untuk menangkap ikan.

Dengan demikian, melalui kolaborasi dengan LindungiHutan harapannya dapat memperluas dampak sosial dan lingkungan seiring bertambahnya kampanye alam di Pesisir Desa Pejarakan, Bali Barat.

Peluang kontribusi yang dapat dilakukan saat ini salah satunya melalui donasi pohon pada kampanye aktif yang sedang berjalan di bawah ini.

Baca Juga: Profil Desa Pejarakan, Bali Barat: Harmoni Mangrove dan Konservasi Pesisir 

2. Desa Kelapapati, Bengkalis, Riau

Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau menjadi salah satu titik penanaman LindungiHutan di pesisir timur Sumatra dengan area siap tanam seluas 24 hektare.

Kawasan tersebut sejak lama menghadapi ancaman abrasi dan termasuk wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Hingga lebih dari satu dekade, perjuangan kelompok konservasi mangrove Paghet Seghagah dalam menjaga dan merehabilitasi kawasan mangrove akhirnya membuahkan hasil.

Kawasan yang dulunya rentan abrasi kini mulai stabil, masyarakat lokal juga memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi, serta munculnya peluang destinasi ekowisata yang saat ini terus dikembangkan.

Ekowisata Desa Kelapapati Bengkalis

Kolaborasi kelompok Paghet Seghagah di Desa Kelapapati, Bengkalis, Riau bersama LindungiHutan saat ini dilakukan dengan fokus penanaman Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa, dua spesies lokal yang sempat punah.

Penanaman Mangrove Bersama Lindungi Hutan

Masyarakat Kelapapati berharap hutan mangrove di desa mereka dapat kembali seperti semula agar dapat menjadi tempat hidup bagi ikan dan satwa laut lainnya yang bisa ditangkap dan dijual oleh nelayan setempat. 

Harapan masyarakat Kelapapati dapat diwujudkan dengan membuka kampanye alam atau berdonasi pohon pada salah satu kampanye aktif berikut ini.

Baca Juga: Mengenal Desa Kelapapati, Bengkalis, Riau yang Terancam Abrasi 

3. Pesisir Tambakrejo, Semarang

Tambakrejo merupakan kawasan pesisir yang berada di Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah dan berada tidak jauh dari Pelabuhan Tanjung Emas dan kawasan industri Kota Semarang.

Letaknya menjadikan kawasan ini memiliki peran penting sebagai wilayah pesisir perkotaan, namun juga rentan terhadap berbagai tekanan lingkungan seperti abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah (land subsidence), serta perubahan pemanfaatan lahan.

Tambakrejo merupakan lokasi penanaman pertama LindungiHutan sejak 18 Desember 2016. Program dijalankan bersama Kelompok CAMAR (Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun), kelompok masyarakat yang telah lebih dulu bergerak di bidang rehabilitasi mangrove sejak 2011. 

Kolaborasi telah menghasilkan lebih dari 197.000 pohon tertanam melalui 286 kampanye alam yang melibatkan lebih dari 10.300 orang, mencakup 67% dari total luas lahan tanam seluas 4,95 hektare, dengan spesies yang ditanam adalah Rhizophora.

penanaman di pesisir tambakrejo semarang

Kehadiran LindungiHutan telah membantu pemulihan Tambakrejo dari ancaman abrasi dan erosi, meningkatkan hasil tangkapan nelayan, menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui hasil pengolahan mangrove, dan peluang ekowisata yakni Mangrove EduPark.

Kolaborasi yang terus berjalan ini menunjukkan bahwa Tambakrejo merupakan contoh nyata bagaimana kemitraan lintas sektor dapat menghasilkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.

Profil lengkap lokasi dan informasi mengenai kampanye alam serta donasi pohon dapat dilihat melalui laman Pesisir Tambakrejo, Semarang.

Baca Juga: Menjaga Tambakrejo Semarang, Hanafi Girindra Tanam 141 Pohon Mangrove 

4. Pantai Pasir Kadilangu, Yogyakarta

Pantai Pasir Kadilangu berada di Kelurahan Jangkaran, Kulon Progo, DIY, tepat di muara Sungai Bogowonto dengan kawasan pesisir yang didominasi hutan mangrove di sepanjang pantai.

Penanaman di kawasan pesisir mulai dirintis sejak sekitar tahun 1999 sebagai aksi konservasi untuk mencegah abrasi dan intrusi air laut, sebelum akhirnya berkembang menjadi objek wisata sejak sekitar 2016 setelah vegetasi tumbuh subur dan besar.

ekosistem pantai pasir kadilangu yogyakarta

Meskipun kawasan secara alami tidak didesain sebagai penahan abrasi dan memiliki karakter ombak yang besar, mangrove tetap berhasil bertahan dan tumbuh hingga sekarang dan menjadikannya kawasan konservasi mangrove pertama di Yogyakarta. 

Spesies utama yang ditanam bersama LindungiHutan adalah Rhizophora, jenis ini dipilih karena lebih mampu bertahan menghadapi ancaman arus dan abrasi dibandingkan jenis lainnya.

penanaman di pantai pasir kadilangu yogyakarta

Masyarakat berharap wilayah mereka dapat terus berfungsi sebagai wilayah konservasi dan membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan memanfaatkan pengembangan eco-eduwisata, sehingga hutan terus lestari tanpa ada kemiskinan.

Profil lengkap lokasi dan informasi mengenai kampanye alam serta donasi pohon dapat dilihat melalui laman Pantai Pasir Kadilangu, Yogyakarta

5. Desa Sukawali, Tangerang, Banten

Desa Sukawali merupakan kawasan pesisir yang berada di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, tepat di titik bermuaranya Sungai Cisadane ke Laut Jawa, dengan beberapa pulau kecil hasil endapan sungai.

Awalnya kawasan Muara Cisadane ditumbuhi tanaman-tanaman pesisir termasuk mangrove secara alami. Namun, sebagian wilayahnya kemudian dialihfungsikan menjadi area pertambakan yang menyebabkan rusaknya ekosistem mangrove dan memicu abrasi.

Posisi Sukawali di muara sungai juga menjadikannya titik akumulasi segala sesuatu yang mengalir dari hulu, termasuk sampah yang mengendap di pesisir dan ekosistem mangrove, sehingga kawasan ini menghadapi tekanan lingkungan yang cukup berat.

kondisi ekosistem desa sukawali

Pada tahun 2022, LindungiHutan mulai membantu masyarakat Sukawali melakukan penanaman mangrove Rhizophora untuk menjaga daratan dari abrasi melalui pembentukan sedimen baru, sekaligus membuka peluang usaha olahan dari hasil mangrove bagi masyarakat sekitar.

Hingga Agustus 2026, kolaborasi tersebut telah menghasilkan 38.738 pohon tertanam melalui 106 kampanye alam yang melibatkan 1.760 orang, dengan estimasi serapan karbon sebesar 16 ribu kg CO2eq.

Profil lengkap lokasi dan informasi mengenai kampanye alam serta donasi pohon dapat dilihat melalui laman Desa Sukawali, Tangerang, Banten

6. Pantai Banji, Indramayu, Jawa Barat

Pantai Banji merupakan kawasan pesisir yang berada di Blok Banji, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

Pantai Banji berbatasan langsung dengan hamparan persawahan tanpa sabuk vegetasi penahan. Kondisi tersebut menyebabkan panen sering gagal akibat intrusi air laut yang mengikis lahan. Keterbukaan lahan ini juga memperparah abrasi yang merusak pertanian dan permukiman sekitar.

pantai dan persawahan di lingkungan banji

Pada tahun 2025, LindungiHutan mulai menjalin kerja sama penanaman mangrove jenis Rhizophora dan cemara laut bersama Komunitas Jaga Pesisir, menjadikan Pantai Banji sebagai lokasi baru di Indramayu.

mangrove Rhizophora dekat lahan pertanian pesisir banji

Masyarakat berharap hasil program penanaman nantinya dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi mangrove yang berkelanjutan bagi masyarakat Indramayu. Harapan ini dapat diwujudkan dengan membuka kampanye alam atau berdonasi pohon melalui laman mangrove Rhizophora dan cemara laut.

7. Geopark Ciletuh, Jawa Barat

Geopark Ciletuh, atau secara resmi dikenal sebagai Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, adalah kawasan taman bumi yang berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Luas area sekitar 126.100 hektare yang tersebar di delapan kecamatan. Salah satunya Kecamatan Ciemas, terutama di Pantai Cikadal dan Pantai Palangpang sebagai lokasi penanaman LindungiHutan yang menjadi fokus rehabilitasi mangrove. 

Dua titik tersebut berada di dataran paling rendah dibandingkan wilayah Geopark lainnya, dengan kelerengan mencapai lebih dari 45 derajat jika dilihat dari titik pandang Puncak Darma atau Panenjoan, sehingga lebih rawan terhadap ancaman abrasi, longsor, dan pasang air laut yang sulit dikendalikan.

Kerja sama antara LindungiHutan dan mitra lapangan di Geopark Ciletuh mulai terjalin resmi pada tahun 2025, digagas oleh Prasetia Diputra selaku Ketua Forestry Lestari yang menjembatani hubungan dengan Pokmasi Mandrajaya Nusantara sebagai pelaksana penanaman di lapangan.

Dua jenis mangrove yang menjadi fokus utama penanaman adalah bakau atau Rhizophora apiculata (70%) dan api-api atau Avicennia (30%).

penanaman di geopark ciletuh jawa barat

Program penanaman mangrove bersama LindungiHutan ini turut berkontribusi memperkuat kesadaran lingkungan masyarakat pesisir Cikadal dan Palangpang secara lebih luas. Kini, banyak warga yang mulai berinisiatif menawarkan lahan pribadinya untuk direhabilitasi.

Profil lengkap lokasi dan informasi mengenai kampanye serta donasi pohon dapat dilihat melalui laman Geopark Ciletuh, Jawa Barat 

8. Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya

Sebelum berkembang menjadi ekowisata, kawasan pesisir Wonorejo merupakan hamparan bakau liar yang tumbuh tidak terkelola di pesisir timur Wonorejo, namun seiring waktu tutupan mangrove semakin menipis dan sebagian lahan berubah fungsi menjadi tambak dan permukiman nelayan.

Kondisi lahan yang gundul dan minim vegetasi pelindung ini membuat pesisir Wonorejo tergolong rawan abrasi, sejalan dengan status kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) yang secara umum dikenal sebagai wilayah pesisir yang terus mengalami penyusutan luas mangrove akibat tekanan alih fungsi lahan.

Melalui upaya rehabilitasi dan penanaman mangrove Rhizophora mucronata oleh LindungiHutan dan masyarakat setempat, kini pemahaman masyarakat terhadap mangrove sebagai pelindung abrasi dan rob mulai meningkat.

penanaman mangrove di ekowisata mangrove wonorejo

Dari sisi ekologis, pesisir yang terbuka kini lebih padat dan stabil, tingkat abrasi mulai berkurang, dan keanekaragaman hayati juga mulai pulih kembali dibuktikan dengan munculnya burung migran Kuntul Besar atau Great Egret.

Profil lengkap lokasi dan informasi mengenai kampanye serta donasi pohon dapat dilihat melalui laman Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya 

Baca Juga: Nurul Fatmawati, Sosok Perempuan Inspiratif di Balik 38 Ribu Pohon Mangrove di Wonorejo Surabaya 

9. Desa Warloka, Manggarai Barat, NTT

Desa Warloka Pesisir di Manggarai Barat, Labuan Bajo memiliki ekosistem hutan mangrove yang tumbuh subur seluas kurang lebih 34 hektare.

Fokus penanaman yang dilakukan di lokasi ini adalah jenis mangrove Rhizophora dengan kondisi lokasi penanaman berupa tanah berlumpur.

lahan di desa warloka manggarai barat

Kawasan ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai ekowisata berkelanjutan yang saat ini dikelola oleh Pokdarwis, sekaligus memiliki potensi ekologis sebagai penahan abrasi, penyerap karbon, dan habitat biota laut.

Profil lengkap lokasi dan informasi mengenai kampanye serta donasi pohon dapat dilihat melalui laman Desa Warloka, Manggarai Barat, NTT 

10. Pantai Bahagia, Bekasi, Jawa Barat

Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dulu dijuluki “Kampung Dolar” karena hasil tambak udangnya sangat menguntungkan. Selama 10 tahun, luasan tambak di Muaragembong mencapai 1.582 hektare, hasil dari alih fungsi lahan mangrove.

Abrasi masif mulai terjadi sejak tahun 2000 dan di 2005 banyak rumah warga mulai terendam air pasang. Degradasi mangrove akibat konversi lahan turut memicu intrusi air laut yang sulit dikendalikan.

Son Haji (Sonhaji), mitra petani utama LindungiHutan di Pantai Bahagia menyaksikan langsung kampungnya bertransformasi menjadi kawasan yang porak-poranda akibat abrasi, hingga akhirnya menggerakkan penanaman mangrove bersama Pokdarwis Alipbata sejak 2013.

Kolaborasi bersama LindungiHutan kemudian dilakukan dengan fokus penanaman yang dipilih adalah Rhizophora (bakau) karena akarnya yang kuat menahan abrasi, serta Avicennia marina (api-api putih) dan Sonneratia alba yang bermanfaat sebagai bahan baku produk pangan olahan.

penanaman mangrove di pantai bahagia bekasi

Melalui program ini, Son Haji berharap warga tidak lagi mengalami kesulitan ekonomi seperti yang mereka rasakan setiap hari pasca-abrasi, dan mengajak lebih banyak komunitas, korporat, maupun yayasan untuk membantu penanggulangan abrasi di kampungnya.

Harapan ini dapat diwujudkan oleh kontribusi perusahaan maupun individu melalui kampanye alam atau donasi pohon pada laman berikut Pantai Bahagia, Bekasi, Jawa Barat

Baca Juga: Pakuwon Group Tanam 1.105 Mangrove di Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi 

Pilih Lokasi dan Mulai Aksi untuk Lingkungan

Bersama LindungiHutan penanaman pohon dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata terhadap wilayah yang membutuhkan pemulihan ekosistem.

Perusahaan, brand, dan individu dapat membuka kampanye alam atau melakukan donasi pohon melalui kampanye aktif yang sedang berjalan pada lokasi di atas.

Aksi ini bukan hanya sebatas menambah jumlah pohon, tetapi juga memberikan harapan kehidupan bagi masyarakat dan alam di Indonesia.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan