Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Strategi Carbon Negative Perusahaan: 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

7
×

Strategi Carbon Negative Perusahaan: 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

Share this article
strategi-carbon-negative-perusahaan:-5-langkah-yang-bisa-dilakukan
Strategi Carbon Negative Perusahaan: 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

LindungiHutan Insight

  • Strategi carbon negative perusahaan penting untuk memastikan pengurangan dan penyerapan karbon berjalan terarah, terukur, serta terhindar dari risiko greenwashing.
  • Implementasinya dimulai dari audit emisi, penetapan target, pengurangan internal, hingga restorasi alam dan sertifikasi karbon sebagai validasi.
  • Keberhasilan strategi ini bergantung pada kolaborasi seluruh stakeholder serta pemanfaatan solusi seperti layanan yang ada di LindungiHutan agar berdampak nyata bagi lingkungan dan bisnis.

Perusahaan kini tidak hanya diharuskan untuk netral karbon, tetapi juga harus mempunyai strategi carbon negative perusahaan. Artinya, bukan sekadar menyeimbangkan emisi, tetapi juga menghilangkan lebih banyak karbon dari atmosfer.

Jika perusahaan Anda sudah memahami urgensi carbon negative, pertanyaannya adalah dari mana kita harus memulai? Berikut adalah panduan mengenai strategi carbon negative perusahaan yang berdampak agar memberikan dampak bagi bumi sekaligus nilai bagi bisnis.

Example 300x600

Kenapa Strategi Carbon Negative yang Tepat Itu Penting?

Tanpa strategi carbon negative perusahaan yang terarah, bisnis berisiko terjebak dalam praktik greenwashing, yaitu klaim ramah lingkungan yang tidak didukung tindakan nyata. 

Strategi yang buruk tidak hanya membuang anggaran tanpa dampak lingkungan, tetapi juga bisa merusak kepercayaan investor dan konsumen.

Sebaliknya, strategi carbon negative perusahaan yang solid memberikan roadmap yang jelas, memastikan setiap investasi dalam efisiensi atau restorasi alam memberikan hasil terukur sesuai target global seperti Paris Agreement. 

Apa Saja Langkah-Langkah dari Strategi Carbon Negative Perusahaan?

Berikut adalah 5 langkah-langkah yang dapat dijadikan referensi oleh perusahaan Anda untuk melampaui net zero dan mencapai status carbon negative.

Langkah 1: Audit & Pengukuran Emisi Karbon

Berdasarkan laman Manglai, langkah pertama dalam strategi carbon negative perusahaan adalah mengetahui angka pasti jejak karbon Anda. Audit emisi mencakup:

Scope 1: Emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan (misal: kendaraan operasional).

Scope 2: Emisi tidak langsung dari konsumsi energi yang dibeli (misal: listrik kantor).

Scope 3: Emisi dari seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penggunaan produk oleh konsumen.

Untuk mendukung proses ini, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai layanan penghitungan emisi karbon. Salah satunya melalui pendekatan seperti IMBANGI dari LindungiHutan yang membantu proses kalkulasi emisi sekaligus memberikan gambaran opsi penyeimbangannya.

Langkah 2: Tetapkan Target & Roadmap Pengurangan

Setelah memiliki data audit, susunlah target berbasis data dengan timeframe yang realistis. Pastikan target perusahaan Anda selaras dengan framework global seperti Paris Agreement atau Science Based Targets initiative (SBTi) untuk memastikan kredibilitas di tingkat internasional.

Langkah 3: Implementasi Pengurangan Emisi Internal

Sebelum beralih ke penyerapan karbon eksternal, strategicarbon negative perusahaan yang efektif dimulai dari dalam. Hal ini mencakup seperti: 

  • Meningkatkan efisiensi energi di area operasional.
  • Beralih ke sumber energi terbarukan.
  • Melakukan dekarbonisasi pada rantai pasok (supply chain)

Langkah 4: Restorasi Alam sebagai Penyerap Karbon

Dilansir dari Climate Adapt, restorasi alam, seperti reforestasi (penanaman kembali hutan yang gundul) dan aforestasi (pembuatan hutan baru), adalah strategi utama untuk mencapai status carbon negative

Hutan bertindak sebagai “penyerap karbon” alami yang menyimpan CO₂ dalam vegetasi dan tanah.

program menanam pohon hari pohon sedunia 2025

Dalam praktiknya, perusahaan dapat bekerja sama dengan penyedia solusi berbasis alam, seperti program penanaman pohon yang dikelola secara terukur. LindungiHutan, misalnya, menyediakan skema kolaborasi, seperti:

  • CorporaTree: Program CSR dan ESG berbasis penanaman pohon yang mencakup perencanaan hingga monitoring transparan bagi organisasi.
  • CollaboraTree: Skema aktivasi brand melalui aksi konservasi partisipatif yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Baca Juga: CorporaTree Bantu Aksi CSR Perusahaan Melalui Tanam Pohon

Langkah 5: Validasi, Sertifikasi & Pelaporan

Langkah terakhir adalah memastikan transparansi. Sertifikasi karbon melalui standar nasional seperti SRN (Sistem Registri Nasional) sangat penting untuk memvalidasi klaim perusahaan dan membangun kepercayaan investor melalui laporan ESG yang akurat.

Untuk mendukung hal ini, perusahaan dapat melibatkan mitra yang memiliki pengalaman dalam pendampingan proyek karbon. Melalui layanan seperti SustainabiliTree, LindungiHutan membantu proses mulai dari studi kelayakan hingga pelaporan berbasis Nature-Based Solutions.

strategi perusahaan utnuk mencapai caron negative

Baca Juga: Jasa Carbon Negative Perusahaan: Kenali CorporaTree & CollaboraTree dari LindungiHutan

Libatkan Seluruh Stakeholder

Strategi carbon negative perusahaan bukanlah tugas satu divisi saja, melainkan harus diterapkan satu organisasi perusahaan. Setiap elemen perusahaan, mulai dari karyawan hingga mitra, memiliki peran penting dalam mencapai target emisi.

Dalam praktiknya, perusahaan dapat mempertimbangkan pendekatan edukatif melalui program seperti EducaTree dari LindungiHutan, yang dirancang untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman lingkungan di tingkat internal maupun mitra perusahaan.

Dengan keterlibatan yang menyeluruh, implementasi strategi carbon negative tidak hanya menjadi komitmen, tetapi juga gerakan bersama yang terintegrasi dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan