Scroll untuk baca artikel
GenZ

Skincare Routine di Musim Hujan: 10 Tips & Hacks biar Kulit Tetap Glowing

47
×

Skincare Routine di Musim Hujan: 10 Tips & Hacks biar Kulit Tetap Glowing

Share this article
skincare-routine-di-musim-hujan:-10-tips-&-hacks-biar-kulit-tetap-glowing
Skincare Routine di Musim Hujan: 10 Tips & Hacks biar Kulit Tetap Glowing

Musim hujan memang terasa cozy, tapi kondisi kulit bisa unpredictable — makanya Skinroutine di Musim Hujan harus adaptif, fun, tapi tetap evidence-based.

Skincare Routine di Musim Hujan: 10 Tips & Hacks biar Kulit Tetap Glowing

Example 300x600

Siapa nih yang mengira kalau skincare routine di Musim Hujan otomatis lebih mudah dan auto-glow?

Hayo ngaku? Padahal kenyataannya nggak seperti itu loh! Hawa dingin dan lembap yang kamu kira bisa bikin kulit jadi “plump natural”, realitanya nih banyak orang yang justru ngalamin kulitnya makin kering, kusam, bahkan bibirnya pecah-pecah, serta berisiko terkena infeksi jamur seperti panu atau kurap, atau bahkan flare jerawat.

Ini bukan asumsi random yaa. Dalam dermatologi, udara dingin bisa menurunkan produksi sebum serta meningkatkan TEWL (Transepidermal Water Loss). Bahkan Studi menunjukkan kalau pada musim dingin, kadar sebum terendah dan TEWL memuncak di area wajah, sehingga bisa mengindikasikan gangguan pada skin barrier.

Jadi, alasan kenapa skincare routine di Musim Hujan tidak otomatis bikin kulit wajah auto-glow itu sederhana banget: karena yang bikin kulit retak bukan hanya “kekurangan air dari luar” (kelembapan), tapi hilangnya air dari dalam kulit itu sendiri akibat TEWL yang tinggi.

Skincare routine di Musim Hujan juga paradoks, biasanya kering di pipi,  tapi lembap di  area lipatan tubuh. Inilah yang bikin musim hujan sebenarnya tricky bagi kondisi kulit kita. Kulit wajah terpapar udara luar yang  dingin dan berangin, sehingga air lebih cepat menguap dari kulit, sementara kita tidak mudah haus, dan kadang suka lupa menghidrasi tubuh.

Jadi meskipun suasana di luar terlihat lembap, kulit wajah sendiri bisa tetap TEWLed (kehilangan air), terutama pipi, bibir, dan area under-eye yang lebih tipis. Sementara itu, area lipatan tubuh, seperti  belakang telinga, ketiak, leher belakang, dan bawah perut  justru jadi lembab dan hangat, karena kurang ventilasi. Ini yang bikin jamur gampang thrive.

Jadi musim hujan basically bikin dua kondisi ekstrem terjadi di tubuh dalam waktu bersamaan:

  1. Bagian wajah gampang “ketarik & crack”
  2. Bagian lipatan tubuh gampang “humid & itchy”

Nah karena salah pemahaman inilah, biasanya banyak orang layering produk kebanyakan dan malah jadi sticky. Padahal, skincare routine di Musim Hujan bukan soal “banyak produk” tapi cerdas layering.

Layering Cerdas Wajib Jadi Skincare Routine di Musim Hujan

skincare routine di musim hujan yang wajib diperhatikan

Strategi skincare routine di musim hujan yang efektif mengandalkan empat komponen seimbang:

  1. Water (komponen hidrasi seperti humectant untuk menarik air ke kulit),
  2. Lipid (lemak esensial yang berfungsi seperti “semen” untuk memperbaiki barrier kulit yang rusak akibat dingin dan TEWL),
  3. Breathable occlusion (lapisan penutup yang mencegah air menguap terlalu cepat tanpa mencekik kulit),
  4. Fungal awareness (kesadaran untuk menghindari bahan-bahan tertentu, terutama minyak dan fatty acid yang berlebihan, yang dapat memberi makan jamur pada area lipatan tubuh yang lembap dan rentan infeksi).

Keseimbangan keempat elemen ini memastikan kulit terhidrasi dan barrier-nya terlindungi tanpa terasa lengket, yang merupakan kunci untuk mengatasi kondisi paradoks kulit di musim hujan—kering di wajah, namun lembap di lipatan tubuh. Nah, untuk memudahkan kamu menerapkan strategi ini, berikut adalah 11 Hacks skincare routine di Musim Hujan yang bisa kamu terapkan:

10 Tip & Hacks agar Kulit Tetap Glowing Tanpa Sticky Feel

1. Gentle Cleanser pH 5–6

cleanser ph 6-7

Bersihkan wajah minimal 2x sehari dengan gentle cleanser pH 5-6. Kulit butuh sabun yang mendekati pH natural supaya barrier tidak makin “keropos”. Harsh surfactant (Sodium Lauryl Sulfate dan Sodium Laureth Sulfate) di cuaca dingin bikin kulit tambah tight.

2. Hydrating Toner tanpa Fragrance Heavy

hydrating toner

Hydrating Toner juga wajib dipakai 2-3 kali sehari setelah mencuci wajah. Hidrasinya dapat, iritasinya tidak ikut. Fragrance di kondisi barrier melemah bisa memicu kemerahan & micro-irritation yang tidak kelihatan kasat mata.

3. Hyaluronic Acid boleh, tapi micro-layer

Hyaluronic Acid

Seperti penjelasan sebelumnya kalau udara dingin bisa “menarik air keluar”, HA lebih efektif dipakai tipis bertahap, bukan tebal sekaligus. Bisa digunakan setelah hydrating toner

4. Moisturizer Gel-Cream (Utamakan Fungal-Safe)

moisturizer gel

Gunakan pelembab berbahan gel di pagi sebelum beraktivitas, siang jika merasa wajah mulai kering, hingga malam sebelum memakai serum atau sleeping mask. Ini tipe kombinasi yang aman di musim hujan: watery tapi tetap ada lipid tipis supaya air tidak kabur.

5. Sunscreen tetap wajib

sunsreen

UVA menembus awan & kaca, jadi tidak peduli mendung atau gerimis — kolagen tetap butuh proteksi. Gunakan sebelum beraktivitas

6. Exfoliate

eksfoliate

Ingat ya meskipun fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati, tapi terlalu sering exfoliate saat barrier sudah sensitif cuma akan bikin micro crack makin besar. So keep it gentle!  Gunakan 1-2 kali seminggu

7. Spot treatment kecil, bukan oles seluruh area

spot tratment di area yang memerlukan

Jika ada jerawat cukup oleskan di bagian jerawatnya saja, jangan mengoleskan terlalu luas di kulit yang kering, karena justru bisa memperparah sensasi “panas & ketarik”.

8. Sleeping mask versi breathable

sleeping mask

Gunakan 2-3 kali seminggu. Tujuannya bukan mengunci semua layer jadi super thick, tapi menjaga hidrasi tanpa bikin “lengket seperti lem”.

9. Lip balm dengan occlusive ringan

lip balm

Bibir adalah area yang hampir tidak punya kelenjar minyak, jadi tanpa occlusive tipis, dia cepat retak. Gunakan lip balm setiap hari bahkan jangan absen saat sebelum tidur

10. Under-eye hydrating pelan tapi rutin

hydrating under eye

Area ini paling tipis dan paling cepat kering walau kamu merasa wajah sudah “mengkilap” jadi jangan sampai diabaikan yaa. Lakukan rutin sebelum tidur.

Intinya, skin care routine di Musim Hujan itu cuma butuh urutan yang strategis dan sesuaikan dengan jenis dan problem kulitmu. Langkah paling efektif adalah merampingkan step, memilih tekstur yang breathable, menemukan balance antara water & lipid 

Kalau kamu ngerasa artikel ini nyampe & make sense dibanding sekadar mitos “hujan = auto dewy”  jangan lupa share artikel ini ke teman kamu yang fase kulitnya lagi unpredictable musim hujan ya… Siapa tau… justru ini jadi third-eye moment mereka! Jangan lupa baca juga persiapan penting saat harus beraktivitas di musim hujan ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini