- Setelah melahirkan dua kali dalam setahun, saya tahu saya tidak ingin kembali ke pekerjaan tradisional.
- Merek ingin bermitra dengan saya setelah mereka menemukan blog saya, dan anak-anak saya mendapatkan banyak hal secara gratis.
- Saya senang menemukan cara untuk menjadi ibu rumah tangga, membangun karier, dan memberikan segalanya kepada anak-anak saya.
Ketika saya menjadi seorang ibusegala sesuatu dalam hidupku berubah dalam semalam. Dalam waktu dua belas bulan, saya telah melahirkan dua kali. Anak saya baru berumur beberapa bulan ketika saya mengetahui saya hamil lagi. Sungguh luar biasa, menggembirakan, dan melelahkan sekaligus.
Satu hal yang jelas bagi saya sejak awal: Saya tidak ingin kembali ke pekerjaan tradisional. Pikiran untuk meninggalkan bayiku di dalam penitipan anak dan pergi ke kantor terasa mustahil. Saya ingin berada di sana untuk setiap pencapaian: senyuman pertama mereka, langkah pertama, dan momen kecil sehari-hari yang dapat dengan mudah terlewatkan.
Namun ketika hatiku bertekad untuk tetap tinggal di rumah, kenyataan justru mengangkat tanganku. Anak-anak saya membutuhkan pakaian, mainan, dan perlengkapan sekolah. Saya dan suami ingin memberi mereka masa kanak-kanak yang terbaik, bukan sekadar hal-hal minimal. Bagaimana saya bisa tinggal di rumah dan menafkahi mereka?
Saya sudah memiliki blog mode, dan itu membuka pintu yang tidak terduga
Untungnya, saya tidak memulai dari nol. Setahun sebelum saya kehamilan pertamasaya meluncurkan blog mode sebagai pelampiasan kreatif. Awal tahun 2010-an merupakan masa keemasan blogging. Pembaca menyukai kisah-kisah pribadi yang dipadukan dengan inspirasi pakaian, dan merek sangat ingin berkolaborasi dengan blogger yang memiliki pengikut sedikit sekalipun.
Ketika saya mengumumkan kehamilan pertama saya di blog, saya melihat lebih banyak lalu lintas dan komentar dibandingkan sebelumnya. Pembaca ingin mengetahuinya baju hamilperlengkapan bayi, dan cara saya mengatur semuanya. Kemudian, hanya tiga bulan setelah putra saya lahir, saya menyampaikan kabar kehamilan kedua saya. Saat itulah segalanya benar-benar menjadi semakin besar.
Tawaran kemitraan membanjiri kotak masuk saya. Tiba-tiba, saya tidak hanya menulis untuk bersenang-senang; Saya menjadi mitra perusahaan yang ingin menjangkau ibu-ibu muda seperti saya.
Anak-anak saya tumbuh dengan peluang yang tidak pernah saya duga
Kemitraan awal tersebut mengubah segalanya. Saya tidak pernah membeli stroller, car seat, atau bahkan sebagian besar pakaian anak saya. Mereka tiba di depan pintu saya melalui kolaborasi dengan merek yang ingin menampilkan produk mereka di blog saya.
Hal ini jauh melampaui hal-hal yang penting. Berkat blogging dan kemudian kehadiran Instagram saya, kami diundang berlibur keluarga, disuguhi hari-hari ajaib di Disneylanddan bahkan pergi berlayar. Bagi seorang ibu muda yang khawatir tentang cara menafkahinya, hal ini terasa tidak nyata.
Anak-anak saya tumbuh dengan peluang yang tidak dapat saya berikan kepada mereka jika tidak. Mereka mendapatkan mainan terbaru, pakaian menggemaskan, dan pengalaman tak terlupakan. Saya senang melihat mata mereka bersinar saat kami bepergian atau saat paket besar tiba. Bagi saya, blog menjadi lebih dari sekedar proyek kreatif. Itu adalah cara memberi anak-anak saya masa kecil yang penuh dengan kegembiraan.
Tentu saja, hal itu tidak selalu mudah. Di balik foto-foto mengkilap dan postingan ceria, ada malam-malam tanpa tidur, rumah yang berantakan, dan kesibukan memberi makan bayi sambil menjawab. email kemitraan. Namun mengetahui bahwa pekerjaan saya di rumah berkontribusi langsung terhadap kebahagiaan mereka memberi saya motivasi untuk terus maju.
Blogging mengubah jalur karier saya
Yang paling mengejutkan saya adalah bagaimana blogging mengubah tidak hanya kehidupan keluarga kami tetapi juga kehidupan profesional saya. Pada awalnya, ini terasa seperti solusi sementara, sesuatu yang akan membantu saya melewati masa bayi. Namun hal itu berubah menjadi lebih dari itu.
Sebuah grup media menemukan blog saya dan memberikan tawaran tak terduga: Mereka ingin saya menulis untuk mereka. Kesempatan itu memberi saya kepercayaan diri untuk beralih ke jurnalisme lepas, jalur karier yang masih saya ikuti hingga saat ini. Semuanya dimulai karena saya memutuskan untuk berbagi perjalanan menjadi ibu saya secara online.
Sekarang, anak-anak saya berusia 12 dan 13 tahun. Mereka sudah cukup besar untuk mengingatnya perjalanan merek dan kegembiraan paket baru yang datang. Mereka terkadang menggoda saya karena menjadi “salah satu pemberi pengaruh pertama”, dan meskipun saat ini saya lebih jarang berkolaborasi dengan merek, kami masih menerima tawaran sesekali.
Melihat ke belakang, saya tidak pernah ingin menjadi seorang influencer. Saya hanya ingin tetap dekat dengan anak-anak saya dan memberi mereka kehidupan terbaik yang saya bisa. Apa yang dimulai sebagai cara untuk memanjakan mereka akhirnya mengubah tidak hanya masa kecil mereka tetapi juga seluruh karier saya.
Baca selanjutnya



