LindungiHutan Insight
- PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) bekerja sama dengan LindungiHutan untuk merancang program penghijauan di koridor Jalan Tol Trans Sumatera melalui studi kelayakan berbasis kondisi lingkungan dan sosial
- Studi kelayakan dilakukan di 12 titik, mencakup kawasan Lingkar Pekanbaru di Riau dan ruas Betung-Jambi 1A, dengan analisis kondisi tanah, ekosistem, iklim, vegetasi, ketersediaan air, serta aksesibilitas lokasi
- Hasil studi menjadi dasar rekomendasi jenis tanaman dan desain penanaman yang disesuaikan dengan karakteristik tiap lokasi, untuk mendukung keberlanjutan program, manfaat ekologis, dan komitmen ESG perusahaan.
Membangun infrastruktur memang mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun di balik itu, konstruksi jalan menyisakan jejak karbon yang bisa mencapai ribuan ton emisi dari material, alat berat, hingga lalu lintas kendaraan yang melintas.
Menyadari hal ini, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) tidak ingin berhenti pada pembangunan fisik semata. Sebagai anak usaha PT Hutama Karya (Persero), mereka mengambil langkah yang bijak, menghijaukan koridor Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dengan pendekatan yang terencana dan berbasis data.
Tak hanya sekadar menanam, tetapi memastikan setiap pohon yang tumbuh benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Komitmen Hijau di JTTS
PT Hutama Karya Infrastruktur adalah anak usaha dari PT Hutama Karya (Persero) yang bergerak di bidang konstruksi jalan dan jembatan.
Sebagai perusahaan infrastruktur, HKI menyadari bahwa pembangunan jalan tidak bisa lepas dari tanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui program TJSL/CSR yang terintegrasi dalam kerangka ESG, mereka berkomitmen menciptakan Ruang Terbuka Hijau di sepanjang JTTS.
Jalur hijau ini bukan hanya mempercantik pemandangan, tetapi juga menyerap emisi karbon, meredam polusi suara, dan menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati.
Namun, komitmen tersebut tidak serta-merta diwujudkan dengan penanaman serampangan. HKI memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam benar-benar memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.
Feasibility Study Sebagai Langkah Awal yang Krusial
Banyak program penghijauan gagal bukan karena kurangnya pohon yang ditanam, tetapi karena kurangnya pemahaman tentang tempat menanam.
Tanpa kajian mendalam, bibit bisa mati, anggaran terbuang, dan dampak lingkungan yang diharapkan tidak pernah tercapai. Feasibility study menjadi fondasi yang memastikan setiap investasi hijau didasarkan pada fakta lapangan, bukan sekadar asumsi.
LindungiHutan sebagai mitra pelaksana melakukan kajian menyeluruh terhadap dua lokasi strategis di JTTS, yakni kawasan Lingkar Pekanbaru di Riau dan ruas Betung-Jambi 1A.
Studi ini mencakup analisis kondisi fisik tanah, ekosistem, hingga dinamika sosial di sekitar lokasi, sehingga hasil yang direkomendasikan benar-benar sesuai dengan karakteristik lahan.
Baca juga: Cara Menyusun Feasibility Study untuk Program Penanaman: Metode, Tahapan, dan Output
Metode dan Tahapan Feasibility Study di Dua Lokasi
Kedua wilayah studi ini dipilih karena memiliki karakteristik dan tantangan ekologis yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan penanaman yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.
Di wilayah Lingkar Pekanbaru, studi dilakukan di enam titik yang tersebar di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Sementara itu, enam titik lainnya berada di wilayah Betung-Jambi 1A, yang mencakup Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin.
Masing-masing lokasi memiliki karakteristik tanah yang beragam, mulai dari lahan gambut dengan tingkat keasaman tinggi hingga tanah lempung dengan pH yang relatif netral.
Survei lapangan dilakukan secara langsung dengan mengamati tekstur dan warna tanah, mengukur pH serta kelembapan, mencatat vegetasi yang telah tumbuh, dan mengevaluasi ketersediaan air serta aksesibilitas lokasi.
Hasil pengamatan kemudian dianalisis untuk mengelompokkan enam lokasi di masing-masing wilayah berdasarkan kesamaan kondisi tanah dan iklim. Pengelompokan ini menjadi dasar dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai, karena tanaman yang mampu tumbuh optimal di lahan gambut tentu berbeda dengan tanaman yang cocok pada tanah lempung.
Pendekatan tersebut memastikan pemilihan tanaman tidak dilakukan secara seragam, melainkan berdasarkan kondisi spesifik setiap lokasi. Dengan demikian, setiap pohon yang ditanam memiliki peluang tumbuh dan bertahan hidup yang lebih besar sekaligus dapat memberikan fungsi ekologis yang optimal.
Rekomendasi Tanaman dan Desain Penanaman
Pemilihan jenis pohon tidak dilakukan sembarangan. Tim ahli mempertimbangkan kemampuan tanaman beradaptasi dengan kondisi tanah, ketahanan terhadap angin kencang di area jalan tol, serta nilai estetika yang mendukung pemandangan koridor.
Untuk lahan dengan tingkat keasaman tinggi, dipilih spesies yang toleran terhadap tanah masam. Sementara di area dengan pH lebih netral, komposisi tanaman dibuat lebih beragam untuk menciptakan lanskap yang kaya dan seimbang.
Beberapa jenis pohon yang direkomendasikan memiliki akar yang kuat menahan erosi di area lereng, tajuknya yang rimbun memberikan keteduhan, dan bunganya yang indah menambah nilai visual sepanjang perjalanan.
Desain penanaman menggunakan pola polikultur untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat dan mengurangi risiko hama.
Dampak dan Makna bagi Keberlanjutan Perusahaan
Feasibility study yang dilakukan HKI bukan sekadar dokumen perencanaan. Ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Dari sisi lingkungan, program ini akan membantu menyerap emisi karbon, mencegah erosi di area rawan longsor, dan memulihkan lahan kritis bekas galian.
Dari sisi sosial, kehadiran ruang terbuka hijau di sepanjang tol memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan.
Dan dari sisi bisnis, ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG yang semakin menjadi tuntutan para pemangku kepentingan.
Baca Juga: PT SPIL Jalankan Feasibility Study Penghijauan di Lamongan
Setiap program penghijauan yang berkelanjutan dimulai dari perencanaan yang matang. LindungiHutan melalui layanan SustainabiliTree siap membantu perusahaan Anda merancang feasibility study, desain proyek, hingga implementasi penanaman berbasis Nature-Based Solutions.
Ingin memulai program penghijauan seperti PT Hutama Karya Infrastruktur?
Kunjungi SustainabiliTree dan wujudkan langkah hijau Anda bersama LindungiHutan.
