Jakarta, CNN Indonesia —
Presiden Iran Masoud Pezeshkian membawa foto mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu, dalam Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (26/9).
Dalam pidato itu, Pezeshkian mengatakan rakyat Iran menjadi korban terorisme dan mengutuk serangan ilegal AS terhadap negara Timur Tengah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya berasal dari Iran di mana pemimpin tertinggi kami yang terhormat dibunuh tanpa kerangka hukum atau alasan apa pun,” kata Pezeshkian.
Khamenei tewas dalam serangan brutal AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Tak cuma dia, anak perempuan, menantu, cucunya juga terbunuh dalam operasi itu.
Sejumlah pejabat top pertahanan hingga pakar nuklir Iran tak luput jadi korban serangan AS dan Israel.
Pezeshkian juga menyebut AS-Israel mengebom sekolah hingga menewaskan anak-anak yang tak berdosa.
“Saya dari Iran, di mana mereka sebenarnya membom sekolah,” ujarnya.
Usai AS dan Israel meluncurkan serangan, Iran langsung membalas. Hingga kini, perang terus berlanjut.
AS dan Iran sempat menyepakati gencaran senjata dan meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang. Namun, Washingtong disebut berulang kali melanggar kesepakatan.
(isa/fra)







