Dengan menjadi perusahan terbuka, kata Setia, Persib harus bersiap menghadapi berbagai tuntunan dari publik, termasuk tata kelola akuntabilitas dan transparansi.
“Kalau sudah IPO tentu akan lebih meningkatkan performa tata kelola Persib karena telah menjadi perusahan publik, tentu dituntut membuka informasi kepada masyarakat luas,” terangnya.
Setia menyebut potensi Persib untuk menarik investor setelah melantai di bursa saham sangat besar. Sebab, dia melihat di Jawa Barat saat ini memiliki 1,2 juta investor dari kalangan generasi muda.
“Dugaan saya market yang dibidik itu market emosional. Di Jabar itu ada 1,2 juta investor, dan sebagian besar itu usianya antara 20-40 tahun,” ucapnya.
“Kalau itu mereka diberikan kesempatan untuk memiliki Persib, ya tentu mereka akan mengalihkan portofolio investasi pada saham Persib tapi ada catatannya,” lanjut Setia.
