Sepakbola

Safari ke Daerah Berikan Coaching Clinic, Indra Sjafri: Indonesia Butuh Pemain Masa Depan Berkualitas

7
safari-ke-daerah-berikan-coaching-clinic,-indra-sjafri:-indonesia-butuh-pemain-masa-depan-berkualitas
Safari ke Daerah Berikan Coaching Clinic, Indra Sjafri: Indonesia Butuh Pemain Masa Depan Berkualitas

Bola.com, Jakarta – Tak lagi menjadi pelatih tim nasional tak membuat Indra Sjafri jauh dari sepak bola.

Juru taktik asal Sumatera Barat yang bergelimang trofi kala membesut timnas kelompok umur itu saat ini kerap melakukan safari ke sejumlah daerah melakukan coaching clinic kepada pemain-pemain muda.

Selama menjadi pelatih, Indra Sjafri pernah pernah membawa Timnas Indonesia U-19 menyabet dua gelar Piala AFF U-19, juara Piala AFF U-23, dan medali emas sepak bola SEA Games.

Sayang, karier menterengnya harus terhenti setelah Timnas Indonesia U-22 yang ia ditukangi gagal total di SEA Games 2025. Ia tak hanya kehilangan kursi pelatih, tapi juga dicopot dari jabatan Direktur Teknik PSSI.

Meski tak lagi berada di lingkaran struktural PSSI, Indra Sjafri tetap peduli terhadap perkembangan sepak bola dalam negeri, terlebih pemain-pemain mudanya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tetap Mencari Bakat

Lewat kanal YouTube One Corner tvOneNews belum lama ini, eks pemain PSP Padang kembali menuturkan apa yang menjadi bebannya terkait masa depan bakat-bakat muda di seluruh Indonesia.

“Indonesia butuh pemain masa depan dan itu harus disiapkan yang jauh lebih berkualitas dari yang ada sekarang. Kenapa? Karena dengan kualitas yang ada sekarang ditambah akselerasi yang kita sudah lakukan dengan merekrut pemain naturalisasi, karena secara aturan itu dibolehkan naturalisasi dan sebagainya, kita belum bisa berprestasi,” kata Indra Sjafri.

Menurut Indra Sjafri, ada beberapa aspek yang harus terus diperhatikan terkait pembinaan usia muda. Termasuk menyelenggarakan kompetisi yang berkualitas.

“Kuncinya adalah melakukan pembinaan pemain dari usia muda. Lima hal yang harus dilakukan. Penyiapan infrastruktur, kurikulum, jumlah pelatih dan kualitas, serta pengembangan pemainnya sesuai dengan tahapannya. Dan terakhir kita siapkan kompetisi yang berkualitas. Lima komponen ini harus dijalankan, harus ada sinergi, dan harus berbarengan ya,” tandas Indra Sjafri.

Soroti Insfrastruktur

Menurut Indra, infrastruktur masih menjadi PR sepak bola Indonesia.

“Enggak bisa satu-satu. Engak bisa. Karena apa? Kompetisi tanpa lapangan yang bagus enggak bisa. karena banyak juga orang semua selalu bilang kompetisi, kompetisi, kompetisi. Jadi lima-limanya harus berbarengan.”

“Bagaimana nilainya bisa tinggi kalau dia ujian nasional terus sekolahnya gak bagus, kurikulumnya gak bagus, pelatih atau gurunya gak berkualitas. Ya, anaknya pasti enggak berkembang.”

Harus Ada Sinergi

Lebih lanjut kelahiran 2 Februari 1963 menuturkan, agar kelima elemen tadi bisa berjalan dengan baik, maka semua pihak harus sinergi.

“Siapa yang melakukan? Mulai dari PSSI sampai asprov (asosiasi provinsi), semua daerah harus melakukan. Ditambah supporting dari pihak-pihak swasta. Kan banyak juga kompetisi yang dilakukan pihak swasta,” ujar Indra Sjafri.

Selama menjadi pelatih dan kini rajin safari, Indra Sjafri mengaku melihat banyak lapangan sepak bola tak dimaksimalkan alias kosong begitu saja tanpa ada aktivitas sepak bola.

“Saya melihat lapangan-lapangan di desa itu banyak nganggur loh ya kan. Kenapa nganggur? Satu, pelatihnya enggak ada ya kan. Nah saya berjalan ke berapa desa karena saya kepingin anak-anak dari desa itu juga punya kesempatan untuk menjadi pemain sepak bola,” pungkas Indra Sjafri.

Exit mobile version