Lingkungan

Pak Sururi, Inspirasi Hijau dari Pantai Mangunharjo Semarang

106
pak-sururi,-inspirasi-hijau-dari-pantai-mangunharjo-semarang
Pak Sururi, Inspirasi Hijau dari Pantai Mangunharjo Semarang

Kota Semarang tengah menghadapi tantangan besar yaitu abrasi pesisir yang kian parah. Garis pantai terus terkikis, mengancam pemukiman, tambak, dan ekosistem pesisir.

Namun, di tengah ancaman ini, secercah harapan muncul dari Pantai Mangunharjo. Di sini, ekosistem mangrove tumbuh subur berkat upaya luar biasa seorang warga lokal.

Tokoh penting di balik pelestarian ini adalah Pak Sururi. Sejak tahun 1995, beliau secara sukarela menjaga dan menanam mangrove, tanpa pamrih. Upaya yang dimulainya seorang diri kini menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata.

Kisah Pak Sururi menyentuh hati banyak pihak dan menjadi teladan aksi lingkungan yang bisa kita dukung bersama. Upaya serupa terbukti efektif; studi seperti Murdiyarso et al., 2022 menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove dapat menahan laju abrasi hingga 80%.

Siapa Pak Sururi?

Pak Sururi adalah mantan petambak dan pencari kepiting asal Mangunharjo. Beliau menyaksikan secara langsung bagaimana abrasi dan rob merusak rumah-rumah warga serta tambak di desanya.

Didorong rasa cinta terhadap kampung halamannya, beliau memutuskan untuk memulai penanaman mangrove secara mandiri sebagai upaya penyelamatan. Atas dedikasi luar biasanya, masyarakat kemudian menjulukinya sebagai “Kiai Mangrove”.

Perjuangan Sejak 1995: Dari Krisis ke Harapan

Perjuangan Pak Sururi bukan tanpa tantangan. Ia mengawali aksinya dengan modal pribadi, belajar teknik penanaman mangrove secara otodidak. Dukungan awal sangat minim bahkan banyak warga yang meragukan upayanya.

Namun, titik balik terjadi saat ia bertemu dengan akademisi dari UNDIP, yang mengenalkannya pada teknik “sulam”, yakni metode tanam ulang yang meningkatkan keberhasilan hidup mangrove.

Meski sempat membentuk beberapa komunitas pelestari, tak semuanya bertahan lama. Namun, semangat beliau tetap tak surut.

Baca Juga: Kisah Mas Antok Tak Pernah Lelah Menghijaukan Pesisir Trimulyo

Dampak Nyata dari Aksi Pak Sururi

Kini, dampak nyata perjuangan Pak Sururi mulai dirasakan oleh warga Pantai Mangunharjo. Abrasi yang dulu terus menggerus garis pantai kini berhasil ditekan; bahkan, daratan baru mulai terbentuk.

Jika sebelumnya jarak antara pemukiman dan laut hanya sekitar 1 kilometer, kini garis pantai telah bergeser hingga 3 kilometer ke arah laut.

Selain itu, ekosistem pesisir pun pulih, biota laut perlahan kembali, memberikan harapan baru bagi para nelayan. Tambak-tambak yang dulu terancam abrasi kini dapat dikelola kembali, membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Penelitian oleh Setyawan et al. (2020) dalam Jurnal Ilmu Kelautan menunjukkan bahwa penanaman mangrove secara berkelanjutan dapat mengurangi laju abrasi hingga 80% dan memperkuat struktur tanah pesisir.

Selain itu, studi oleh Alongi (2008) di Estuarine, Coastal and Shelf Science mengungkapkan bahwa ekosistem mangrove yang sehat mampu menyerap hingga 1,02 ton karbon per hektar per tahun, menjadikannya solusi efektif untuk mitigasi perubahan iklim.

Di sisi sosial, penelitian dari Primavera (2000) dalam Marine Pollution Bulletin mencatat bahwa pemulihan ekosistem mangrove dapat meningkatkan produktivitas perikanan lokal sebesar 20-50%.

Temuan ini selaras dengan kondisi di Pantai Mangunharjo, di mana semakin banyak biota laut yang kembali dan potensi ekonomi bagi masyarakat pesisir pun semakin besar.

Bersama platform LindungiHutan, telah ditanam 78.934 pohon melalui lebih dari 141 kampanye. Atas dedikasinya, Pak Sururi menerima penghargaan Kalpataru 2024 (kategori Perintis Lingkungan).

“Kampung saya sekarang jauh dari abrasi. Dulu ke laut enggak sampai 1 km sudah sampai ujung pantai. Sekarang ke laut sudah 3 km,” tutur Sururi.

Pak Sururi dan Kolaborasi Lingkungan

Kini, Pak Sururi menjadi rujukan bagi banyak pihak: pelajar, mahasiswa, peneliti baik dari dalam maupun luar negeri. Ia aktif mengajak generasi muda untuk ikut menanam mangrove.

Beliau juga bekerja sama dengan berbagai pihak, kampus, LSM, hingga perusahaan, yang membutuhkan bibit mangrove. Hingga saat ini, bersama LindungiHutan, sudah terjalin kolaborasi dalam penanaman lebih dari 78.934 pohon melalui lebih dari 141 kampanye.

“Kalau kita masih sehat, kita terus berjuang. Semoga perjuangan mangrove ini banyak yang meneruskan,” pungkasnya.

Mengapa Perusahaan Perlu Mendukung Aksi seperti Ini?

Bagi perusahaan, mendukung inisiatif seperti yang dilakukan Pak Sururi bukan hanya wujud tanggung jawab sosial, tetapi juga investasi dalam:

  • Solusi berbasis alam (Nature-Based Solution) yang nyata.
  • Upaya adaptasi iklim, pelestarian biodiversitas, serta kesejahteraan masyarakat lokal.
  • Meningkatkan performa ESG dan reputasi perusahaan.
  • Membangun social license to operate melalui kolaborasi dengan tokoh lokal yang memiliki legitimasi kuat.

Peran perusahaan bukan hanya wujud tanggung jawab sosial, tetapi juga investasi stategis dalam membangun kepercayaan publik.

Penanaman pohon Alfamart, misalnya, menanam 20.000 pohon mangrove di pesisir Semarang pada 22 April 2025 dalam rangka Hari Bumi, bekerja sama dengan LindungiHutan

Proyeksi kegiatan CSR ini dalam 10 tahun ke depan, puluhan ribu mangrove yang ditanam sepanjang 2025 mampu menyerap lebih dari 2.000 ton CO₂.

Program ini dirancang dengan monitoring dan perhitungan serapan karbon, sehingga menghasilkan “perisai hijau” nyata yang melindungi ekosistem pesisir dari abrasi.

Baca Juga: CorporaTree Bantu Aksi CSR Perusahaan Melalui Tanam Pohon

Wujudkan Dampak Nyata Bersama Pak Sururi dari Semarang

Perjuangan Pak Sururi belum usai. Kini, ia mengajarkan anaknya agar estafet keberlanjutan terus berlangsung. Harapan beliau sederhana: makin banyak pihak, termasuk perusahaan, ikut serta dalam menghijaukan Pantai Mangunharjo.

Mari bersama wujudkan garis pantai yang lestari. Dukung aksi nyata Pak Sururi melalui kolaborasi penanaman mangrove bersama LindungiHutan.

Mari berkontribusi untuk program CSR berdampak bagi negeri!

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version