
Foto: OnePlus
Teknologi.id – OnePlus kembali menggebrak pasar ponsel pintar khusus game melalui peluncuran resmi produk teranyar mereka, OnePlus Ace 6 Ultra, di Tiongkok. Dirancang khusus untuk memenuhi standar kompetisi mobile esports, perangkat ini hadir sebagai manifesto teknologi yang menantang batasan performa ponsel gaming modern tanpa harus mengorbankan estetika desain.
Di pasar domestik Tiongkok, OnePlus Ace 6 Ultra dibanderol dengan harga dasar mulai dari 3.799 yuan atau sekitar Rp 8,2 juta. Namun, selama masa promosi peluncuran, harganya dipangkas menjadi 3.499 yuan (berkisar Rp 7,6 juta), membuatnya langsung menjadi pesaing tangguh bagi dominasi Redmi K90 Ultra dan ROG Phone 9 di segmen flagship gaming.
Desain Elegan Tanpa Stereotip Ponsel Gaming
Salah satu terobosan paling mencolok dari Ace 6 Ultra terletak pada pendekatan desainnya yang minimalis. Berbeda dari ponsel game konvensional yang kerap tampil eksentrik dengan lampu RGB mencolok atau sirip pendingin besar, OnePlus memilih jalur elegan. Ponsel ini dikemas dalam bodi tipis setebal 8,45 mm dengan bobot 217 gram, sebuah dimensi yang sangat ringkas dan proporsional untuk standar flagship saat ini.
Perangkat ini hadir dalam dua varian warna, yakni Ace Awakening yang memadukan hitam metalik dengan aksen merah khas, serta Metal Storm yang menawarkan warna abu-abu futuristik dengan sentuhan akhir matte. Desain low-profile ini sengaja dihadirkan agar para atlet esports maupun gamer profesional dapat berlatih di tempat umum seperti kafe tanpa menarik perhatian secara berlebihan.
Baca juga: Honor Play 80 Plus Meluncur di China, HP Entry-Level dengan Baterai 7.500 mAh
Performa Ekstrem Dimensity 9500 dan RAM 16GB
Foto: OnePlus
Dapur pacu OnePlus Ace 6 Ultra ditenagai oleh chipset kustom premium MediaTek Dimensity 9500 dengan arsitektur fabrikasi 3nm. Fabrikasi mutakhir ini menawarkan efisiensi daya yang tinggi serta pemrosesan grafis yang luar biasa. Guna mencegah kendala lag, chip performa tinggi tersebut dipadukan dengan konfigurasi memori monster hingga RAM 16GB LPDDR5X dan penyimpanan internal sebesar 1TB UFS 4.1 yang memiliki kecepatan baca/ tulis fantastis mencapai 4.300 MB/s.
Dalam pengujian internal untuk menjalankan gim berat berintensitas tinggi seperti Delta Force pada pengaturan grafis rata kanan, ponsel ini mampu mencatatkan performa stabil dengan rata-rata frame rate mencapai 164,7 fps. Untuk memaksimalkan manajemen sumber daya, OnePlus juga menyematkan Wind Chaser Gaming Kernel yang secara otomatis memprioritaskan daya CPU dan GPU saat gim aktif sekaligus memblokir gangguan notifikasi di latar belakang.
Layar Lingxi Touch Core Berkecepatan Respons Instan
Sektor visual OnePlus Ace 6 Ultra ditopang oleh panel AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K (~2780 x 1264 piksel). Layar ini telah mendukung refresh rate hingga 165Hz serta tingkat kecerahan puncak mencapai 2.000 nits.
Namun, spesifikasi paling revolusioner pada sektor ini adalah integrasi teknologi Lingxi Touch Core yang mampu menghasilkan touch sampling rate instan hingga 4000Hz. Dengan kemampuan memindai input sentuhan setiap 0,25 milidetik, layar ini jauh lebih responsif dibanding ponsel flagship standar (240-360Hz) maupun ponsel gaming kompetitor (1000-2000Hz). Fitur ini memberikan keuntungan kompetitif yang nyata saat turnamen FPS atau MOBA di mana akurasi milidetik sangat krusial. Pengalaman bermain juga diperkaya dengan fitur Shooting Display Enhancement, Footstep Sound Enhancement untuk audio 3D, serta Crosshair Assist Overlay.
Baca juga: Siap-Siap! Harga HP Oppo dan OnePlus Naik Mulai 16 Maret 2026
Inovasi Kontroler Tanpa Joystick dan Baterai Raksasa
Bersamaan dengan ponsel ini, OnePlus turut memperkenalkan aksesori eksklusif Gunfire Gaming Controller seharga 449 yuan (sekitar Rp 970 ribu) yang dijual terpisah. Berbeda dari kontroler klip-on biasa, OnePlus membuang komponen joystick analog dan menggantinya dengan trigger mekanis berbasis micro-switch dengan respons secepat 1,8 milidetik. Mengusung filosofi “precision over range”, kontroler ergonomis mirip grip konsol ini fokus pada akurasi tembakan instan tanpa delay karena input diproses langsung oleh chip esports internal secara magnetis.
Untuk mengimbangi komponen yang haus daya, OnePlus menyematkan baterai masif berkapasitas 8.600mAh dengan arsitektur dual-cell (dua baterai 4.300mAh yang bekerja paralel). Sistem ini didukung oleh pengisian daya cepat 120W SuperVOOC yang mampu mengisi daya dari 0 hingga 100% hanya dalam waktu sekitar 35 menit. Masalah suhu diredam dengan optimal oleh sistem pendingin Glacier Cooling yang mengombinasikan heat pipe uap ganda, lapisan grafit multi-layer, serta pendinginan aktif berbasis aliran udara mikro sehingga suhu permukaan tetap berada di bawah 42°C walau dipakai bermain Genshin Impact selama satu jam penuh.
Hebatnya lagi, Ace 6 Ultra melengkapi ketangguhannya dengan sertifikasi ketahanan air skala militer dan industri otomotif multi-level, yang mencakup rating IP66, IP68, hingga IP69 dan IP69K yang tahan terhadap semprotan air panas bertekanan tinggi. Perangkat ini dipastikan dipasarkan terlebih dahulu di Tiongkok, sementara untuk ketersediaan di pasar global masih menunggu pengumuman resmi selanjutnya.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(yna/sa)
