
Indonesiainside id — Najran terus memperkuat sektor pertanian berkelanjutan melalui serangkaian uji coba lapangan inovatif yang melibatkan lembaga penelitian dan petani lokal.
Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), program tersebut bertujuan mendiversifikasi hasil pertanian, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan ketahanan pangan di wilayah selatan Arab Saudi itu.
Uji coba dilakukan setelah studi awal mengenai kondisi tanah dan sumber air untuk menentukan penerapan lahan percontohan serta pelatihan petani dalam penggunaan praktik pertanian modern.
Salah satu percobaan yang dinilai berhasil adalah budidaya padi menggunakan sistem irigasi tetes. Metode ini mampu mengurangi konsumsi air melalui penggunaan pengatur waktu otomatis dan pengeringan terjadwal.
Selain itu, lahan percontohan juga menunjukkan hasil positif pada budidaya stevia, tanaman pemanis alami rendah kalori, serta kacang fava yang dikenal mampu mengikat nitrogen dan meningkatkan kesuburan tanah secara alami sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Program pertanian tersebut juga mengintegrasikan teknologi modern seperti hidroponik, pertanian vertikal, dan rumah kaca.
Berbagai jenis tanaman diuji coba, termasuk stroberi, wijen, kopi, dan sayuran hortikultura lainnya.
Petani dan para ahli pertanian setempat menyebut kondisi tanah aluvial serta iklim moderat Najran menjadi modal besar untuk mengembangkan wilayah itu sebagai pusat pertanian komersial berkelanjutan.
Namun, mereka menekankan pentingnya keberlanjutan dukungan penelitian kelembagaan dan pendanaan agar pengembangan sektor pertanian modern di Najran dapat terus berkembang dalam jangka panjang.
