Scroll untuk baca artikel
Berita

MenPAN-RB Sebut Satu Data Indonesia akan Berikan Manfaat Besar untuk Rakyat

118
×

MenPAN-RB Sebut Satu Data Indonesia akan Berikan Manfaat Besar untuk Rakyat

Share this article
menpan-rb-sebut-satu-data-indonesia-akan-berikan-manfaat-besar-untuk-rakyat
MenPAN-RB Sebut Satu Data Indonesia akan Berikan Manfaat Besar untuk Rakyat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Minggu (26/5/2024).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Minggu (26/5/2024).

Example 300x600

Indonesiainside.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas menekankan pentingnya peran data dalam proses transformasi digital di Indonesia. Pemerintah berkomitmen mempercepat transformasi ini melalui inisiatif Satu Data Indonesia (SDI).

Azwar Anas mengapresiasi upaya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dalam mewujudkan integrasi data di berbagai instansi pemerintah. “Kita harus meningkatkan kesadaran di setiap instansi untuk mengoptimalkan kebijakan SDI. Dengan mengintegrasikan data, masyarakat nantinya akan merasakan manfaat besar dari data tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (31/7).

Saat ini, Kementerian PANRB sedang menyusun Kerangka Arsitektur Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional (GDRBN) 2025-2045, dengan salah satu sasaran utama adalah transformasi digital. Dalam Road Map RB 2025-2029 yang sedang dikembangkan, SDI menjadi indikator utama untuk kegiatan prioritas reformasi birokrasi nasional.

Azwar Anas menegaskan bahwa implementasi layanan terpadu dapat dicapai dengan penerapan kerangka pertukaran data sesuai kebijakan SDI. Integrasi data dari berbagai kementerian dan lembaga tidak hanya meningkatkan efisiensi sistem, tetapi juga memastikan layanan publik menjadi lebih responsif dan berdampak. Hal ini dimulai dengan layanan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) prioritas.

SDI saat ini sedang mengembangkan Platform Data Model untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi duplikasi data dan aplikasi yang ada. Platform ini akan mendukung penyelenggaraan layanan digital pemerintah melalui INA DIGITAL sebagai GovTech Indonesia, dengan menetapkan data referensi yang digunakan oleh semua Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah.

Adapun, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan bahwa transformasi digital dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas di sektor pelayanan publik dan perencanaan pembangunan. SDI bertujuan menciptakan ekosistem data yang akurat dan mudah diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. “Untuk memastikan pemenuhan prinsip SDI di tingkat Pusat dan Daerah, sedang disiapkan grand design penilaian Reformasi Birokrasi Berdampak, termasuk evaluasi pelaksanaan SDI,” tambahnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya menghindari duplikasi data dalam transformasi digital. “Kami hanya akan mengumpulkan data terkait sektor kesehatan, sedangkan data kependudukan akan diambil dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa data yang dikumpulkan harus bermanfaat bagi masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menambahkan bahwa SDI adalah bagian dari upaya konsolidasi dalam mewujudkan pelayanan publik berbasis digital. Upaya transformasi digital ini, menurutnya, adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk masyarakat. “Kita berharap agar SDI ini nantinya dapat dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak ada kesenjangan pelayanan di antara daerah-daerah,” pungkasnya.