Berita

Mahasiswa Optimis yang Dianggap Terbodoh dalam Fisika ini Torehkan Prestasi Membanggakan

120
mahasiswa-optimis-yang-dianggap-terbodoh-dalam-fisika-ini-torehkan-prestasi-membanggakan
Mahasiswa Optimis yang Dianggap Terbodoh dalam Fisika ini Torehkan Prestasi Membanggakan

Islam mengajarkan pemeluknya untuk memiliki rasa optimis dan menjauhi pesimis. Di dalam haditsnya, Nabi pernah bersabda: “Tidak ada Adwa (keyakinan bahwa penyakit bisa menular, bukan karena takdir dari Allah) atau Thiyarah (rasa pesimis), tetapi aku menyukai sikap optimis.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu optimis?” beliau menjawab: “Kalimat yang baik.” (HR. Tirmidzi) Tulisan ini akan mengisahkan gambaran orang yang selalu optimis walaupun orang sekitarnya menganggapnya paling bodoh.

INDONESIAINSIDE.ID – Di Universitas Kopenhagen, Denmark, terjadi sebuah kisah yang luar biasa dalam dunia pendidikan fisika. Kisah ini dimulai dengan sebuah ujian fisika yang tampak biasa saja. Salah satu pertanyaan dalam ujian tersebut adalah: “Bagaimana cara menentukan tinggi sebuah gedung pencakar langit menggunakan barometer?” Barometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara.

Jawaban yang diharapkan dari soal tersebut adalah dengan mengukur perbedaan tekanan udara di dasar gedung dan di puncaknya. Namun, salah satu mahasiswa memberikan jawaban yang mengejutkan dan membuat marah profesor fisika yang mengoreksi ujian tersebut. Mahasiswa tersebut menulis: “Ikat barometer dengan tali panjang dan gantungkan dari atas gedung hingga menyentuh tanah, kemudian ukur panjang talinya.”

Jawaban ini membuat profesor tersebut sangat marah, sehingga ia memberikan nilai nol kepada mahasiswa tersebut dan merekomendasikan agar mahasiswa tersebut tidak lulus ujian karena dianggap tidak memahami konsep fisika.

Merasa diperlakukan tidak adil, mahasiswa tersebut mengajukan banding kepada pihak universitas, menegaskan bahwa jawabannya sebenarnya benar seratus persen. Menurut peraturan universitas, seorang ahli ditunjuk untuk menilai kasus ini. Laporan dari ahli tersebut menyatakan bahwa jawaban mahasiswa tersebut memang benar, tetapi tidak menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang fisika. Akhirnya, mahasiswa tersebut diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian ulang secara lisan.

Dalam ujian lisan, ahli yang sama memberikan pertanyaan yang sama kepada mahasiswa tersebut. Mahasiswa tersebut berpikir sejenak dan kemudian berkata: “Saya memiliki banyak jawaban untuk menentukan tinggi gedung ini, dan saya tidak tahu yang mana yang harus dipilih.”

Ahli tersebut kemudian memintanya untuk memberikan semua jawaban yang ia miliki. Mahasiswa itu mulai menjawab: “Kita bisa menjatuhkan barometer dari atas gedung dan mengukur waktu yang dibutuhkan hingga mencapai tanah; dari situ kita bisa menghitung tinggi gedung. Jika matahari sedang bersinar, kita bisa mengukur panjang bayangan barometer dan panjang bayangan gedung, lalu menggunakan hukum perbandingan untuk menentukan tinggi gedung. Atau, jika kita ingin cara yang lebih cepat, kita bisa memberikan barometer sebagai hadiah kepada penjaga gedung dan meminta dia memberitahu tinggi gedung tersebut. Dan terakhir, jika kita ingin menggunakan cara yang rumit, kita bisa mengukur perbedaan tekanan udara di dasar dan di puncak gedung dengan barometer.”

Ahli tersebut sebenarnya menunggu jawaban terakhir yang menunjukkan pemahaman mahasiswa tersebut tentang fisika. Namun, mahasiswa tersebut menganggap jawaban itu adalah yang paling buruk karena kerumitannya. Nama mahasiswa tersebut adalah Niels Bohr.

Tidak hanya berhasil dalam ujian fisika, Niels Bohr juga menjadi satu-satunya orang Denmark yang pernah meraih Penghargaan Nobel di bidang Fisika. (Sumber: Salwa al-‘Adhidaan, Hakadza Hazamul Ya’sa)

Kisah Niels Bohr ini mengajarkan kita bahwa kecerdasan dan kreativitas tidak selalu diukur dengan cara konvensional. Ketika seseorang menganggap Anda bodoh, sementara Anda yakin bahwa Anda memiliki kemampuan yang lebih, jangan pernah mempercayainya. Sebaliknya, tetaplah percaya pada diri sendiri dan teruslah berusaha. Siapa yang tahu, mungkin suatu hari nanti Anda akan meraih penghargaan bergengsi seperti Niels Bohr, yang tidak pernah kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri.

Inspirasi untuk Generasi Muda
Bagi para mahasiswa dan generasi muda, kisah ini memberikan inspirasi untuk tetap kreatif dan tidak takut berpikir di luar kotak. Kegigihan, kepercayaan diri, dan kreativitas adalah kunci untuk meraih kesuksesan, bahkan dalam bidang yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya. Teruslah belajar, berinovasi, dan jangan pernah menyerah pada mimpi Anda. Mungkin saja, seperti Niels Bohr, Anda akan membuat sejarah dengan cara yang tak terduga. (MBS)

Exit mobile version