Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Kisah Kampanye Alam Juliana Fajariani Menjadi Campaigner

91
×

Kisah Kampanye Alam Juliana Fajariani Menjadi Campaigner

Share this article
kisah-kampanye-alam-juliana-fajariani-menjadi-campaigner
Kisah Kampanye Alam Juliana Fajariani Menjadi Campaigner

Kampanye Alam Juliana tidak terlepas dari motivasi hijau untuk “menyembuhkan” Bumi. Juliana Fajariani, warga Ngampel, Kendal, mengenal LindungiHutan dari berbagai kanal digital seperti Instagram, Google, dan website resmi.

Rasa ingin tahu membawanya membuka situs tersebut lewat smartphone maupun laptop, hingga akhirnya pada Desember 2024, ia memutuskan untuk membuat kampanye alam pertamanya.

Example 300x600

“Yang membuat saya tertarik, selain aksesnya mudah, data kampanye juga transparan dan bisa dipantau,” ujar Juliana. Ini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan, terlebih bagi campaigner pemula seperti dirinya.

Tak hanya itu, Kampanye Alam Juliana juga turut terinspirasi dari langkah awalnya melihat beberapa donasi pohon. Ia pun tertarik mengikuti jejak kampanye lain di LindungiHutan yang sudah lebih dulu dikenal di kalangan komunitas pecinta lingkungan.

Mengapa Memilih LindungiHutan?

Saat melihat berbagai kampanye yang telah dilakukan orang lain, termasuk Kampanye Alam Juliana yang sempat viral di komunitasnya, Ia merasa yakin bahwa LindungiHutan adalah platform yang tepat.

Kemudahan dalam proses dan kejelasan informasi menjadikan pengalaman pertamanya sebagai campaigner terasa menyenangkan dan tidak membingungkan.

Juliana memberi nilai 10 untuk kemudahan membuat kampanye dan 8 untuk kemungkinan merekomendasikan platform ini kepada orang lain.

“Semua informasinya sangat jelas dan informatif. Saya merasa terbantu sebagai pengguna baru,” ungkapnya. Bahkan ia mulai merekomendasikan platform ini kepada teman-temannya untuk turut serta dalam aksi seperti kampanye alam Juliana.

Platform LindungiHutan sudah memfasilitasi lebih dari 5.000 kampanye alam dan berhasil menanam lebih dari 1 juta pohon di berbagai daerah rawan bencana dan abrasi di Indonesia.

Motivasi Personal Juliana

Bukan tanpa alasan Juliana tergerak. Meski belum memiliki pengalaman konservasi secara langsung sebelumnya, ia menyaksikan sendiri bagaimana wilayah tempat tinggalnya kerap dilanda banjir.

Dari situlah tumbuh keinginan kuat untuk ikut melestarikan lingkungan sekaligus mengajak orang lain berpartisipasi.

“Ayo mulai ikut melindungi Bumi lewat aksi kecil! Lewat LindungiHutan, kita bisa kampanye pohon dengan mudah.

Kampanye alam Juliana, misalnya, lahir dari kepedulian kecil tapi ternyata bisa menginspirasi banyak orang untuk ikut bergerak bersama,” serunya saat mengajak teman-temannya.

penanaman mangrove pantai mangunharjo

Pohon bakau atau mangrove, seperti yang ditanam di kampanye pesisir Pantai Mangunharjo, bisa menyerap karbon 4–5 kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan. Ini menjadikan kawasan pesisir sebagai benteng alami penting bagi mitigasi perubahan iklim.

Lokasi Penanaman yang Berkesan

Meski baru satu kali melakukan penanaman, Pantai Mangunharjo di Semarang meninggalkan kesan mendalam bagi Juliana.

Lokasi ini kerap menjadi sasaran abrasi, dan melalui kampanye penanaman mangrove, Juliana merasa bisa memberikan kontribusi langsung terhadap perlindungan garis pantai.

pantai mangunharjo kampanye alam juliana

Ia juga sempat membaca bahwa lokasi ini juga pernah menjadi bagian dari kampanye pohon dan kini dilanjutkan melalui kampanye alam Juliana, yang merupakan inisiatifnya sendiri.

Baca Juga: Kisah Kampanye Alam Naftalia untuk Hijaukan Indonesia

Perasaan dan Pengalaman Pertama sebagai Campaigner

Juliana menggambarkan pengalamannya dengan tiga kata: bangga, senang, dan bermanfaat. Ia sangat mengapresiasi fitur-fitur yang disediakan LindungiHutan seperti unduh LPJ, dokumentasi, sertifikat campaigner, fitur pantau, hingga partisipan.

Satu hal yang sempat membuatnya bingung adalah saat menanyakan bagaimana cara mengunduh sertifikat. Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Kini, ia pun sudah mengunduh sertifikat campaigner dan merasa semakin percaya diri.

Tahukah kamu? Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 50% hutan mangrove dunia. Namun, 40% dari ekosistem ini telah rusak akibat alih fungsi lahan dan aktivitas industri.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Juliana berharap hutan Indonesia tetap lestari dan tidak terus-menerus dibabat demi kepentingan individu atau kelompok. Ia ingin kampanye seperti ini menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh.

Ia juga menyarankan agar update pertumbuhan pohon dapat dilakukan secara berkala, seperti yang diharapkan oleh campaigner lain dalam kampanye maupun donasi pohon.

“Saya merasa senang karena segalanya transparan dan mudah dipahami. Sejauh ini, saya sudah merasa cukup puas dengan fitur yang tersedia,” tambahnya.

Berdasarkan laporan Global Forest Watch, Indonesia masih menempati posisi ketiga dunia dalam kehilangan hutan tropis, setelah Brasil dan Kongo. Partisipasi masyarakat melalui gerakan kecil seperti donasi pohon menjadi sangat penting dalam memperbaiki kondisi ini.

Setiap Langkah Kecil Punya Arti Besar

Perjalanan kampanye alam Juliana Fajariani membuktikan bahwa siapa pun bisa berperan dalam menjaga bumi, bahkan dari daerah kecil seperti Ngampel. Lewat teknologi dan kemudahan akses yang ditawarkan LindungiHutan, langkah kecilnya bisa berdampak besar.

Mari kita jadikan cerita Juliana sebagai inspirasi: bahwa menjaga alam tak harus dimulai dengan hal besar.

Cukup satu kampanye, satu pohon, dan satu niat baik untuk masa depan yang lebih hijau. Kampanye alam Juliana adalah bukti bahwa langkah kecil bisa menumbuhkan perubahan besar.

Ingin Mengikuti Jejak Langkah Juliana Sebagai Campaigner? Yuk, Buat Kampanye Alam di LindungiHutan!