Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Kisah Di Balik Lahirnya Buku “Sepuluh Perempuan Bercerita”

81
×

Kisah Di Balik Lahirnya Buku “Sepuluh Perempuan Bercerita”

Share this article
kisah-di-balik-lahirnya-buku-“sepuluh-perempuan-bercerita”
Kisah Di Balik Lahirnya Buku “Sepuluh Perempuan Bercerita”
Kisah Di Balik Lahirnya Buku

Entah mengapa hati saya selalu mengharu biru setiap sebuah karya literasi yang saya bidani akhirnya rampung dan siap disajikan untuk masyarakat luas. Salah satu di antaranya adalah buku solo ke-2 saya yang berjudul Sepuluh Perempuan Bercerita ini

Buku ini hadir bagai kejutan buat diri saya pribadi. Sungguh tak menyangka bahwasannya naskah dalam buku ini, yang sejatinya saya siapkan untuk buku solo ke-4, malah duluan selesai ketimbang ke-2 kakaknya. Sebuah buku dengan rangkaian 10 naskah yang saya cicil satu persatu sembari menulis (mengisi blog ini), menjadi kontributor, editor serta layouter untuk berbagai platform dan menerbitkan antologi bersama komunitas Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI). Sok sibuklah pokoknya (mendadak terlempar ke angkasa).

Tetapi, meskipun ada di urutan ke-4, dari awal judulnya sudah saya pilih dengan premis yang sudah ditetapkan. Sebuah antologi cerpen dengan tokoh utamanya adalah 10 orang perempuan yang menurut pendapat publik adalah ras terkuat di muka bumi. Perempuan yang terlahir dari berbagai takdir, nasib, dan sederetan perjuangan hidup yang juga beragam.

Example 300x600

Masih terpatri di kepala saat tiba di masa saya memungut berbagai ide yang muncul dan terkadang hadir di kepala dengan tiba-tiba. Entah itu dari curhatan teman, kondisi sosial dan lingkungan yang saya lihat, dari film atau drama, dari membaca berbagai buku, bahkan ada yang terlahir dari nongkrong, ngobrol berjam-jam bersama teman sembari jajan atau sekedar ngopi-ngopi.

Yang pasti saya “menabung makna” dari setiap ilham. Sekecil apa pun yang saya dapat, ide itu langsung saya selipkan di dalam naskah. Secara garis besar dulu paling tidak. Sementara eksekusi akhirnya bisa dilakukan kapan saja. Entah hari itu juga, esoknya, minggu depannya, bahkan bulan berikutnya.

Nyicil bagian per bagian hingga akhirnya menemukan nama yang pas untuk para tokoh.

Baca Juga Buku Solo Pertama Annie Nugraha : TETANGGA KOK GITU, Kisah Tentang Dinamika Hidup Bertetangga yang Penuh Warna dalam Sebuah Buku

Kisah Di Balik Lahirnya Buku
Kisah Di Balik Lahirnya Buku

10 Tokoh dan Kisah di Dalam Buku

Rangkaian nama yang saya gunakan di dalam buku ini sejatinya terilhami dari teman-teman yang ada di sekeliling saya. Meski sepotong demi sepotong, saya menggabungkan setiap kata itu menjadi sebuah nama yang saya reka sendiri.

Berikut adalah 10 tokoh yang hadir, tema kisah, dan sedikit uraian cerita, di buku Sepuluh Perempuan Bercerita

Kanisha Jovanka Putri Wijayanto | Waktu yang Tak Tergantikan

Kanisha di dalam buku ini adalah seorang executive muda di bidang periklanan dan sukses dalam karirnya. Usia Kanisha sudah menginjak 40 tahun dan nyaris memiliki segalanya. Karirnya cemerlang, hidupnya berkelimpahan, dengan berbagai fasilitas mewah hasil dari kerja kerasnya. Tapi ada satu hal yang membuat semua terasa kurang adalah hubungannya dengan orang tua. Sepasang suami istri yang terus menantinya pulang dan mendambakan pelukan hangatnya. Ayahnya bakan berharap bahwa Kanisha, si anak tunggal, mau meneruskan usaha yang sudah puluhan tahun dia bangun dan dirancang sebagai warisan bagi Kanisha. Akankah (akhirnya) Kanisha mau/berkenan mewujudkan impian orang tuanya tersebut?

Anita Nuraeni | Rahasia si Penjual Nasi Rames

Lari dari sebuah kejadian yang tidak mengenakkan di kampung halamannya, Anita akhirnya merantau ke Denpasar. Bekerja di sebuah usaha entertainment and amusement, Anita seringkali meluangkan waktunya untuk Mak Beng. Seorang perempuan menuju lansia yang sehari-harinya berdagang nasi rames di Sanur. Tinggal dalam satu atap, hubungan mereka semakin erat layaknya seorang ibu yang hidup bersama putrinya. Tapi di balik keterbukaannya, Mak Beng ternyata punya sederetan rahasia yang justru diketahui oleh Anita saat perempuan yang dia sayangi tersebut sudah tidak ada.

Siska Mariskova | Sebuah Keputusan

Bagi Siska, luka yang sudah lama menganga dan terjadi puluhan tahun antara dia dan Fritz, sang suami, sudah tidak bisa dipulihkan. Bermasa-masa Siska harus menahan diri dari siksaan batin, memendam amarah yang tak berhenti datang dan pergi, serta harus menerima apa yang (sedang) terjadi. Hingga akhirnya Siska menemukan sebuah titik klimaks yang sudah tidak lagi termaafkan. Tak ada lagi beban tanggung jawab sebagai istri seorang Fritz saat dia menyadari bahwa Anton, anak tunggalnya, sudah mapan, dan sudah bisa menjadi penanggung jawab atas hidupnya.

Mariska Chandra | Luka yang Tak Terlihat

Menjadi tulang punggung keluarga bukanlah perkara kecil bagi seorang Mariska. Demi mendapatkan sesuap nasi dan mengirim uang kepada ibu dan kedua anaknya di kampung, menjadi alasan mengapa Mariska harus bertahan hidup di tengah keterbatasan. Karena tak berpendidikan tinggi, Mariska harus rela bekerja di sebuah night club meski mendapatkan cibiran dari orang lain.

Mina Agustina | Jagoan Neon

Mina, gadis tomboy anak SMA yang dijuluki sebagai jagoan neon, selalu punya banyak waktu untuk bermain bersama kedua sahabatnya sedari kecil, Salsa dan Rizky. Mereka nyaris selalu bersama dalam suka dan duka. Hingga suatu saat Mina mendadak berubah. Dari yang selalu cerah ceria, sering iseng, dan jago berantem, menjadi seorang putri yang sering diam dan mendadak menjauh dari teman-temannya. Ada apa gerangan?

Fransiska Meilani | yang Sudah Lama Hilang

Fransi, seorang perwira polisi, mendadak harus dirumahkan karena mengalami cedera parah saat menjalani tugas penangkapan. Kejadian ini membuat dia lumpuh dan amnesia. Di tengah usahanya untuk mengembalikan ingatannya, Fransi ternyata pelan-pelan mengingat peristiwa masa lampau di saat kedua orang tuanya kecelakaan yang ada dugaan kuat bahwa mereka dibunuh. Dibantu Ibu Rahayu sang perawat dan Nila sepupunya, Fransi berusaha mengangkat semua ingatan itu kembali. Akankah dia berhasil melakukan ini? Lalu siapakah lelaki yang beberapa kali Fransi lihat dalam kondisi tanpa sengaja?

Baca Juga Buku Antologi ke-1 Pondok Antologi Penulis Indonesia : Membidani Lahirnya Buku Antologi “Aku dan Masa Lalu” Bersama Pondok Antologi Penulis Indonesia

Melisa Permata Putri | Urusan Itu Belum Selesai

Melisa mahasiswi yang begitu populer di kampusnya. Selain memiliki wajah cantik, Melisa pintar berorganisasi, dan membangun pergaulan positif dengan banyak orang. Popularitas dan kondite inilah yang membuat Deddy, cowok teman sekampusnya, menaruh hati dan cinta pada Melisa hingga akhirnya mereka menikah. Kehidupan mereka bagaikan impian bagi banyak orang namun sayang karena didera banyak kesibukan dan seiring dengan bertambahnya umur, Melisa harus menyerah pada keadaan bahwa dia sudah tidak mungkin lagi memberikan keturunan bagi keluarga kecilnya. Deddy suaminya kemudian mengambil keputusan penting, melukai hati Melisa, hingga akhirnya harus menelan banyak pil pahit di kemudian hari atas keputusannya tersebut.

Iroy Wahyuni | Pupus Sudah

Kondisi ekonomi yang melemah yang berimbas pada bangkrutnya perusahaan tempatnya bekerja, Iroy dan teman-teman meluangkan waktu untuk bertemu dan berdiskusi mengatur strategi agar rencana PHK dalam beberapa minggu ke depan. Rencana apa yang sudah mereka atur untuk menghadapi kejadian yang tak mereka duga ini? Kisah tentang Iroy ini terinspirasi dari banyaknya PHK yang merebak di tanah air. Lewat sebuah cerita singkat saya ingin mengajak pembaca untuk menyelami apa yang menjadi beban para buruh saat memghadapi peristiwa yang memutus rezeki mereka.

Deni Akmal Wiyono | Bisa Bicara dengan Bapak Deni?

Punya nama kelakilakian memang tidak mudah. Begitu yang terjadi pada Deni Akmal Wiyono. Orang tuanya yang sudah lama menantikan keturunan hingga akhirnya berhasil, diinformasikan oleh seorang bidan akan mendapatkan anak lelaki. Nama Deni Akmal Wiyono pun muncul dari sang Ayah. Tapi tak diyana yang lahir justru perempuan dan Deni “terpaksa” tetap menggunakan nama yang sudah disiapkan oleh ayahnya tersebut. Bagaimana keseruan Deni ketika menggunakan nama yang tak ada sentuhan perempuannya ini?

Nadira Kesuma | Sebuah Kekeliruan

Bekerja menjadi seorang kupu-kupu malam sejatinya bukanlah impian Nadira. Sulung anak perempuan kampung yang hidup dalam serba keterbatasan. Tapi kondisi keluarga yang terhimpit hutang dan kemiskinan, membuat Nadira harus menerima ajakan bik Ning untuk mencari nafkah di kota besar. Pertemuannya dengan mbok Darmi akhirnya membawa Nadira dalam sebuah cerita kehidupan yang berwarna bak pelangi yang muncul setelah hujan. Akankah dia bahagia setelah menerima cinta seorang lelaki yang tulus padanya?

Baca Juga Buku Antologi ke-2 Pondok Antologi Penulis Indonesia “Ngelencer Yuk!”

Kisah Di Balik Lahirnya Buku

Buku Solo Pertama dari Annie Nugraha Mediatama

Saat Annie Nugraha Mediatama (ANM) resmi berdiri pada 10 Januari 2025, saya sudah mematri dan memegang janji bahwa akan membuka serangkaian buku solo terbitan ANM dengan hasil karya sendiri.

Janji inilah yang terus saya ingat dan ingin saya wujudkan sembari, saat itu, berlomba menyiapkan semua urusan dokumentasi yang dibutuhkan dalam pendirian ANM. Alhamdulillah, saat itu ada 3 naskah yang memang sedang persiapkan untuk segera diterbitkan. 2 naskah novel fiksi yang terbalut utuh dalam masing-masing 1 premis, sementara 1 lagi adalah antologi cerpen dengan tokoh utama para perempuan.

Naskah ketiga buku tersebut sejatinya sudah mencapai 50% bahkan hingga 75% penyelesaian tapi mendadak semangat untuk merampungkan justru terfokus pada buku terakhir yang saya beri judul Sepuluh Perempuan Bercerita. Buku yang kini sudah mendapatkan nomor ISBN (International Standard Book Number) dan siap untuk dimiliki publik.

Saat saya menulis artikel ini, Sepuluh Perempuan Bercerita sedang dalam proses pemesanan perdana hingga 15 Juni 2025. Buku yang sejatinya dipasarkan seharga Rp100.000,00 eks ini saya tawarkan di harga spesial Rp90.000,00/eks (belum termasuk ongkir) sebagai kado bagi mereka yang menjadi pembaca setia tulisan-tulisan saya. Tentu saja transaksi di masa spesial ini akan saya lengkapi dengan hadiah khusus bagi para pemesan perdana.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya mengukir asa agar buku solo ke-2 saya ini, Sepuluh Perempuan Bercerita, bisa menjadi sebuah bacaan yang bermanfaat bagi banyak orang, khususnya mereka yang berkenan membaca buku ini dari lembar pertama hingga terakhir. Buku yang lahir sebagai bukti nyata akan kecintaan saya pada dunia literasi tanah air dan kegiatan menulis yang adalah salah satu dari beberapa profesi yang terus saya dalami dari hari ke hari.

Buku Antologi ke-3 Pondok Antologi Penulis Indonesia “Jelajah Kuliner Nusantara” Setumpuk Cerita Tentang Rasa Menjelajah Santapan Dwipantara

Kisah Di Balik Lahirnya Buku
Kisah Di Balik Lahirnya Buku

IG @annie_nugraha | Email : annie.nugraha@gmail.com