Tanaman janda bolong atau juga dikenal dengan nama Monstera memiliki warna dan bentuk daun yang menarik. Wajar saja keberadaannya menjadi primadona, khususnya bagi para penggemar tanaman hias.
Menurut peneliti Botani dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ina Erlinawati, janda bolong merupakan anggota suku Araceae (talas-talasan) dari marga Monstera.
Asal Usul Penamaan Tanaman Janda Bolong
Peneliti LIPI Yuzammi menjelaskan asal nama tanaman janda bolong sebenarnya berasal dari masyarakat Jawa. Dalam bahasa Jawa, tanaman ini disebut ron phodo bolong yang artinya daun pada bolong. Saat disingkat atau diucapkan cepat, nama ini jadi terdengar seperti rondho bolong yang artinya janda bolong. Akhirnya, penamaan ini menjadi trademark monstera di Indonesia.
Di habitat aslinya, janda bolong merupakan tumbuhan semi epifit atau tumbuhan yang akarnya tetap sampai tanah, merambat, dan menempel pada tanaman lain dengan instensitas cahaya yang rendah. Sementara di lingkungan dengan kelembapan tinggi, tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun. Namun, umumnya dapat berbunga setelah 3 tahun.
Harga tanaman ini dapat mencapai puluhan bahkan ratusan juta, membuat tanaman ini masuk ke dalam deretan tanaman mahal 2020. Banyak jenis tanaman janda bolong yang bisa masuk ke dalam list koleksi tanaman hiasmu, berikut ini adalah beberapa diantaranya!
Baca juga: 10+ Tumbuhan Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Ciri-cirinya
Klasifikasi Janda Bolong
| Kingdom | Plantae |
| Divisi | Angiospermae |
| Subdivisi | Monocotyledonae |
| Ordo | Alismatales |
| Family | Araceae |
| Subfamili | Monsteroideae |
| Genus | Monstera |
| Species | Monstera deliciosa Liebm. |
Jenis Janda Bolong
1. Monstera adansonii
Lubang-lubang pada daun monstera adansonii ini hanya di permukaan tengahnya saja. Jadi tak sampai sobek-sobek yang membentuk jari-jari pada pinggir daun.
Ukuran daunnya relatif kecil serta memiliki gradasi warna hijau tua dan muda. Dalam pertumbuhannya, batang tanaman monstera adansonii ini tidak terlalu kaku, sehingga kamu bisa menjadikannya sebagai tanaman gantung yang menjuntai. Selain itu, jenis monstera ini juga dapat tumbuh merambat.
2. Monstera obliqua
Serupa tapi tak sama, philodendron selloum juga punya daun terbelah atau sobek mirip jenis monstera. Keunikan tanaman hias ini cocok untuk dekorasi di dalam rumah atau buat hiasan outdoor.
3. Monstera variegate
Monstera variegata yang harganya terbilang mahal dibandingkan jenis lainnya. Sebab tanaman ini jarang dijual di pasaran. Warna daunnya unik, perpaduan hijau dan putihnya menghasilkan kontras yang apik.
Bahkan, ada jenis monstera variegata yang hampir seluruh daunnya berwarna putih. Ada pula yang setengah hijau dan setengah putih. Bentuk daun dan motif sobekannya lebih kecil. Pucuk daunnya pun cenderung tumpul, seperti jenis borsigiana.
4. Monstera acuminata
Monstera acuminata biasa tumbuh di atas tanah secara horizontal. Batangnya bisa tumbuh hingga 20 meter.
Ketika masih muda, daun janda bolong ini akan berbentuk bundar, menyerupai hati, tebal, tanpa lubang, dan ukurannya kecil. Setelah tua, daunnya akan berubah menyerupai bentuk sobek-sobek deliciosa.
5. Monstera epipremnoides
Monstera epipremnoides kerap disebut seperti Swiss cheese plant karena tanaman ini punya rongga yang menyerupai keju asal Swiss. Tanaman hias yang mudah ditemui ini bisa tumbuh hingga kurang lebih 3 meter.
Monstera epipremnoides memiliki keunikan yakni jika memasuki usia tua, lubang daunnya justru akan menghilang kemudian berubah jadi menyirip.
Baca juga: Serba-Serbi Tanaman Herbal: Ringan di Tanaman, Berat di Khasiat (Update 2024)
6. Monstera punctulata
Monstera punctulata kerap ditemui di Meksiko bagian selatan. Tanaman hias daun bolong monstera punctulata bisa tumbuh hingga 15 meter.
Selain daunnya cantik, monstera punctulata juga punya batang indah berbentuk pipih hijau ketika masih muda. Saat tua, batang akan berubah jadi warna kecokelatan.
7. Philodendron selloum
Serupa tapi tak sama, philodendron selloum juga punya daun terbelah atau sobek mirip jenis monstera. Keunikan tanaman hias ini cocok untuk dekorasi di dalam rumah atau buat hiasan outdoor.
8. Monstera borsigiana
Monstera borsigiana ini sangat mirip dengan monstera deliciosa. Perbedaannya ada pada lubang di daunnya lebih jarang dan ukuran batangnya lebih kecil, serta bulat.
Batang monstera borsigiana juga lebih lunak dibandingkan monstera deliciosa. Tanaman yang cocok dipajang di teras ini daunnya cenderung menjuntai dan ukurannya tidak terlalu besar.
9. Monstera deliciosa
Monstera deliciosa menjadi salah satu jenis yang paling terkenal dan banyak dicari. Monstera jenis ini bisa tumbuh subur di temperatur 20-30 derajat Celcius, sehingga cocok diletakkan di dalam ruangan. Karakteristiknya memiliki daun yang lebar, dengan motif sobekan yang memanjang dari tulang daun dan menganga hingga tepi.
Umumnya semakin tua tanaman ini maka warna hijau pada daunnya semakin pekat. Tanaman ini bisa ditanam di tanah, dan tumbuh dengan merambat atau menjalar. Tapi, monstera juga tumbuh subur di pot maupun di dalam vas yang hanya ditambah air.
10. Monstera siltepencana
Janda bolong yang pertama yaitu dari Monstera siltepecana. Ciri tanaman ini yaitu tidak memiliki lubang tetapi memiliki garis retakan gelap – pucat. Warna tanaman ini lebih cerah dibandingkan dengan janda bolong lain. Bentuk daunnya memanjang dan tumbuh dengan cara merambat.
11. Monstera dubia
Jenis tanaman janda bolong lainnya yaitu Monstera dubia. Ciri dari tanaman ini yaitu memiliki garis retakan berukuran kecil dan berwarna pucat. Tanaman ini tumbuh merambat dengan batang dan daun memanjang ke bidang yang ada didekatnya. Jadi saat kamu menanam tanaman ini, pastikan membuat ajir untuk tempat merambat.
12. Monstera pinnatipartite
Monstera pinnatipartita memiliki ukuran daun paling besar dibandingkan Monstera lain. Daun jenis janda bolong ini selain lebar juga memiliki permukaan mengkilap. Tanaman ini memiliki daun yang berlubang dan bercelah. Batang daunnya kaku dan kokoh dengan warna hijau zamrud.
Baca juga: 10+ Tumbuhan Endemik Asli Indonesia Lengkap (Update 2022)
Manfaat Janda Bolong
1. Membantu menjaga kualitas Udara Menjadi Lebih Baik
Manfaat janda bolong adalah membantu menjaga kualitas udara. Tanaman ini mampu menyerap karbondioksida dan racun yang ada di udara sehingga menjadikan udara menjadi lebih segar.
Tidak salah jika tanaman ini cocok untuk diletakkan di dalam ruangan. Selain sebagai dekorasi juga bisa membantu membuat udara menjadi semakin segar dan sejuk.
2. Menyegarkan mata lelah
Tanaman janda bolong juga bermanfaat menyegarkan mata yang lelah. Bagi kamu yang lelah bekerja menghadap layar gadget bisa menyegarkan mata dengan memandang daun janda bolong ini.
Tidak hanya bisa menyegarkan mata saja, menurut dr. Adeline Jaclyn melihat tanaman hijau yang cantik juga bisa meningkatkan mood. Stres Anda bisa berkurang bahkan langsung hilang setelah memandang tanaman hias yang satu ini.
3. Memberikan efek sejuk dan rasanya nyaman di dalam ruangan
Efek sejuk ini berasal dari warna daun janda bolong yang hijau dan enak dipandang, sehingga secara tidak langsung akan memunculkan rasa nyaman saat berada di dalam rumah.
Jadi, penting untuk melakukan perawatan tanaman janda bolong dengan baik. Caranya dengan meletakkan tanaman tersebut di tempat yang teduh dan menyiramnya secara rutin.
4. Menjadi simbol panjang umur dan kesejahteraan
Manfaat janda bolong yang lain adalah menjadi simbol kesejahteraan dan panjang umur. Menurut kepercayaan masyarakat Tiongkok, tanaman janda bolong diyakini sebagai simbol yang baik. Dimulai dari akar yang banyak diartikan sebagai simbol kemakmuran, kesehatan, dan penghormatan kepada orang yang lebih tua dan para leluhur.
5. Memberikan kesan elegan pada ruangan
Karena bentuknya yang unik dan memiliki warna hijau pekat yang mengkilap, membuat tanaman hias janda bolong mampu memberikan kesan elegan pada ruangan. Ia diketahui bisa disimpan di dalam dan luar ruangan, hanya saja perhatikan paparan sinar mentarinya.
8. Memiliki nilai investasi
Karena tanaman janda bolong sedang tren akhir-akhir ini dan banyak dicari sehingga membuat harga tanaman hias yang satu ini melonjak. Nah, jika kamu memiliki banyak koleksi janda bolong maka itu bisa menjadi sarana untuk berinvestasi.
Baca juga: 10+ Manfaat Menanam Pohon untuk Lingkungan dan Manusia
Cara Merawat
1. Memperhatikan media tanam
Salah satu kunci agar janda bolong bisa tumbuh subur adalah menanamnya dengan media tanam yang tepat. Media tanam yang tepat untuk menanam tanaman hias ini adalah tanah poros yang tidak padat.
Tanah poros bagus untuk akar tanaman monstera karena bisa mensuplai air dan oksigen ke akar dengan baik. Media tanam ini juga perlu Anda ganti maksimal 1 tahun sekali agar janda bolong tetap subur.
2. Hindari sinar matahari langsung
Cara merawat tanaman janda bolong yang tepat adalah dengan tidak meletakkannya langsung di bawah sinar matahari. Letakkan pot janda bolong di dalam rumah atau di luar rumah yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
Walaupun harus menghindari sinar matahari langsung tapi tanaman janda bolong tetap membutuhkan sinar matahari. Jadi pastikan ada cukup cahaya agar tanaman ini bisa tumbuh subur.
3. Beri ruang untuk merambat
Belum banyak yang tahu jika kebanyakan jenis tanaman janda bolong adalah tanaman merambat. Oleh karena itu pastikan untuk meletakkan pot janda bolong tidak terlalu rapat.
Berilah sedikit ruang agar tanaman ini bisa merambat dengan cara meletakkan kayu di tengah pot untuk menopang tanaman ini. Jika ingin meletakkan menggantung maka pastikan ada ruang untuk tanaman ini merambat ke bawah.
4. Semprot dengan air kecil dua kali sehari
Tentu saja, tanaman ini juga perlu untuk disiram dan diberi nutrisi. Agar tumbuh subur penyiramannya dapat dilakukan dua kali sehari dengan cara disemprot dengan air kecil, memberi tanaman ini pupuk 2 minggu sekali dan memberinya nutrisi tambahan.
5. Pemupukan
Pemupukan diperlukan untuk memberikan nutrisi ke tanaman. Untuk tanaman hias, biasanya pupuk diberikan setelah enam bulan. Pupuk yang digunakan cukup beragam, mulai dari kompos hingga pupuk organik cair. Pemberian pupuk akan membuat tanaman tumbuh dengan sehat.
6. Mengganti pot
Cara merawat tanaman janda bolong berikutnya yaitu mengganti pot apabila tanaman sudah besar. Hal ini perlu dilakukan agar tanaman tetap tumbuh dengan baik. Tempat yang terlalu sempit akan membuat akar tidak bisa berkembang. Meskipun demikian, jangan terlalu sering mengganti pot. Sebab hal tersebut bisa membuat tanaman menjadi stres.
Baca juga: Simak Hasil Publikasi Ilmiah LindungiHutan di Widyantara
LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan
Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:
