Lingkungan

CSR Hijau: Dari Aksi Tanam hingga Monitoring Berkelanjutan

17
csr-hijau:-dari-aksi-tanam-hingga-monitoring-berkelanjutan
CSR Hijau: Dari Aksi Tanam hingga Monitoring Berkelanjutan

LindungiHutan Insight

  • CSR Hijau harus terukur dan dimonitor agar berdampak nyata
  • Maybank Finance menjadikan penanaman mangrove bagian dari strategi bisnis berkelanjutan
  • CorporaTree LindungiHutan membantu perusahaan menjalankan CSR yang terencana, terukur, dan terdokumentasi dengan mudah

Corporate Social Responsibility (CSR) hijau adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pelestarian dan pemulihan lingkungan. Program ini biasanya berupa aksi penanaman pohon hingga pengurangan emisi karbon sebagai simbol kontribusi pelestarian alam. 

Agar program benar-benar berdampak bagi lingkungan, perlu dilakukan monitoring berkelanjutan, dan evaluasi pertumbuhan pohon setelah aksi penanaman berlangsung. 

Artikel ini akan membahas tentang keberhasilan Maybank Finance menggunakan program CorporaTree dari LindungiHutan serta manfaat monitoring berkelanjutan untuk program CSR.

Merancang Program CSR Hijau ala Maybank Finance

Sebagai perusahaan pembiayaan kendaraan alat berat, Maybank Finance Indonesia berkomitmen melalui konsep Triple Bottom Line atau (People, Planet, Profit).

Dalam hal ini, Maybank Finance ingin menunjukkan tanggung jawab perusahaan tidak hanya berhenti pada keuntungan semata, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan.

  1. Profit, mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui pembikasihayaan ramah lingkungan
  2. Planet, melindungi dan memulihkan lingkungan melalui program penanaman mangrove
  3. People, memberdayakan masyarakat dna karyawan untuk terlibat aktif dalam aksi hijau.

Agar pilar Planet dapat terwujud, Maybank Finance melakukan program CSR Hijau dengan menanam mangrove untuk menjaga keseimbangan ekosistem di daerah pesisir. 

“Contohnya tiga bulan kemarin, kita sudah melakukan penanaman mangrove di Muara Gembong, itu kita udah dapat dan minta data yang mati berapa, yang ketinggiannya berapa. Biasanya kayak gitu sama mbak Ulya” ujar Fandra Hendarto

Kegiatan CSR yang dilakukan oleh Maybank Finance bukan sekadar kegiatan tahunan, tapi menjadi bagian dari budaya kerja berkelanjutan. Harapannya dapat menginspirasi korporasi lain untuk ikut berkontribusi menjaga bumi. 

Biasanya kegiatan melibatkan banyak pihak termasuk karyawan dari masing-masing departemen Maybank Finance, komunitas lokal seperti LindungiHutan bersama petani lokal dan lembaga lingkungan. 

Baca juga: Maybank Indonesia Finance Tanam 1000 Mangrove di Pantai Bahagia

Melalui program CSR penanaman pohon yang dilakukan oleh Maybank Finance sebagai langkah nyata menuju pelestarian alam, ada 4 dampak nyata dari program dari program tersebut. 

  • Berkelanjutan: pohon yang sudah ditanam, kemudian dirawat dan dikembangkan secara konsisten.
  • Terukur: mendapatkan laporan perkembangan pohon dan memiliki indikator keberhasilan yang jelas
  • Terintegrasi: menjadi bagian dari budaya dan strategi perusahaan
  • Menginspirasi: mendorong partisipasi lintas pihak dari karyawan, komunitas hingga debitur.

Meskipun penanaman berjalan lancar, Kak Fandra menjelaskan 3 tantangan utama yang dialami oleh Maybank Finance:

1. Sulit mengukur penyerapan karbon (carbon sequestration).

Kondisi ekosistem yang berbeda di setiap lokasi membuat estimasi CO₂ yang terserap tidak selalu akurat.

2. Pemeliharaan pohon jangka panjang dan validasi hasil lapangan.

Perlu monitoring rutin agar program benar-benar berkelanjutan, karena tidak semua bibit tumbuh dengan optimal.

3. Kurangnya standar pelaporan CSR lingkungan yang seragam.

Annual report yang tidak ada template. Sehingga tidak ada penyeragaman metode pelaporan.

CorporaTree LindungiHutan: One Stop Tree Planting CSR Service

Dalam menjalankan CSR Hijau, perusahaan membutuhkan mitra yang memiliki pengalaman, jaringan lapangan serta sistem monitoring yang jelas. 

Melalui CorporaTree, kami menawarkan layanan One Stop Tree Planting CSR Service untuk membantu perusahaan membangun program CSR Hijau dimulai dari perencanaan hingga pelaporan. 

Dengan menggunakan CorporaTree, artinya perusahaan tinggal fokus pada tujuan saja. Sebab, seluruh kebutuhan program akan disiapkan oleh LindungiHutan seperti: 

  1. Bibit pohon
  2. Lokasi penanaman. LindungiHutan memiliki lebih 30 titik penanaman mangrove di seluruh Indonesia
  3. Monitoring dan laporan pemantauan pohon yang sudah ditanam
  4. Publikasi foto dan video serta
  5. Halaman kampanye eksklusif sebagai laporan komprehensif yang bisa dipertanggung jawabkan. 

CorporaTree LindungiHutan menawarkan 2 paket yang dapat dipilih oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan program CSR.

1. Standard Impact Report

Benefit yang didapatkan:

  • Planting report: data lengkap lokasi, jenis tanaman, jumlah pohon dan progres pertumbuhan 
  • Stakeholder Mapping: siapa pihak yang menerima manfaat. Masyarakat sekitar lahan, petani bibit dan komunitas lokal
  • Ekonomi valuation: nilai ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Ex: kontribusi pendapatan masyarakat setempat
  • SGC Impact Alignment: koneksi program CSR perusahaan dan SGC yang relevan. 
  • SROI Calculation: perbandingan antara investasi sosial dan nilai manfaat yang dihasilkan. 

2. Custom Impact Report

Secara manfaat, perusahaan yang memilih paket Custom Impact Report akan mendapatkan benefit yang sama seperti paket Standard Impact Report.

Namun, yang membedakan adalah adanya opsi kustomisasi, sehingga perusahaan dapat menyesuaikan program sesuai dengan kebutuhan. 

Menariknya, LindungiHutan juga membuka sesi konsultasi gratis bagi perusahaan peserta webinar Green Skilling vol 27 yang ingin merancang konsep kegiatan CSR atau program penanaman pohon. 

Baca juga: Gunakan Dashboard Impact Report untuk Laporan Perusahaan

CSR Hijau yang Melekat di Publik: Cara Membuat Program Tanam Pohon yang Terukur dan Terekam

Di era ESG dan sustainability reporting, CSR hijau tidak bisa lagi dijalankan sekadar menanam dan dokumentasi. Perusahaan perlu memastikan setiap program memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Oleh karena itu, pengukuran seperti survival rate, pertumbuhan pohon, luas area tertanam, estimasi serapan karbon hingga dampak sosial lingkungan yang dirasakan masyarakat lokal menjadi fondasi penting dalam laporan data program CSR hijau.

Program CorporaTree LindungiHutan menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan laporan yang lengkap dan terukur. 

Laporan yang dihasilkan, dilengkapi dengan data kuantitatif serta adanya grafik, tabel dan gambar pantauan penanaman pohon agar mudah dipahami oleh perusahaan. Sebab, setiap tahap penanaman akan dimonitoring dan didokumentasikan dengan baik.

Masyarakat juga dapat melihat transparansi laporan dari kegiatan suatu perusahaan yang melakukan program CSR mulai dari lokasi penanaman, berapa pohon yang ditanam hingga emisi karbon yang dihasilkan, semua terekam dengan rapi melalui laman resmi Lindungihutan

Saatnya rancang program CSR hijau perusahaan yang transparan, terukur dan terekam bersama LindungiHutan.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version