
Ilustrasi
Melalui studi Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir, kita akan mendapatkan beberapa istilah yang sering digunakan untuk mengklasifikasikan surah-surah dalam Al-Qur’an.
INDONESIAINSIDE.ID – Istilah-istilah terkait klasifikasi Al-Qur’an yang biasa dikenal adalah الطِّوال (ath-Thiwâl), المئين (al-Mi’în), المثاني (al-Matsânî), dan المُفَصَّل (al-Mufashshal). Berikut penjelasan dari istilah-istilah tersebut:
1. Ath-Thiwâl (الطِّوال)
Istilah ini merujuk pada tujuh surah panjang dalam Al-Qur’an. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam “Musnad”-nya, Rasulullah SAW bersabda, “Aku diberi (Al-Qur’an) sebagai pengganti Taurat dengan tujuh (surah yang panjang)...”. Ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan tujuh surah panjang tersebut adalah:
- Al-Baqarah
- Ali ‘Imran
- An-Nisa’
- Al-Ma’idah
- Al-An’am
- Al-A’raf
- At-Taubah (atau Al-Anfal, menurut sebagian ulama)
Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Jubair, surah-surah ini disebut “Thiwâl” karena panjangnya melebihi surah-surah lainnya.
2. Al-Mi’în (المئين)
Istilah ini merujuk pada surah-surah yang jumlah ayatnya mendekati atau sekitar seratus ayat. Surah-surah ini bisa memiliki ayat yang lebih dari seratus atau kurang sedikit dari seratus. Istilah ini digunakan untuk mengklasifikasikan surah berdasarkan panjang ayatnya yang signifikan.
3. Al-Matsânî (المثاني)
Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Jubair, al-Matsânî adalah surah-surah yang mengandung pengulangan aturan, batasan, cerita, dan perumpamaan. Al-Baihaqi menyebutkan bahwa istilah ini merujuk pada surah-surah yang jumlah ayatnya lebih sedikit dari al-Mi’în tetapi lebih banyak dari al-Mufashshal. Contoh surah al-Matsânî adalah surah-surah yang panjangnya sedang.
4. Al-Mufashshal (المُفَصَّل)
Istilah ini digunakan untuk surah-surah pendek yang sering diakhiri dengan basmalah (Bismillahirrahmanirrahim). Menurut banyak sahabat, al-Mufashshal dimulai dari surah Qaf dan berakhir pada surah An-Nas. Al-Mufashshal dibagi lagi menjadi tiga bagian:
Pertama, Thiwâl al-Mufashshal: Dimulai dari surah Qaf hingga An-Naba’. Kedua, Awsath al-Mufashshal: Dari surah An-Naba’ hingga Adh-Dhuha. Ketiga, Qishar al-Mufashshal: Dari surah Ad-Duha hingga akhir Al-Qur’an
Tambahan
Beberapa surah dalam Al-Qur’an memiliki lebih dari satu nama. Contohnya adalah: Pertama, Surah Al-Fatihah: Dikenal juga sebagai Ummul Kitab, Ummul Qur’an, Al-Matsânî, Al-Hamd, dan Al-Kâfiyah. Kedua, Surah Al-Baqarah: Disebut juga Sanaan Al-Qur’an. Ketiga, Surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran: Dikenal sebagai Az-Zahrawan.
Demikian penjelasan singkat mengenai klasifikasi surah-surah dalam Al-Qur’an beserta istilah-istilah terkait yang sering digunakan dalam kitab-kitab tafsir dan studi Al-Qur’an. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dalam memahami lebih dalam tentang pembagian surah dalam Al-Qur’an. (MBS)
