Menghadapi penyakit bukanlah hal yang mudah. Bagi orang yang sedang diuji dengan penyakit, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar bisa menjalani ujian ini dengan sabar dan bijaksana. Tulisan ini akan membahas 6 hal yang perlu diperhatikan bagi yang diuji sakit.
INDONESIAINSIDE.ID – Islam memberikan aturan yang sangat menyeluruh bagi pemeluknya; termasuk dalam hal menghadapi ujian sakit. Berikut adalah 6 hal penting yang bisa menjadi pedoman untuk menyikapinya:
1. Berserah Diri kepada Allah
Ketika penyakit menimpa, ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Ucapan ini merupakan bentuk kepasrahan dan penerimaan terhadap takdir Allah, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155-157).
2. Ingatlah bahwa Penyakit adalah Ujian yang Akan Berlalu
Penyakit merupakan salah satu bentuk ujian dalam kehidupan ini. Ingatlah bahwa ujian ini akan berakhir. Allah menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa di antara kita yang terbaik amalnya (QS. Al-Mulk [67]: 1-2). Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, “Sakit itu seperti awan musim panas yang pasti akan berlalu.”
3. Menghitung Kebaikan dan Manfaat dari Penyakit
Penyakit memiliki banyak hikmah dan pahala. Rasulullah SAW bersabda:
مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa sakit, keletihan, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, ataupun kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan sebab itu” (HR. Bukhari).
Dalam riwayat lain disebutkan:
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ العُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan menyegerakan hukuman (di dunia) baginya. Jika Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba, maka Dia menahan (hukuman atas) dosanya hingga dia datang dengan dosanya pada hari kiamat” (HR. Tirmidzi).
4. Menjadikan Penyakit Sebagai Sarana Introspeksi
Penyakit bisa menjadi momen untuk introspeksi diri. Allah berfirman, “Dan musibah apa saja yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy-Syura [42]: 30). Dalam situasi seperti ini, seorang muslim dianjurkan untuk merenungi dosa-dosanya, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal kebaikan.
5. Berdoa dan Memohon Kesembuhan Hanya kepada Allah
Allah mencintai hamba-Nya yang berdoa dan memohon hanya kepada-Nya, terutama dalam kondisi terdesak dan saat mengalami penderitaan. Allah berfirman, “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan” (QS. An-Naml [27]: 62).
6. Bersikap Sabar dan Tidak Mengeluh
Rasulullah SAW bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur, dan itu adalah baik baginya. Dan jika ia tertimpa kesulitan, maka ia bersabar, dan itu adalah baik baginya” (HR. Muslim).
Menghadapi penyakit dengan sikap sabar, tawakal, introspeksi, dan terus berdoa kepada Allah merupakan cara terbaik untuk menjalani ujian ini. Mudah-mudahan dengan bersikap demikian, Allah memberikan kesembuhan dan pahala yang besar di akhirat nanti. (MBS)
