Scroll untuk baca artikel
Teknologi

GoRide Hemat Dihentikan, Potongan Driver Gojek Turun Jadi 8 Persen

webmaster
2
×

GoRide Hemat Dihentikan, Potongan Driver Gojek Turun Jadi 8 Persen

Share this article
goride-hemat-dihentikan,-potongan-driver-gojek-turun-jadi-8-persen
GoRide Hemat Dihentikan, Potongan Driver Gojek Turun Jadi 8 Persen


Foto: Tech in Asia

Teknologi.id – GoTo memastikan akan menghentikan skema langganan GoRide Hemat yang selama beberapa bulan terakhir diterapkan kepada mitra driver Gojek. Kebijakan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap dampak program bagi pengemudi maupun sistem operasional layanan. Keputusan ini menjadi perhatian besar di kalangan mitra pengemudi karena program langganan tersebut sebelumnya disebut memberikan prioritas order bagi driver yang ikut berlangganan.

Example 300x600

Program GoRide Hemat Mulai Diuji Sejak 2025

Skema GoRide Hemat mulanya diuji coba secara terbatas pada November 2025. Setelah dianggap cukup berjalan, program tersebut kemudian diperluas secara nasional pada Februari 2026. Dalam sistem ini, mitra driver diwajibkan membayar biaya langganan tertentu agar bisa memperoleh akses pada struktur pendapatan khusus serta prioritas mendapatkan order perjalanan. Secara sederhana, pengemudi yang mengikuti program berlangganan memiliki peluang lebih besar menerima pesanan dibanding driver reguler yang tidak ikut skema tersebut.

Namun, penerapan sistem tersebut sempat memunculkan berbagai respons dari pengemudi. Sebagian merasa terbantu karena order menjadi lebih ramai, tetapi tidak sedikit pula yang menilai sistem langganan justru menambah beban biaya operasional harian.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Akun Media Sosial Harus Pakai Nomor Telepon

GoTo Sebut Perlu Penyesuaian demi Kesejahteraan Driver

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan telah melakukan kajian mendalam setelah program berjalan sekitar tiga bulan secara nasional. Menurut Hans, hasil evaluasi menunjukkan bahwa skema langganan perlu disesuaikan agar keseimbangan antara perusahaan dan kesejahteraan mitra pengemudi tetap terjaga. Ia menjelaskan bahwa perusahaan ingin memastikan sistem yang diterapkan tetap memberikan rasa adil bagi seluruh driver, baik yang aktif maupun yang sebelumnya terbebani dengan biaya langganan. Karena itu, GoTo memutuskan untuk menghentikan sistem berlangganan GoRide Hemat dalam waktu dekat.

Potongan Driver Akan Jadi 8 Persen

Setelah skema langganan dihentikan, mekanisme pembagian hasil untuk layanan GoRide Hemat akan disamakan dengan layanan GoRide reguler. Ke depannya, driver akan dikenakan potongan sebesar 8 persen untuk setiap perjalanan. Kebijakan ini mengikuti arahan pemerintah terkait penurunan potongan bagi hasil pengemudi ojek online. Sebelumnya, potongan untuk layanan ojek online berada di kisaran 20 persen. Namun pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan baru yang menekan besaran potongan agar pendapatan mitra pengemudi lebih terjaga. Dengan skema baru tersebut, perusahaan berharap penghasilan driver menjadi lebih stabil tanpa harus terbebani biaya langganan tambahan.

Tarif Penumpang Kemungkinan Naik

Meski dinilai lebih menguntungkan bagi driver, perubahan skema ini juga diperkirakan berdampak pada tarif yang dibayar konsumen. GoTo mengakui akan ada penyesuaian harga untuk layanan GoRide Hemat. Namun perusahaan menegaskan kenaikan tarif akan dilakukan secara terbatas dan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat. Hans menyebut penyesuaian harga dilakukan secara terukur agar layanan tetap terjangkau sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi online. Dengan kata lain, pengguna mungkin akan melihat tarif sedikit lebih tinggi dibanding sebelumnya, tetapi tidak dalam jumlah yang terlalu signifikan.

Baca juga: WhatsApp Web Sempat Down, Pengguna Kebingungan karena Dialihkan ke Facebook

Menunggu Aturan Resmi Pemerintah

Terkait jadwal penerapan kebijakan baru ini, GoTo mengatakan proses implementasi akan dilakukan secepat mungkin. Meski demikian, perusahaan masih menunggu detail aturan resmi dari pemerintah melalui Perpres 27/2026. Aturan tersebut nantinya akan menjadi dasar teknis mengenai skema potongan, tarif, hingga mekanisme operasional layanan transportasi online di Indonesia.

Keputusan GoTo menghentikan sistem langganan GoRide Hemat menunjukkan bahwa perusahaan masih terus mencari formula terbaik untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis, kesejahteraan driver, dan kenyamanan konsumen. Bagi mitra pengemudi, penghapusan biaya langganan tentu menjadi kabar baik karena mereka tidak lagi perlu membayar biaya tambahan demi mendapatkan prioritas order. Namun di sisi lain, pengguna layanan juga perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan tarif meski disebut akan berlangsung secara terbatas.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

(ir/sa)