Scroll untuk baca artikel
GenZ

Google Hadirkan Wear OS 7, Bawa Fitur Baru dan Baterai Lebih Awet

4
×

Google Hadirkan Wear OS 7, Bawa Fitur Baru dan Baterai Lebih Awet

Share this article
google-hadirkan-wear-os-7,-bawa-fitur-baru-dan-baterai-lebih-awet
Google Hadirkan Wear OS 7, Bawa Fitur Baru dan Baterai Lebih Awet

Google baru saja memperkenalkan sistem operasi terbaru untuk pengguna smartwatch yaitu Wear OS 7. Di versi terbaru ini, Google memberi sejumlah fitur baru yang berfokus pada fleksibilitas tampilan, fitur pintar berbasis kecerdasan buatan (AI), serta optimalisasi daya.

Melansir GSMArena, Rabu (20/5/2026), sistem operasi Wear OS ini hadir dalam acara konferensi tahunan Google I/O 2026. Sistem operasi ini kurang mengambil basis dari versi Android 17 yang akan segera hadir dalam waktu dekat.

Example 300x600

Satu upgrade pada Wear OS 7 ini pada daya tahan baterai. Di Wear OS 7, diklaim akan mengalami peningkatan masa pakai baterai hingga 10 persen lebih hemat berkat optimalisasi sistem yang lebih matang dibanding Wear OS 6.

Beberapa fitur disematkan Google pada Wear OS 7 ini. Salah satunya yaitu fitur Live Update dimana memungkinkan aplikasi menampilkan informasi secara real-time langsung di layar utama tanpa pengguna harus membuka aplikasi secara penuh. Fitir ini akan sangat berguna bagi pengguna yang memantau informasi yang terus bergerak.

Lalu Google meninggalkan sistem Tiles layar penuh yang lama dan menggantinya dengan Wear Widgets. Desain widget baru ini mengadopsi format kartu yang fleksibel dan dinamis dengan pilihan tata letak ukuran 2×1 dan 2×2 serta mirip dengan tampilan widget di HP Android.

Lalu untuk sistem berbasis kecerdasan buatan Google Intelegence yang akan hadir di sistem operasi Wear OS 7 ini. Dukungan AI ini memungkinkan pengalaman pengguna yang lebih proaktif dan mampu melakukan otomatisasi tugas secara mandiri memanfaatkan App Functions API yang baru.

Google juga memberi peningkatan pada kontrol pemutar di Wear OS 7 dengan menambahkan auto-lunch yang bisa diatur per aplikasi. Artinya pengguna bisa mengatur agar kontrol musik otomatis muncul di jam tangan saat memutar lagu di Spotify melalui ponsel, namun menonaktifkannya ketika membuka aplikasi lain seperti YouTube. 

Tidak ketinggalan ada Remote Output Switcher untuk mempermudah pengguna memindahkan rute audio antar seluruh perangkat terhubung langsung dari pergelangan tangan. Serta ada Wear Workout Tracker terbaru yang menyediakan standarisasi dalam melacak aktivitas olahraga. Dan ada Watch Face Format v5 untuk pembuatan desain visual jam tangan yang lebih kaya dan interaktif.

Google saat ini sudah membuka akses uji coba ke beberapa pengguna smartwatch yang mendukung Wear OS untuk bisa merasakan versi OS terbaru ini. Penggunaan resmi secara utuh diprediksi baru hadir di akhir 2026 mendatang.