Scroll untuk baca artikel
Berita

Cara Menyambut Tahun Baru Islam

110
×

Cara Menyambut Tahun Baru Islam

Share this article
cara-menyambut-tahun-baru-islam
Cara Menyambut Tahun Baru Islam

Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya semula pada hari ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar yang berada di antara Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lalu, bagaimana cara menyambut tahun baru Islam?

INDONESIAINSIDE.ID – Tahun baru Islam, yang dimulai dengan bulan Muharram, adalah momen penting bagi umat Islam. Pergantian tahun ini bukan sekadar perubahan kalender, tetapi merupakan waktu untuk refleksi dan perbaikan diri. Dalam tulisan ini, kita akan membahas cara-cara menyambut tahun baru Islam dengan cara yang bermakna dan bermanfaat.

Example 300x600

1. Merenung dan Bertobat
Pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk merenungkan apa yang telah kita capai dan apa yang masih perlu diperbaiki. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur [24]: 31).

Dalam sebuah ayat lain, Allah juga berfirman: “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaha [20]: 82).

Dengan introspeksi diri dan taubat, kita dapat memulai tahun baru dengan hati yang bersih dan tekad untuk menjadi lebih baik.

2. Menghormati Bulan Muharram
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah, Rasulullah ﷺ bersabda:

الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya semula pada hari ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar yang berada di antara Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah menambahkan keutamaan pada bulan ini dengan menyebutnya sebagai “Syahrullah” (Bulan Allah). Ini menunjukkan betapa besar kemuliaannya.

3. Memperbanyak Ibadah dan Amal Saleh
Bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunah. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram.” (HR. Muslim).

Meskipun tidak diwajibkan untuk berpuasa sepanjang bulan, dianjurkan untuk memperbanyak puasa selama bulan ini, terutama pada hari Asyura (10 Muharram) dan sehari sebelumnya atau sesudahnya.

4. Memahami Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar. Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa hari Asyura, maka beliau menjawab: “Puasa itu menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, aku akan berpuasa pada hari kesembilan (juga).” (HR. Muslim). Dengan demikian, disarankan untuk berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh Muharram atau pada hari kesepuluh dan kesebelas untuk menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi.

5. Meningkatkan Amal Sosial
Selain ibadah pribadi, tahun baru Islam adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan amal sosial. Memberikan sedekah, membantu yang membutuhkan, dan terlibat dalam kegiatan sosial adalah cara-cara yang baik untuk menyambut tahun baru dengan semangat kebersamaan dan kepedulian.

6. Mengingat Nikmat dan Kebesaran Allah
Menghargai dan mensyukuri nikmat Allah adalah bagian penting dari menyambut tahun baru Islam. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Imran: 190).

Merenungkan kebesaran ciptaan Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya akan memperkuat iman dan ketaatan kita kepada-Nya.

Menyambut tahun baru Islam bukan sekadar merayakan pergantian tahun, tetapi juga momen untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. (MBS)