Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson

4
×

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson

Share this article
belajar-adab-dari-drakor-teach-you-a-lesson
Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson

Belajar Adab dari Drakor Teach You A Lesson | Film Review | Juni 2026

Prior Statement: Foto-foto yang saya hadirkan di sini bersumber dari akun IG Netflix

Example 300x600

Bertaburan drakor tentang perundungan anak sekolah yang sudah saya saksikan di berbagai aplikasi tontonan, tapi “Teach You A Lesson” meninggalkan kesan yang begitu dalam bagi saya. Apa sajakah itu?

Saat membaca judulnya saja, saya sudah punya feeling kuat tentang premis yang akan disajikan oleh drama ini. Apalagi kemudian diisi dengan banyak ulasan singkat dari beberapa portal berita nasional yang menghadirkan ulasan singkat hingga terus memancing rasa ingin tahu yang mendalam. Dan semua ini membuat saya makin tak sabar menantikan tanggal 5 Juni 2026 karena di hari itulah Teach You a Lesson bakal ditayangkan. Promosi yang dilakukan Netflix di media sosial pun membuat rasa penasaran saya makin membuncah.

Penantian itu terbayar manis saat seharian itu saya menyaksikan Teach You a Lesson dengan sepuluh episode secara maraton. Mulai dari nonton di meja kerja, berpindah ke kursi baca, ke kursi pijat, lalu berakhir di tempat tidur. Berjeda karena harus ke kamar kecil dan mandi, inilah kali pertama saya terhipnotis menonton drakor dengan tema ekosistem sekolah dan sebuah institusi yang ingin memberantas praktik-praktik yang tak manusiawi, tak wajar, dan penuh gejolak.

Walhasil, saat menutup tablet sekitar pukul 03.00 WIB keesokan harinya, mata saya sempat ngambek gak mau ditutup. Kancilen kalo dalam bahasa Jawanya. Setiap keseruan dan pesan moral yang disampaikan di setiap episodenya nyantol di kepala. Kepikiran.

Yang pasti dari semua kesimpulan yang menutup setiap cerita, hal terpenting yang ingin disampaikan oleh drakor Teach You a Lesson adalah mengajak kita untuk senantiasa belajar tentang adab dan akhlak, tentang kasih sayang yang mendalam, tentang merendahkan ego, tentang betapa berharganya arti sebuah kehidupan, dan tentang cinta kasih.

Lalu apa saja yang membuat saya begitu terkesan dengan Teach You a Lesson?

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson

1. Menghadirkan Empat Tokoh Sentral dengan Kepribadian yang Kuat

Lee Sung-min

Pertama adalah Lee Sung-min (Sung-min) yang berperan sebagai Choi Gang-seok (Gang-seok). Aktor berkelas dan masuk dalam jajaran pelakon Chungmuro. Gelar yang diberikan kepada aktor kehormatan karena kualitas acting yang mumpuni dan memiliki reputasi luar biasa pada industri layar lebar di Korea.

Di Teach You a Lesson, Sung-min berperan sebagai Menteri Pendidikan Korsel sekaligus pemimpin tertinggi dari Biro Perlindungan Hak Pendidik (BPHP) yang menjadi sentral dari lembaga pengawasan sekolah dan anak didik.

Gang-seok adalah ayah dari Choi Ga-yun (Ga-yun) yang diperankan oleh Ha-young. Putri tunggal yang berprofesi sebagai guru dan mati tertusuk pisau oleh salah seorang murid, Cho Gyu-cheol (Gyu-cheol) yang diperankan oleh Lee Bong-joon (Bong-joon). Murid ini sedang berada dalam bimbingannya karena kasus kekerasan. Kematian Ga-yun menjadi salah satu alasan kuat Gang-seok untuk mendirikan BPHP.

Sung-min, lelaki kelahiran 1968 ini sudah mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi seperti Baeksang Arts Awards sebanyak empat kali. Kabarnya Baeksang ini menempati tahta tertinggi dari pemberian penghargaan atas prestasi aktor/aktris Korea Selatan. Sung-min juga pernah mendapatkan penghargaan dari Blue Dragon Film Awards, Blue Dragon Series Awards, Blue Film Awards, Chunsa Film Arts Awards, dan masih banyak lagi lainnya. Saya sendiri sudah menonton banyak produk sinema yang dia lakoni dan tak sekalipun pernah kecewa dengan penampilannya.

Kim Mu-yeol

Aktor kelahiran 1982 dan bapak seorang anak ini di Teach You a Lesson berperan sebagai Na Hwa-jin (Hwa-jin). Seorang pengawas senior yang bekerja untuk BPHP. Hwa-jin juga adalah menantu dari Gang-seok, sang Menteri Pendidikan. Kecocokan di antara keduanya dan rasa kehilangan yang sama, membuat mereka sangat dekat. Hwa-jin sendiri masih belum bisa menghapus kenangan atas kematian istrinya.

Di film ini dia memimpin satu tim khusus yang bergerak dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Mengupas masalah yang ada di sana. Kemudian menemukan pemecahan masalahnya. Dengan cara baik-baik atau dengan kekerasan jika perlu. Karena setiap sumber masalah yang disajikan di setiap episode tuh sangat beragam. Tapi yang pasti kehadiran dia di episode pertama sungguh fenomenal. Dia beradu otot dengan pelaku perundungan dengan menampar sang pelaku begitu kerasnya sampai terpental begitu jauh. Sosoknya yang tinggi menggunakan tuksedo hitam begitu mengesankan.

BTW, saya sudah menonton banyak produk sinema yang diperankan oleh Mu-yeol. Diantaranya adalah The Roundup; Punishment, The Gangster – The Cop and The Devil, Eunyo, Queen Woo, dan Forgotten. Tapi yang paling berkesan buat saya adalah film Forgotten yang tayang di 2017. Yang pernah nonton film ini pasti paham bagaimana kuatnya tokoh kakak yang diperankan oleh Mu-yeol. Di film ini dia beradu acting dengan Kang Ha-neul. Salah seorang aktor Korsel kelas A yang juga populer di negeri ginseng tersebut.

Jin Ki-joo

Saya lupa apakah dulu saya pernah nonton film atau drama yang diperankan oleh Ki-joo selain di Teach You A Lesson ini. Ki-joo memerankan tokoh Im Han-rim (Han-rim), satu-satunya anggota perempuan di BPHP. Dia juga jago beladiri, cenderung nekat, dan taktis mengikuti arahan pemimpinnya. Mantan anggota pasukan khusus yang sengaja ditugaskan ke BPHP untuk memperkuat lembaga ini.

Tokoh Han-rim sendiri adalah perempuan jagoan, pemberani, suaranya lantang, dan banyak akalnya. Dalam satu episode Ham-rim menangani kasus perundungan di sekolah perempuan. Ada salah seorang pelajar yang playing victim dan dengan kemampuannya mengecoh pemikiran orang lain. Tapi Han-rim tak mudah dikecoh. Termasuk saat menghadapi sekelompok pelajar yang jago di bidang teknologi. Kolaborasi dengan rekan kerjanya, membuat kehadiran tokoh Ki-joo semakin menantang.

Pyo Ji-hoon PO Block B

Lucu ya namanya. Tapi Ji-hoon ini sungguh lucu dan menggemaskan banget mukanya. Saya beberapa kali melihat acting Ji-hoon di drakor saeguk. Di Teach You a Lesson aktor kelahiran 1993 ini memerankan tokoh Bon Geun-dae (Geun-dae). Salah seorang staff BPHP yang bekerja erat dengan Han-rim. Karena kepintarannya di dunia teknologi, Geun-dae memegang posisi penting dalam mengumpulkan barang bukti digital. Baik berupa rekaman suara maupun video. Pekerjaannya jadi penting agar BPHP bisa menyeret para pelaku ke meja hijau lewat bukti-bukti yang diatur dan didapatkan oleh Geun-dae.

Dia sendiri tak pandai berkelahi seperti Hwa-jin atau Han-rim. Tapi dengan kepintaran dan wajah nya yang masih seperti anak SMA, membuat Geun-dae seringkali menjadi penyusup di tempat atau sekolah yang sedang diselidiki. Saya sempat khawatir saat dia “terpaksa” masuk ke satu lingkungan sekolah yang gila judi lewat gadget. Merinding banget melihat situasi pertemanan dan lingkungan toxic ini. Tapi Geun-dae berhasil berbaur dengan baik dan menelusuri siapa sebenarnya pelaku atau otak utama dari peristiwa ini. Meski terkadang dia sendiri harus menjadi salah seorang korban perundungan.

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Jin Ki-joo sebagai Im Han-rim. Satu-satunya anggota perempuan BPHP

2. Drama Dihadirkan Secara Streaming

Poin ini menurut saya sangat penting. Saya suka serial drama yang dihadirkan/disiarkan “langsung habis” jadi gak perlu nunggu lama, berpindah hari atau minggu, yang mengakibatkan saya harus menunggu dan mati penasaran (mati?). Jadi seringkali, karena dua alasan itu, saya biasanya nonton 2-3 episode dulu sebagai preambule singkat. Jika tertarik, saya tunggu dramanya berakhir, baru nonton maraton. Kalo ternyata gak selera, ya sudah lah tak tinggalkan. Entar-entar aja disambung nontonnya.

Nah beda cerita kalau streaming seperti Teach You a Lesson ini. Netflix langsung menghadirkan sepuluh episode dalam satu hari penyiaran di tanggal 5 Juni 2026 itu. Konsekuensinya kalo ketagihan ya kek saya itu. Gak ada angin gak ada hujan, langsung semua episode dibantai. Bela-belain meninggalkan kerjaan hanya agar bisa konsen nonton drama ini.

3. Menghadirkan Sepuluh Cerita yang Menantang dan Dengan Premis yang Beragam

Baru juga di episode pertama, saya langsung terhenyak. Gimana enggak. Di sebuah sekolah yang megah nan mentereng dengan kondisi yang bersih dan terang benderang, ada murid, anak seorang pejabat pemerintahan bersama teman-temannya, menyiksa dua temannya habis-habisan. Meski sudah berulangkali nonton drama atau film sejenis, hati saya tetap aja ngilu melihat serangan yang membabi buta itu. Nyiksanya itu loh. Kejam banget.

Di tengah adegan perundungan itu, penonton diberikan kejutan.

Muncul seorang pria jangkung bertuksedo hitam, merengkuh leher si pelaku perundungan, mengangkat telapak tangannya tinggi-tinggi, lalu melayangkan telapak itu ke wajah si pelaku. Efeknya sungguh gak main-main. Si anak merah pipinya lalu terlempar lumayan jauh. Karena masih berusaha melawan dan berkata kasar, si anak diangkat kembali, digampar lagi, angkat lagi, gampar lagi, sampe dia tak berkutik.

Saya beneran dibuat terpana. Hebatnya lagi dengan kalimat menantang, sang pria bertuksedo hitam itu menatap kejam sang anak kemudian mengenalkan dirinya dengan dagu terangkat tinggi. Dialah Hwa-jin. Pengawas utama dari BPHP yang hadir sebagai pahlawan hingga sepuluh episode.

Selain premis tentang perundungan di episode awal, Teach You a Lesson juga menghadirkan sembilan kisah lain yang berhubungan dengan ekosistem sekolah. Mulai dari TK sampai dengan SMA. Ada yang mengulas tentang egosentris orang tua/wali murid yang menekan para guru dan membuat sang pendidik bahkan sekolah terintimidasi sekaligus. Lalu ada kisah ambisi orang tua yang ingin anaknya masuk perguruan tinggi tertentu, menekan anaknya belajar sana-sini, gak kenal waktu, sembari kasih vitamin yang katanya bisa menguatkan konsentrasi. Belakangan diketahui vitamin ini adalah sejenis psikotropika yang dilarang.

Ada juga sekolah teknik, mungkin sejenis STM gitu ya. Yang anak-anaknya super begajulan dengan tampilan yang yaaahh begitu dah. Tanpa takut anak-anak tiap hari nantangin gurunya buat adu jotos. Kemudian ada lingkungan sekolah yang anak-anaknya gila main game di HP. Permainan yang ujung-ujungnya adalah judi dan menyebabkan mereka (baca: orang tua mereka) harus berhutang untuk membayar hutang judi itu.

Ada juga sekelompok anak SMP, usia di bawah 14 tahun, yang getol banget mengganggu orang lain. Merasa aman bahwa usia mereka “tidak bisa dipolisikan” kelakuannya jahatnya malah makin bertambah. Hingga akhirnya oleh BPHP mereka dimasukkan ke dalam penjara dan merasakan sendiri “bagaimana ganasnya” kehidupan di di balik jeruji, bercampur dengan para penjahat kelas atas. Kapok? awalnya tidak. Tapi akhirnya mereka “digojlok” juga oleh salah seorang penghuni lapas dengan catatan kejahatan berulangkali pernah membunuh orang.

Tapi ada satu premis yang jadi benang merah cerita dari awal sampai akhir yaitu keberadaan tokoh Cho Gyu-cheol (Gyu-cheol). Seorang anak sekolah didikan Ga-yun (anak sang Menteri Pendidikan/Gang-seok dan istri dari Hwa-jin) yang tanpa sebab membunuh sang guru. Bebas dari penjara, kembali ke sekolah, Gyu-cheol nyatanya sama sekali tidak berubah. Baik Hwa-jin dan Gang-seok yang sejatinya masih menyimpan dendam pada anak ini, akhirnya bisa benar-benar membalas apa yang pernah dilakukan Gyu-cheol. Apalagi saat dalam proses penyidikan ternyata terbukti bahwa Gyu-cheol lah otak dari penyediaan barang haram di sekolah.

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson

4. Kekuatan Sebuah Lembaga Pengawasan

Lahirnya BPHP tidaklah gampang. Dia mendapatkan tentangan dari para petinggi karena dinilai terlalu kejam. Tapi Gang-seok, sang Menteri Pendidikan, mematahkan opini ini. Bahkan setiap ada aksi yang dilakukan oleh BPHP Gang-seok selalu tampil dalam sebuah konferensi pers yang merinci sebab akibat dari tindakan yang telah diambil oleh lembaga yang dipimpinnya tersebut. Apalagi semua tindakan dan keputusan yang diambil BPHP berasal dari sebuah dan atau rangkaian keresahan tentang perilaku kasar dan meresahkan yang disampaikan oleh masyarakat.

BPHP pun tidak sembarangan menangani kasus. Tujuan utama mereka, jika saya tilik dari awal sampai akhir, adalah tentang belajar adab dan akhlak, mengembalikan visi dan misi sekolah sebagai wadah pendidikan, melibas semua ekosistem sekolah yang tak bermoral, sistem pendidikan itu sendiri yang harus lepas dari pengaruh apapun dan siapapun, dan para orang tua yang ternyata bisa menjadi salah satu munculnya konflik antara wali murid dan pihak sekolah.

Jadi meski ada orang/lembaga yang ingin menghancurkan mereka, nyata BPHP berhasil menjejak kekuatan dan fungsi keberadaannya. Dalam beberapa adegan, ada beberapa pihak yang berusaha menumbangkan BPHP, tapi seiring dengan berhasilnya BPHP menuntaskan masalah-masalah yang terjadi, mereka pun mendapatkan dukungan masyarakat. Bahkan Gang-seok, sang Menteri Pendidikan, kemudian menjadi kandidat kuat sebagai calon Presiden Korea Selatan berikutnya gara-gara prestasinya memimpin BPHP.

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Hwa-jin di antara murid TK yang dibimbingnya

5. Realitas Pelik di Dunia Pendidikan

Setelah beberapa kali nonton drama korea dengan tema perundungan di sekolah seperti the Glory, Weak Hero, Extracurricular, dan masih banyak lagi, hanya di Teach You a Lesson lah saya melihat bahwa realitas pelik di dunia pendidikan mendapatkan perhatian serius dari sebuah lembaga resmi dengan sudut pandang serta penanganan yang berbeda.

Bagi sebagian orang mungkin memberikan “pelajaran keras” terhadap orang-orang yang berperilaku kejam diluar nalar dan kemanusiaan terlihat atau terasa ngilu. Di satu waktu saat segala upaya “halus” tak mempan, menghukum berat para pelaku perundungan memang harus dilakukan. Baik itu ke sesama pelajar, orang tua/wali murid kepada guru dan sebaliknya, orang tua kepada anaknya, atau seorang pengajar kepada anak didiknya. Karena perundungan sejatinya bukan hanya secara fisik tapi juga meliputi tekanan moral dan batin yang disampaikan lewat kata atau kalimat.

Jadi dalam waktu-waktu tertentu penanganan perundungan secara ekstrem memang harus dilakukan.

Di sebagian besar film, adegan perundungan dihadirkan sebagai pemicu dari masalah kejiwaan yang dialami oleh korban di masa mendatang. Korban mengalami gangguan psikologis berat hingga berubah menjadi pelaku dengan tindakan yang lebih kejam. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya mengejar para pelaku, membalaskan dendam dengan berbagai cara yang juga sama biadabnya.

Tapi di Teach You a Lesson, penonton diajak untuk menyadari bahwa banyak hal tentang perundungan dan ekosistem yang saling terkait di dalam sekolah dan dunia pendidikan, tidak boleh kita pandang sebelah mata. Karena efeknya akan menembus ke masalah psikologis yang begitu mendalam bagi para korban.

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Ha-rim yang sedang menangani kasus seorang murid perempuan yang merundung teman sekelasnya

Di salah satu episode yang menghadirkan anak-anak TK, saya dibuat tertegun dan sedih teramat mendalam. Seorang ibu yang awalnya terlihat biasa-biasa saja, ternyata menyimpan obsesi agar anaknya yang masih TK itu mendapat perhatian dan penanganan lebih dari gurunya. Dia seperti “memindahkan tanggung jawab” mengapa sang anak tampak berbeda dari teman-temannya. Dia terlihat lebih murung dan tak mudah bersosialisasi. Alih-alih menyalahkan sang guru, ternyata sang ibu lah biang dari segala sikap yang muncul di diri sang anak. Ketidakharmonisan hubungan suami istri, pertengkaran kasar di dalam rumah, membuat si anak kecil ini tertekan batin dan fisik.

Tidak mendapatkan “perlakuan wajar” dari ibunya, si anak malah begitu dekat dan akrab dengan gurunya. Tapi sayang, si ibu malah terlihat ingin memisahkan anak tersebut dengan guru yang dia sukai itu.

Duh. Hati saya sungguh mengharu biru saat melihat bagaimana hubungan cinta kasih yang terbangun antara si anak dan sang guru saat mereka berbincang dan bersenda gurau lewat kegiatan menggambar. Senyum dan wajah ceria sang anak dan gurunya terlihat begitu natural dengan sorot mata bahagia yang tak bisa mereka sembunyikan.

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Pendisiplinan yang terjadi untuk anak-anak kejuruan yang dilakukan oleh Hwa-jin

Menyusul lima poin kelebihan film Teach You a Lesson yang saya tuliskan di atas, saya tak ragu untuk memberikan rating 9.5/10 untuk Teach You a Lesson. Apalagi kemudian tak lama setelah drama ini tayang, saya membaca banyak komentar publik di kolom berbagai platform media sosial yang memuji dan tak segan menaruh rating tinggi kepada drama ini.

Kekaguman ini menjadi semakin mengesankan saat Netflix memberitakan bahwa Teach You a Lesson mendapatkan peringkat teratas di Netflix Global Top 10 TV Show non-english hanya dalam tiga hari setelah penayangan. Sebuah prestasi yang cukup mengesankan.

Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Obrolan hangat antara Hwa-jin dan korban perundungan
Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Sung-min yang berperan sebagai Gang-seok. Kekuatan dan pesona acting nya tetap memesona
Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson
Empat tokoh sentral, anggota BPHP di Teach You a Lesson
Belajar Adab dari drakor Teach You a Lesson

IG @annie_nugraha | Email: annie.nugraha@gmail.com