Unbox.id – Masa depan Vision Pro tampaknya semakin tidak pasti. Sejumlah laporan terbaru menyebut Apple mulai mengalihkan fokus dari headset mixed reality ke smart glasses berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dinilai memiliki potensi pasar lebih besar.
Laporan tersebut datang dari analis Apple Ming-Chi Kuo dan jurnalis Bloomberg Mark Gurman. Keduanya mengungkap bahwa Apple tengah melakukan perubahan besar pada roadmap perangkat AR dan XR miliknya.
Dikutip dari Macrumors (3/6/2026), menurut Ming-Chi Kuo, CEO Apple berikutnya, John Ternus, telah menyetujui revisi besar terhadap strategi Vision Pro dan smart glasses. Dalam roadmap terbaru, Apple disebut tidak lagi melanjutkan pengembangan Vision Pro 2 maupun Vision Air yang sebelumnya dirumorkan hadir sebagai versi lebih ringan dan terjangkau dari Vision Pro.
Sebagai gantinya, Apple kini hanya berfokus pada dua perangkat smart glasses yang ditargetkan meluncur dalam beberapa tahun ke depan.
Vision Pro 2 Dikabarkan Mundur Hingga 2028
Mark Gurman sebelumnya melaporkan bahwa Apple tidak akan menghadirkan Vision Pro 2 dalam waktu dekat. Bahkan, penerus Vision Pro disebut baru akan hadir paling cepat pada 2028.
Laporan tersebut memperkuat rumor sebelumnya yang menyebut Apple telah menunda pengembangan headset generasi berikutnya demi memprioritaskan perangkat smart glasses berbasis AI.
Jika benar, Vision Pro yang saat ini beredar di pasaran akan tetap menjadi perangkat spatial computing utama Apple selama beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, laporan mengenai nasib Vision Pro 2 masih belum sepenuhnya sejalan. Ming-Chi Kuo menyebut proyek tersebut telah dihentikan, sementara Gurman mengklaim Apple masih melakukan pengujian internal meski kategori produk tersebut untuk sementara dibekukan.
Apple Vision Pro dan baterainya (sumber: Betty Laura Zapata/Bloomberg)
Apple Beralih ke Smart Glasses
Perubahan arah Apple ini tidak lepas dari perkembangan pasar smart glasses yang semakin cepat.
Meta melalui Ray-Ban Smart Glasses dilaporkan berhasil menjual lebih dari 7 juta unit sepanjang 2025. Di sisi lain, Google juga telah mengumumkan rencana masuk ke pasar serupa melalui smart glasses berbasis Gemini AI.
Melihat tren tersebut, Apple diyakini ingin menghadirkan produk yang lebih mudah diterima konsumen dibanding headset mixed reality yang mahal dan berukuran besar.
Ming-Chi Kuo bahkan menyebut smart glasses memiliki potensi pasar massal yang jauh lebih besar dibanding lini Vision Pro.
Rumor terbaru menyebut Apple tengah mengembangkan smart glasses dengan kode internal N50. Perangkat ini dikabarkan hadir tanpa layar dan tidak menggunakan teknologi pass-through video seperti Vision Pro. Fungsinya lebih mirip aksesori iPhone, seperti AirPods atau Apple Watch.
Smart glasses tersebut disebut akan dibekali kamera, mikrofon, speaker, serta dukungan Apple Intelligence untuk menghadirkan pengalaman berbasis AI.
Apple juga dikabarkan menargetkan bobot perangkat di bawah 50 gram agar tetap nyaman digunakan seperti kacamata biasa.
Analis Ming-Chi Kuo memperkirakan smart glasses pertama Apple akan meluncur pada 2027 dengan potensi pengiriman mencapai 3 juta hingga 5 juta unit pada tahun pertama.
Vision Air Gagal Menjawab Masalah Vision Pro
Salah satu alasan Apple mengubah strategi diyakini karena tantangan yang masih dihadapi Vision Pro. Headset tersebut memiliki bobot sekitar 650 gram dan dijual dengan harga mulai 3.499 dolar AS. Selain itu, perangkat juga masih membutuhkan baterai eksternal yang dianggap kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Vision Air sebelumnya diharapkan dapat menjadi solusi dengan desain yang lebih ringan dan harga yang lebih terjangkau. Namun berbagai laporan menyebut proyek tersebut akhirnya dibatalkan.
Keputusan itu menunjukkan Apple kemungkinan belum menemukan cara untuk mengurangi bobot dan harga perangkat secara signifikan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.
