Saat pertama kali membuat blog di platform wordpress 9 tahun yang lalu, saya sudah yakin dan percaya bahwa ngeblog akan menjadi kegiatan yang saya tekuni. Dan terbukti benar, selama 9 tahun ini ngeblog adalah satu-satunya kegiatan yang konsisten saya lakukan dengan penuh sukacita.
Meski berganti-ganti domain dan kadang blog dipenuhi sarang laba-laba karena jarang update, tapi saya tidak pernah sekalipun berpikir untuk menyudahi aktivitas ini. Sebagai sosok yang mudah bosan, kadang saya kepikiran “kok bisa-bisanya saya bertahan dan enggak berhenti di tengah jalan, ya?”. Setelah merenung *tsaaaah* akhirnya saya menemukan jawabannya. Berikut ini alasan personal yang membuat saya bertahan ngeblog hingga saat ini
Saya suka curhat menulis
Saya jatuh cinta dan tidak usah tanya mengapa alasannya. Suka ya suka aja hehe. Sejak kecil saya memang suka menulis. Membaca dan menulis, dua hal tersebut adalah kegiatan yang konsisten saya lakukan sejak pertama kali bisa melakukannya di saat kanak hingga saat ini.
Buku diary saya bertumpuk-tumpuk. Mulai dari buku catatan harian bunga-bunga saat SD, diary bergembok saat SMP-SMA, buku tebal masa kuliah, hingga sekarang. Ya, sekarang pun saya masih punya diary lho. Tapi isinya bukan curhat menye-menye seperti saat remaja, sekarang isinya lebih banyak catatan penting, draft tulisan, hingga daftar pekerjaan.
Buat saya menulis itu semacam terapi untuk menenangkan jiwa. Menulis adalah cara terbaik untuk mengekalkan ingatan. Dan saya rasa inilah alasan utama saya bertahan ngeblog. Kalau saya enggak suka menulis, nggak mungkin kan saya bisa bertahan ngeblog sekian lama?
Sebuah usaha untuk terlihat keren
Sejak gabung di padepokan menulis saat masih jadi mahasiswa unyu-unyu, otak saya semacam dicuci dan dirasuki pemikiran “orang yang menulis itu keren!”. Dulu kalau lihat mas dan mbak senior tulisannya muncul di koran, saya melihat mereka sebagai sosok yang sangat keren. Tapi masalahnya, mempublikasikan tulisan di media cetak kan susah (zaman saya dulu belum booming media online macam Mojok dan situs-situs sejenisnya). Makanya biar saya tetap bisa kece walau artikel belum tembus media cetak, saya memilih untuk ngeblog.
Oke, ini penilaian sepihak sih, tapi nggak masalah kan? Hihihi. Dalam pandangan saya (hingga sekarang) orang yang nulis atau ngeblog itu setingkat lebih kece dibandingkan yang hanya mainan sosmed aja ahahahaha. Ya walaupun statistic blognya mengenaskan nggak masalah lah. Saya ngeblog maka saya keren! *halah.
Sudah beli dan berlangganan domain je!
Sepertinya ini terlihat sepele, tapi sejujurnya inilah yang mendorong saya untuk terus ngeblog. Saya sudah beli domain n perpanjangan setiap tahun, masak mau dianggurin begitu aja? Apalagi ingat perjuangannya buat dapatin domain ranselhitam ini.
Jadi ceritanya dulu saya pake blog gratisan, namanya alay. Lalu saat kerja di pabrik kata-kata dan sering jalan-jalan, saya kepikiran membuat website yang fokusnya traveling, jadilah ranselhitam. Beberapa waktu kemudian saya ingin upgrade dari blog gratisan ke dot com. Lalu intip-intip di niagahoster cari nama apa yang cocok, soalnya saat itu ranselhitam.com sudah ada yang pakai.
Untung saat itu saya nggak buru-buru beli domain lain, ternyata beberapa bulan kemudian ranselhitam.com available dong. Sama pemilik terdahulunya nggak diperpanjang, akhirnya kebeli deh sama saya dan dipakai hingga sekarang. Berhubung blog sudah menggunakan top level domain, kan eman-eman kalau dianggurin. Makanya sampai sekarang terus bersetia ngeblog.
Lingkar pertemanan meluas dan job berdatangan
Selepas kuliah, memutuskan resign, dan memilih bekerja secara freelance awalnya membuat saya ketar-ketir bahwa saya tidak akan memiliki teman. Sebagai sosok extrovert yang mendapatkan energi dari kerumunan, komunitas adalah hal yang penting buat saya. Nyatanya ketakutan saya tidak berarti.
Teman-teman lama saya memang pergi satu-persatu karena mereka harus kembali ke kota masing-masing atau mengejar mimpi di kota lain, tapi dari ngeblog saya mendapatkan banyak kawan baru. Dari yang awalnya hanya saling komentar di blog, mention-mentionan di sosial media, akhirnya jadi ketemuan dan kumpul-kumpul.
Dari pertemanan dan lingkaran ini akhirnya saya mendapatkan banyak pekerjaan juga. Selain job yang berhubungan langsung dengan blog, project menulis di luar blog pun banyak datang karena lingkar pertemanan ini. Salah satunya juga ketika saya ditawari untuk menulis buku.
Pada akhirnya memang benar apa yang sering orang-orang bilang, membangun pertemanan dan jaringan dengan banyak orang itu akan mendatangkan rejeki. Dan jejaring itu saya dapatkan dari ngeblog.
Dapat surat cinta
Duh, serasa cewek idola ya kalau bilang dapat banyak surat cinta. Tapi beneran, sejak saya ngeblog saya kerap dapat surat cinta yang menghangatkan hati. Sebelum mikir yang aneh-aneh, “surat cintanya” saya kasih tanda petik, ya.
Yang saya maksud dengan surat cinta ini adalah pesan-pesan dari pembaca. Kadang ya saya mikir, blog saya tu ada yang baca nggak sih? Blog saya tu berguna buat orang nggak sih? Kan saya nulisnya receh gini, banyakan curhatnya juga. Eternyata ada lho.
Bahkan tulisan-tulisan yang isinya curhat menye-menye ternyata ada yang baca dan menguatkan pembaca sehingga mereka meninggalkan pesan di kotak surat saya. Hal-hal seperti inilah yang nggak bisa dinilai dengan materi. Perasaan hangat dan bahagia yang menjalar di hati tatkala tahu bahwa tulisan sederhana saya mampu menguatkan orang lain atau membantu mereka yang sedang mencari informasi.
Pesan-pesan mereka serupa percikan api yang membuat bara semangat saya tetap menyala. Bahwa untuk saat ini saya enggak boleh berhenti ngeblog. Males boleh lah, tapi jangan kelamaan. Karena nanti sidang pembaca bakalan kangen ahahahaha (pede banget, serasa seleb dikangenin).
Jadi begitulah daftar alasan yang membuat saya bertahan ngeblog hingga saat ini. Kalau alasan kawan-kawan sendiri apa? Samakah dengan milik saya? Atau ada alasan lainnya? Bagi di kolom komen dong!









