Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

7 Wilayah dengan Kebakaran Hutan dan Titik Api Terbanyak di Indonesia

webmaster
9
×

7 Wilayah dengan Kebakaran Hutan dan Titik Api Terbanyak di Indonesia

Share this article
7-wilayah-dengan-kebakaran-hutan-dan-titik-api-terbanyak-di-indonesia
7 Wilayah dengan Kebakaran Hutan dan Titik Api Terbanyak di Indonesia

LindungiHutan Insight

  • Tujuh wilayah di Indonesia, terutama Kalimantan dan Sumatera, menghadapi kebakaran hutan dan lahan dengan ribuan titik panas serta luas area terdampak yang signifikan.
  • Karhutla mengancam hutan, lahan gambut, kawasan konservasi, dan habitat satwa. Sebagian besar kebakaran juga dipicu aktivitas manusia dan diperparah kondisi kemarau.
  • Masyarakat dapat ikut menjaga hutan melalui aksi konservasi dan restorasi bersama LindungiHutan, termasuk mendukung upaya pelestarian habitat satwa di Taman Nasional Way Kambas.

Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Hingga akhir Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara nasional mencatat total lahan terbakar mencapai 72.798  hektare. 

Sebagian besar titik api terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, Sumatera, hingga Lampung. Yang lebih memprihatinkan, lebih dari separuh kebakaran ini dipicu oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun kelalaian. 

Example 300x600

Berikut tujuh wilayah di Indonesia yang mengalami kebakaran hutan dan lahan dengan sebaran titik panas, titik api, maupun luas terdampak yang cukup signifikan hingga akhir Agustus 2026.

Skala Kebakaran Hutan di Tujuh Wilayah

Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan titik api tertinggi. BNPB mencatat 2.610 titik panas dan 64 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 38.310 hektare. 

Bahkan data Bareskrim Polri mencatat angka lebih tinggi, 2.282 titik api di Kalbar hingga 23 Agustus. Kabupaten Ketapang dan Melawi menjadi sebaran utama. 

Di Ketapang, hampir seluruh wilayahnya terdampak kebakaran yang meluas hingga ke kawasan hutan dan lahan gambut. Sementara itu, Melawi juga tak luput dari ancaman api yang terus menjalar.

Kalimantan Tengah menempati posisi kedua dengan 2.110 titik panas dan 55 titik api. Luas lahan yang terbakar mencapai 7.634 hektare. Jika diakumulasi sejak Januari 2026, jumlahnya jauh lebih besar: 22.203 hotspot dan 1.739 titik api.

Kalimantan Selatan mencatat 1.903 kejadian kebakaran hutan dan lahan selama periode 1 Januari hingga 25 Agustus 2026, dengan total lahan terdampak mencapai 9.088,75 hektare.

Kejadian karhutla tersebar di 13 kabupaten/kota, dengan Kabupaten Banjar mencatat jumlah tertinggi, 388 kejadian dan luas lahan terdampak 2.037,72 hektare.

Disusul Kabupaten Tanah Laut dengan 301 kejadian dan luas 1.661,77 hektare, serta Kota Banjarbaru dengan 360 kejadian dan luas 1.398,40 hektare

Kalimantan Timur terpantau hampir 200 titik api, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Paser, Berau, dan Kutai Barat. Hingga 24 Agustus, tercatat 470 kejadian karhutla dengan total area terdampak 1.393 hektare.

Riau mencatat luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 16.277,50 hektare.Sepanjang periode yang sama, terdeteksi 10.514 titik hotspot, dengan 521 titik di antaranya telah terindikasi terbakar. 

Sumatera Selatan mencatat akumulasi hotspot sejak Januari mencapai 12.956 titik. Peningkatan paling signifikan terjadi pada Agustus. Jumlah titik panas selama Juli tercatat 2.096 titik, sedangkan hingga 23 Agustus mencapai 8.044 titik.  Titik terbanyak di OKI (2.435 titik), Musi Banyuasin (2.139), dan Muara Enim (1.909).

Lampung (Taman Nasional Way Kambas) menjadi perhatian khusus. Kebakaran terjadi sejak 21 Agustus di habitat gajah Sumatra. 

Kebakaran awal berdampak 673 hektare di Desa Braja Harjosari dan 123 hektare di Braja Kencana serta Braja Luhur. Titik api baru terus muncul, termasuk di Resort Rantau Jaya.

Sebagian Besar Kebakaran Dipicu Ulah Manusia

National Geographic mencatat 80–95 persen kebakaran hutan di dunia dipicu oleh aktivitas manusia. Di Indonesia, kebanyakan kebakaran terjadi karena lahan dibakar untuk membuka perkebunan sawit. Cara ini dianggap lebih hemat dibandingkan menggunakan alat berat.

Cuaca kering dan minim hujan dapat meningkatkan risiko kebakaran serta membuat api lebih mudah meluas. BMKG memprediksi cuaca terik tanpa hujan masih berlangsung hingga akhir Agustus, sementara titik api diprediksi terus muncul hingga puncak musim kemarau pada November.

Upaya Penegakan Hukum

Bareskrim Polri menetapkan 72 tersangka dari 89 laporan polisi di sembilan Polda, Riau, Kalbar, Sumsel, Jambi, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Aceh, dan Kaltara. Modusnya adalah membakar lahan untuk membuka perkebunan sawit dengan biaya murah. 

Penanganan ini dilakukan setelah polisi menindaklanjuti temuan titik panas di sejumlah lokasi. Area yang terindikasi terbakar kemudian dicek langsung di lapangan untuk memastikan kondisi nyata maupun sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

BNPB mengerahkan operasi darat tiga tahap, pemadaman, pendinginan, dan ground check. Di udara, dilakukan water bombing dengan total 4,6 juta liter air di enam provinsi prioritas. 

Di TNWK,sebanyak 40 hingga 55 personel Tim Alfa dari TNI diterjunkan ke titik api yang sulit dijangkau menggunakan drone thermal. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan BNPB dan BMKG untuk memicu hujan di wilayah kritis.

Kebakaran hutan tak hanya sebatas bencana alam, tapi cerminan dari ulah manusia dan kelalaian manusia yang mengancam banyak makhluk hidup di hutan. 

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas turut mengancam kawasan konservasi dan habitat satwa, termasuk gajah Sumatra. Mari dukung upaya pelestarian melalui program konservasi LindungiHutan di Taman Nasional Way Kambas . Lindungi hutan dari api, lindungi habitat dari kepunahan.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan