Beberapa warga Palestina mengumpulkan sejumlah barang dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Rabu (12/6/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/Spt.
Indonesiainside.id – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa ratusan warga Palestina di Gaza tak luput dari sasaran serangan militer Israel, meskipun berlindung di tempat pengungsian milik PBB.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil komisaris jenderal UNRWA, Antonia Marie De Meo dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB yang berlangsung pada Jumat (26/7/2024) waktu setempat.
“Kantor pusat kami di Gaza dihancurkan hingga tidak dapat dikenali. Lebih dari 560 pengungsi, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, terbunuh saat berlindung di bawah bendera PBB,” ujar Marie De Meo.
De Meo menyampaikan, banyak bangunan sekolah yang dihancurkan militer Zionis. Dalam dua pekan terakhir, delapan sekolah UNRWA, yang menjadi tempat penampungan pengungsi hancur lebur.
De Meo mengatakan, perempuan, anak-anak, jurnalis dan pekerja kemanusiaan turut jadi sasaran kekejaman militer Israel.
“Tidak terkecuali UNRWA. 199 rekan kami kini telah terbunuh, sebagian besar bersama keluarga mereka,” katanya, seraya menegaskan kembali bahwa “tidak ada tempat yang aman di Gaza.”
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, hampir 39.200 warga Palestina meninggal dunia akibat serangan tentara Israel sejak 7 Oktober 2024. Sekitar 90.400 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar korban perempuan dan anak-anak.
Tak hanya itu, negara Yahudi tersebut juga memblokade bantuan kemanusiaan seperti makanan, kebutuhan media dan air bersih kepada warga Gaza, Palestina.







