Scroll untuk baca artikel
#Viral

Galaksi yang Hampir Seluruhnya Terdiri dari Materi Gelap Telah Dikonfirmasi

29
×

Galaksi yang Hampir Seluruhnya Terdiri dari Materi Gelap Telah Dikonfirmasi

Share this article
galaksi-yang-hampir-seluruhnya-terdiri-dari-materi-gelap-telah-dikonfirmasi
Galaksi yang Hampir Seluruhnya Terdiri dari Materi Gelap Telah Dikonfirmasi

Para astronom baru saja mengidentifikasi apa yang tampak sebagai anomali kosmik: sebuah galaksi redup dengan sedikit sekali yang terlihat bintang yang menurut perhitungan, sebanyak 99,9 persen massanya adalah materi gelap. Sisanya sebesar 0,1 persen merupakan bahan konvensional.

Galaksi ini, yang terletak sekitar 300 juta tahun cahaya jauhnya, praktis tidak terlihat. Hanya empat gugus bola, konsentrasi kecil bintang yang tampak seperti lingkungan terisolasi di tengah kehampaan, yang menonjol. Selama bertahun-tahun, kumpulan bintang di gugus Perseus dianggap sebagai objek independen.

Example 300x600

Gugus bola di Gugus Perseus.

Kandidat Gelap Galaxy-2 hanya terlihat melalui empat gugus bola yang menyumbang 16 persen dari total kecerahannya. Para ilmuwan yakin 99,9 persen galaksi ini adalah materi gelap.

NASA/ESA

Sekarang, setelah analisis mendalam, a belajar diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Letters menyajikan bukti kuat bahwa gugus bola ini adalah bagian dari galaksi yang sama yang didominasi oleh materi gelap. Dinamakan sementara CDG-2 (Calon Galaksi Gelap-2), galaksi ini adalah galaksi pertama yang hanya terdeteksi oleh pecahan paling terangnya.

Para penulis mengumpulkan data dari HubbleTeleskop Euclid, dan Subaru, tiga observatorium terkuat yang ada. Hasil gabungan menunjukkan cahaya yang sangat redup di sekitar empat gugus bola. Sisa cahaya ini adalah tanda yang jelas dari galaksi di bawahnya yang sangat redup sehingga ketiga teleskop tidak bisa menangkapnya.

Lebih Dari Yang Terlihat

Analisis awal menunjukkan bahwa CDG-2 memiliki total luminositas yang setara dengan sekitar 6 juta matahari, dengan empat gugus bola menyumbang sekitar 16 persen kecerahan tersebut, suatu jumlah yang luar biasa besar. Distribusi ini menunjukkan bahwa, meskipun cahayanya rendah, galaksi ini merupakan sistem yang terikat secara gravitasi, sehingga menyiratkan halo materi gelap yang sangat padat. Para astronom memperkirakan bahwa struktur tak kasat mata ini menyumbang antara 99,94 hingga 99,98 persen dari total massa CDG-2.

Menurut model yang ada saat ini, materi gelap menyumbang sekitar 27 persen dari total kepadatan energi alam semesta dan sekitar 85 persen materinya. Meskipun sifat pasti penyusun materi gelap masih belum jelas, karena ia tidak memancarkan atau memantulkan cahaya, para ilmuwan menyimpulkan keberadaannya berdasarkan efek gravitasinya terhadap radiasi, materi tampak, dan struktur kosmos berskala besar.

Materi gelap tersebar luas di seluruh galaksi sehingga kehadirannya menjelaskan stabilitas dan pergerakan bintang-bintang di sistem seperti Bima Sakti. Misalnya, model saat ini menunjukkan bahwa galaksi kita tertanam dalam lingkaran cahaya yang terdiri dari sekitar 90 persen materi gelap.

Namun, kasus CDG-2 sangatlah ekstrim: sebuah galaksi yang hampir tidak memiliki bintang, hampir seluruhnya dikelilingi oleh lingkaran cahaya yang tidak terlihat. Sistem seperti ini, yang disebut “galaksi gelap”, mulai muncul dalam catatan astronomi. Di luar kelangkaannya, para ilmuwan menghargainya karena mereka berfungsi sebagai laboratorium alami untuk mengeksplorasi sifat materi gelap dan menguji model pembentukan galaksi terkini.

Cerita ini pertama kali muncul di KABEL dalam bahasa Spanyol dan telah diterjemahkan dari bahasa Spanyol.