Penyanyi-penulis lagu itu meninggal dalam kecelakaan pesawat kecil yang merenggut nyawa enam orang pada Sabtu (10 Januari).
Yeison Jimenez di Booth Foto Billboard Latin Music Week 2024 di Fillmore Miami Beach pada 15 Oktober 2024 di Miami Beach, Florida. David Cabrera/Papan Iklan
Sedang tren di Billboard
Kolumbia Yeison Jimenezpenyanyi-penulis lagu dan bintang “música popular,” meninggal Sabtu, 10 Januari, dalam kecelakaan pesawat di dekat Paipa, di negara bagian Boyacá di Kolombia. Dia berusia 34 tahun.
Kantor Kecelakaan Lalu Lintas Udara Kolombia mengonfirmasi bahwa sebuah pesawat dengan registrasi N325FA jatuh. Kecelakaan itu merenggut nyawa enam orang, termasuk Jiménez dan manajernya, Jefferson Osorio; Kantor pers Jiménez membenarkan hal tersebut berita ke Billboard Spanyol.
Kami menginformasikan kepada masyarakat mengenai kecelakaan pesawat yang terjadi hari ini. Kecelakaan pesawat dengan registrasi N325FA telah dipastikan terjadi di sektor antara Paipa dan Duitama. pic.twitter.com/N1V2zaPkcS
— Direktorat Teknis Investigasi Kecelakaan (@DIACC_COL) 10 Januari 2026
Di usianya yang baru 34 tahun, Jiménez telah menjadi salah satu nama terbesar dalam musik populer Kolombia, atau “música popular,” sebuah genre yang memadukan musik ranchera tradisional Meksiko dengan akar Kolombia. Pada tahun 2024, ia mencapai tonggak penting dalam karirnya dengan menjual habis Movistar Arena di Bogotá tidak hanya sekali, tetapi tiga kali, menarik total lebih dari 40.000 penggemar.
Di Papan iklan tangga lagu, Jiménez mencapai No. 16 di peringkat Regional Mexican Airplay dengan “Tu Amante” pada tahun 2021. Lagu ini juga membuatnya mendapatkan entri pertama dan satu-satunya di semua-genre Latin Tangga lagu Airplay, memuncak di No. 48 pada tahun yang sama.
Ini adalah pencapaian bersejarah bagi Jiménez dan genrenya, karena tidak ada artis musik populer Kolombia lainnya yang pernah mencapai pencapaian tersebut. Musik populer di Kolombia berakar dari wilayah penghasil kopi di negara tersebut, yang meliputi Caldas (tempat Jiménez dilahirkan), Quindío, Risaralda, dan Tolima.
Genre ini, yang sudah ada sejak lebih dari 50 tahun yang lalu, awalnya dikenal sebagai “música de carrilera” atau “musik cantina.” Musik ini sangat dipengaruhi oleh musik daerah Meksiko dan mendapatkan daya tarik di kota-kota kecil dan bar lokal, berkat pionir seperti Darío Gómez, Luis Alberto Posada, dan El Charrito Negro.
Menurut Jiménez, Darío Gómez sangat berperan dalam membentuk genre ini, meskipun banyak yang meragukan visinya saat pertama kali memperkenalkan fusion pada tahun 70an.
Jiménez memiliki ambisi yang tinggi untuk merek musiknya, dan pada tahun 2024, ia menjadi bagian dari panel artis musik populer di Billboard Latin Music Week. Tahun lalu ia mewujudkan mimpinya yang lain: menjual habis Stadion El Campín di Bogotá, dan menjadi artis regional Kolombia pertama yang berhasil melakukannya.
Dia sedang bersiap untuk pertunjukan kedua di El Campín, yang dijadwalkan pada 28 Maret. Jiménez meninggalkan istri dan tiga anaknya.
Cerita ini akan diperbarui ketika rincian lebih lanjut tersedia.
