Berita

Wasiat Nabi Muhammad Sebelum Wafat kepada Umatnya

362
wasiat-nabi-muhammad-sebelum-wafat-kepada-umatnya
Wasiat Nabi Muhammad Sebelum Wafat kepada Umatnya

Nabi Muhammad SAW, sebagai utusan Allah yang terakhir, telah memberikan banyak petunjuk dan nasihat sepanjang hidupnya. Namun, wasiat-wasiat yang beliau sampaikan menjelang wafatnya memiliki makna yang sangat mendalam dan penting bagi umat Islam.

INDONESIAINSIDE.ID – Berikut ini adalah beberapa wasiat yang Nabi Muhammad SAW sampaikan sebelum wafat berdasarkan riwayat-riwayat sahih.

Wasiat di Hari Kamis
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas melalui Sa’id bin Jubair, bahwa pada hari Kamis, yang kemudian dikenal sebagai “Hari Kamis” penuh kesedihan, Rasulullah SAW mengalami sakit yang sangat berat. Ibnu Abbas mengatakan:

“Pada hari Kamis, apa yang terjadi pada hari Kamis?” Kemudian ia menangis hingga membasahi batu dengan air matanya. Ia berkata, “Rasulullah SAW merasakan sakit yang sangat berat pada hari itu, lalu beliau bersabda, ‘Bawalah kemari, aku akan menulis untuk kalian sebuah kitab yang kalian tidak akan sesat setelahnya.’ Namun, mereka (para sahabat) berselisih pendapat, padahal tidak seharusnya ada perselisihan di hadapan nabi. Mereka berkata, ‘Apa yang terjadi padanya? Apakah dia sedang mengigau? Mintalah penjelasan darinya.’ Nabi pun bersabda, ‘Biarkan aku, apa yang aku alami lebih baik, aku wasiatkan kepada kalian tiga hal: Keluarkanlah orang-orang musyrik dari Jazirah Arab, hormatilah utusan-utusan sebagaimana aku menghormati mereka.’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wasiat tentang Shalat dan Hak-hak Hamba
Dalam sakitnya yang semakin parah, Nabi Muhammad SAW juga selalu mengingatkan umatnya akan pentingnya shalat dan memperlakukan hamba sahaya dengan baik. Diriwayatkan dari Ummu Salamah, Rasulullah SAW bersabda:

“Shalat, shalat, dan hamba sahaya kalian.” Beliau terus mengulang-ulang wasiat ini hingga tidak mampu lagi mengucapkannya dengan jelas (HR. Ibnu Majah).

Wasiat untuk Tidak Menyembah Kuburan
Nabi Muhammad SAW sangat menekankan agar umatnya tidak menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, seperti yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda dalam sakitnya yang terakhir:

“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah).” Aisyah RA menjelaskan, “Kalau bukan karena itu, niscaya kuburan beliau akan dijadikan tempat yang jelas, namun beliau khawatir akan dijadikan masjid” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wasiat tentang Persahabatan dan Larangan Menyembah Kuburan
Jundub RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda lima hari sebelum wafatnya:

“Sesungguhnya aku berlepas diri kepada Allah bahwa aku mempunyai teman dekat dari kalian, karena Allah SWT telah menjadikanku sebagai kekasih-Nya, sebagaimana Dia menjadikan Ibrahim AS sebagai kekasih-Nya. Jika aku harus menjadikan seseorang dari umatku sebagai kekasih, maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasihku. Ketahuilah, orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan nabi-nabi dan orang-orang saleh mereka sebagai masjid. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal itu” (HR. Muslim).

Wasiat-wasiat Nabi Muhammad SAW menjelang wafatnya mengandung pesan-pesan penting yang harus selalu diingat oleh setiap Muslim. Wasiat-wasiat tersebut mencakup:

Pertama, Menjaga keutuhan dan kemurnian ajaran Islam: dengan menghindari perselisihan dan mengikuti petunjuk yang jelas. Kedua, Menjaga shalat dan hak-hak hamba sahaya: sebagai tanda ketakwaan dan keadilan sosial. Ketiga, Tidak menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah: untuk mencegah penyimpangan dalam beribadah.

Dengan memahami dan mengamalkan wasiat-wasiat ini, kita dapat menjaga kemurnian ajaran Islam dan meraih kebahagiaan di dunia serta akhirat. (MBS)

Exit mobile version