Lingkungan

Urban Tree: Rekomendasi Kegiatan untuk Merayakan Hari Bumi

12
urban-tree:-rekomendasi-kegiatan-untuk-merayakan-hari-bumi
Urban Tree: Rekomendasi Kegiatan untuk Merayakan Hari Bumi

LindungiHutan Insight

  • Hari Bumi bukan hanya peringatan, tapi momen untuk melakukan aksi nyata (terutama di kota yang banyak polusi).
  • Urban tree (menanam pohon di kota) jadi solusi yang langsung membantu permasalahan. Didukung oleh UU No. 41 Tahun 1999 Pasal 9 tentang Kehutanan yang mendorong adanya hutan kota.
  • Perusahaan merayakan Hari Bumi lewat program CSR dengan menanam pohon di kota (urban tree). LindungiHutan sebagai salah satu startup yang memfasilitasi program penanaman pohon

Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi. Di tengah meningkatnya krisis iklim, polusi udara, hingga pesatnya urbanisasi, peringatan ini menjadi semakin relevan untuk mengingatkan pentingnya menjaga bumi sejak dini.

Dilansir dari website resmi hari bumi, earthday.org, hari bumi pertama kali digagas oleh seorang senator junior dari Wisconsin, Amerika Serikat, yaitu Senator Gaylord Nelson, pada tahun 1970.

Gagasan tersebut muncul atas rasa keprihatinannya terhadap memburuknya keadaan lingkungan di Amerika Serikat. 

Pada masa itu, warga Amerika Serikat mengkonsumsi bensin melalui kendaraan mobil dengan jumlah yang besar. Industri-industri yang berkembang saat itu, juga turut mengkonsumsi dalam jumlah besar dan berefek pada polusi udara yang dikeluarkan.

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan, terutama di wilayah perkotaan yang lebih banyak menghasilkan polusi, adalah melalui urban tree atau penanaman pohon di lingkungan kota.

Urban Tree: Rekomendasi Kegiatan untuk Merayakan Hari Bumi

Urban tree merupakan sebutan untuk penanaman pohon di lingkungan perkotaan. Kota cenderung memiliki suhu yang lebih tinggi, polusi yang yang lebih banyak, emisi gas rumah kaca yang lebih banyak, hingga kualitas udara yang lebih buruk.

Di tengah berbagai permasalahan lingkungan yang kian kompleks, peringatan Hari Bumi menjadi semakin relevan untuk mengingatkan pentingnya menjaga bumi sejak dini.

Menanam pohon, berarti berinvestasi pada kesehatan di masa depan. Menanam pohon, berarti memperbaiki kualitas hidup sekaligus mengurangi dampak negatif urbanisasi. Menanam pohon, berarti meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

1. Mengurangi Polusi Udara

Pohon di perkotaan dapat menyerap karbon dioksida (CO₂) dan menangkap polutan berbahaya yang dihasilkan dari emisi kendaraan dan industri seperti pabrik hingga pembangkit listrik.

Melalui banyaknya pohon di perkotaan, dapat meningkatkan kualitas udara, mengurangi polusi udara, meredam kebisingan, dan menjaga kota tetap teduh dan sejuk.

2. Mengurangi Urban Heat Island (Efek Panas Perkotaan)

Kawasan perkotaan yang kurang ditanami pepohonan, cenderung memiliki lebih sedikit naungan dan penguapan yang dapat menyebabkan fenomena pulau panas.

Banyaknya bangunan beton dan jalanan beraspal yang menyerap panas, juga dapat membuat suhu di perkotaan lebih tinggi. Fenomena ini kemudian disebut urban heat island atau efek pulau panas perkotaan.

Seiring dengan meningkatnya frekuensi panas ekstrem akibat perubahan iklim, menanam pohon dapat menjadi salah satu hal yang penting, terutama di perkotaan yang cenderung memiliki suhu panas yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, dengan menanam pohon, dapat menciptakan iklim lokal yang lebih layak huni karena menjadikan lingkungan lebih lembab dan suhu yang lebih sejuk.

3. Mengurangi Konsumsi Energi

Menanam pohon dapat membuat suhu di lingkungan menjadi lebih sejuk. Artinya, pohon dapat menjadi pengganti AC yang banyak digunakan pada gedung-gedung kantor sebagai langkah dalam penghematan energi.

Caranya, dengan menanam pohon di halaman kantor atau dengan membuka ruang terbuka hijau di tengah kantor.

4. Habitat Satwa Liar

Selain itu, pohon-pohon di perkotaan juga bisa menjadi habitat bagi satwa liar. Contoh satwa liar yang mudah ditemukan di perkotaan yaitu burung. Pohon dapat menjadi rumah dan makanan bagi burung.

5. Mencegah Banjir

Kota Jakarta, menjadi satu kota di Indonesia yang berlangganan banjir. Menanam pohon di pinggiran sungai-sungai di Jakarta, dapat mencegah luapan air sungai masuk ke pemukiman warga.

Selain itu, pohon memiliki akar yang kuat sehingga mampu membantu menyerap air hujan dan mengurangi aliran air muncul ke permukaan.

Baca juga: Rayakan Hari Bumi 2025, Hijaukan Dunia dengan LindungiHutan

Peran Perusahaan di Hari Bumi dengan Urban Tree

Industri-industri di perkotaan, menjadi salah satu penyebab meningkatnya polusi udara. Mereka banyak melepaskan karbon dioksida dan polutan-polutan berbahaya ke udara dari proses-proses produksi yang dilakukan.

Untuk membantu mengurangi polusi udara di perkotaan akibat efek dari hasil produksi, salah satu rekomendasi kegiatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu, melakukan urban tree atau penanaman pohon di perkotaan.

Sebagai langkah awal, anda dapat menanam pohon di lingkungan kantor atau membuka ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kantor.

Nantinya, setiap pohon bisa diberi nama dari masing-masing karyawan. Jika pohon bisa tumbuh hingga besar, pasti ada rasa senang dari setiap karyawannya.

Langkah selanjutnya, anda dapat melebarkan area penanaman pohon dengan membuka ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kota yang dapat menjadi taman kota atau hutan kota (urban forestry).

Dikutip dari file UU Republik Indonesia Pasal 9 No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan yang didapatkan dari website BPK RI, bahwa untuk kepentingan pengaturan iklim mikro estetika dan resapan air, di setiap kota ditetapkan kawasan tertentu sebagai hutan kota.

Dalam membuka ruang terbuka hijau di tengah kota, anda dapat bekerja sama dengan dengan pemerintah, startup lingkungan, komunitas lokal, hingga masyarakat

Bekerja sama dengan pemerintah, bertujuan mendapatkan izin dan dukungan untuk program penanaman pohon. 

Adapun bekerja sama dengan startup lingkungan, sebagai wadah dalam pelaksanaan programnya yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Salah satunya dalam menyediakan pohon yang akan ditanam.

Menanam pohon di perkotaan, harus menggunakan jenis pohon yang tepat. Pohon yang ditanam, harus tahan terhadap polusi, memiliki daun yang lebar, memiliki sistem akar yang kuat untuk menghindari bencana banjir. Contohnya seperti pohon trembesi, jati, dan mahoni.

Dalam penanaman-nya, selain melibatkan karyawan perusahaan, juga dapat melibatkan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kualitas udara di kota.

Bekerja sama dengan komunitas lokal juga penting karena nantinya mereka dapat membantu dalam perawatan pohon.

Dalam penanaman-nya, juga bisa memanfaatkan teknologi, contohnya dengan menempelkan barcode di pohonnya berisi informasi tentang pohon yang ditanam.

Dengan berbagai manfaat tersebut, penanaman pohon di perkotaan menjadi langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan oleh individu maupun perusahaan untuk berkontribusi pada lingkungan.

Baca juga: Mengapa Perusahaan Perlu Terlibat dalam CSR Lingkungan?

LindungiHutan Sebagai Salah Satu Startup yang Memfasilitasi Program Penanaman Pohon

Banyak organisasi, termasuk LindungiHutan, mulai berkontribusi dalam setiap perayaan hari Bumi dengan program utamanya yaitu penanaman pohon.

Sejak tahun 2019 hingga 2026, LindungiHutan telah menanam lebih dari 1,2 juta pohon di lebih dari 40 lokasi penanaman yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam mengurangi emisi karbon, memperbaiki kualitas lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Exit mobile version