Jakarta, CNN Indonesia —
Baru-baru ini, sejumlah penumpang TransJakarta mengeluhkan cara mengemudi sopir bus Koridor 2 rute Monas-Pulogadung, kode bus TJ0205 yang dinilai ugal-ugalan pada Jumat (11/9).
Terkait hal ini, pihak TransJakarta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui pernyataan Kepala Departemen humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Menanggapi video yang beredar mengenai kejadian pengereman mendadak di dalam bus, saat berada di sekitar Halte Senen Toyota Rangga pada Jumat malam, Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan,” kata Ayu dalam keterangannya pada Sabtu (12/9).
Meski demikian, pihak TransJakarta membantah narasi yang beredar tentang sopir yang mengemudi secara ugal-ugalan.
“Pengereman mendadak dilakukan pramudi sebagai tindakan refleks untuk menghindari benturan dengan pengendara roda dua yang memotong jalur secara tiba-tiba,” kata Ayu.
Lebih lanjut Ayu menjelaskan, petugas TransJakarta di lapangan langsung melakukan pengecekan kondisi pelanggan. Seluruh penumpang yang terdampak kejadian tersebut sudah dipastikan aman dan tidak mengalami cedera.
“Kami telah memeriksa rekaman CCTV dan memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai standar. Pramudi sigap melakukan pengereman. Transjakarta senantiasa berfokus pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pelanggan dalam setiap layanan,” kata Ayu lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, sopir bus Koridor 2 rute Monas-Pulogadung dengan kode bus TJ0205 diduga mengerem mendadak hingga membuat sejumlah penumpang terjatuh pada Jumat malam.
Tak sedikit penumpang yang mengeluhkan cara mengemudi sopir ini. Keluhan tersebut pun disampaikan akun @Music_Cadas @RadioElshinta melalui unggahan di X.
Dalam cuitannya, akun itu menyebut bus tersebut dikemudikan dengan kecepatan yang dinilai tidak terkendali, termasuk melakukan pengereman mendadak di tengah perjalanan.
“Sepanjang perjalanan, sopir mengemudikan bus dengan ugal-ugalan menambah kecepatan secara tidak terkontrol di celah kendaraan dan sering melakukan pengereman mendadak,” tulis akun tersebut.
Menurut pengunggah, kejadian paling parah terjadi di persimpangan bawah flyover Senen, sebelum Halte Toyota Rangga.
Pengereman secara ekstrem membuat penumpang di area sambungan bus terjatuh dan sebagian penumpang perempuan disebut sampai tersungkur ke lantai. Ada pula penumpang yang tertimpa penumpang lain akibat rem mendadak tersebut.
Pengunggah juga menuding sopir tidak memberikan klarifikasi setelah bus tiba di Halte Toyota Rangga. Menurutnya, sejumlah penumpang turun untuk meminta penjelasan, tetapi sopir disebut tidak turun dari bus dan enggan menunjukkan identitas.
Pengunggah kemudian menyoroti bus yang disebut kembali dijalankan ketika pintu belum sepenuhnya tertutup. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan meminta adanya tindakan terhadap pengemudi.
(rti)
